22 Mei 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Panggung Penyuluhan Untuk Penyuluh Era Digital

Sinar Tani, Kebumen — Apa yang dilakukan penyuluh pertanian di Kebumen, Jawa Tengah ini patut di apresiasi. Pasalnya, dengan kreatifitas yang dimiliki, para penyuluh muda Kebumen ini sukses menghadirkan Panggung Penyuluhan yang di dedikasikan kepada para penyuluh pertanian di era digital.

Siang itu matahari sedang  terik-teriknya ketika Ketua DPW Perhiptani Provinsi Jawa Tengah, Warsana, SP, MSi, yang baru saja melantik pengurus DPD Perhiptani Kabupaten Kebumen di hadang beberapa orang.

Mereka adalah kru TI Media yang meminta Warsana melakukan wawancara untuk sebuah podcast yang diberinama Panggung Penyuluhan Kebumen.

Ada 8 anak muda, semuanya penyuluh pertanian di kabupaten Kebumen, yang berpikir “out of the box”. Disela-sela tugas rutin yang cukup padat, mereka sempatkan memproduksi video konten kreatif.

Dengan pembagian tugas yang rapi disertai militansi yang kuat, mereka sudah berhasil mengunggah konten-konten yang cukup bagus. Bahkan target mereka,  setiap hari Jumat,  konten baru harus mengudara. Tim kerja para penyuluh pertanian Kebumen  ini menamakan diri  Ti Media “Panggung Penyuluhan” Kebumen.

Tidak mudah memproduksi sebuah video yang bagus, namun dengan pembagian tugas yang cukup rapi dan dilaksanakan secara konsekwen oleh para pelaku, Tim Ti Media  berhasil membuahkan karya-karya yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Pembagian tugas  itu sebagai berikut  Nurhadhi Musthofa, S.P. (BPP Alian) sebagai koordinator, Sugeng Haryadi, S.Pt. (BPP Ayah) sebagai editor audio, Yuni Miarsih, S.P. (BPP Alian) sebagai host, Imron Rosyadi, S.P. (BPP Karanganyar) sebagai editor video, Yudha Rian Aditya, S.T.P. (BPP Adimulyo) sebagai soundman, Pringgo Setyaji Asmoro, S.T.P. (BPP Poncowarno) sebagai kameramen, Iwan Riyanto, S.P. (BPP Petanahan) sebagai kameramen  dan Umi Barokah, S.P., M.P.  (BPP Sruweng) sebagai penulis script.

Koordinator merangkap produser TI Media, Nurhadi Mustofa SP, mengatakan bahwa ide membentuk Panggung Penyuluhan adalah adanya kesamaan visi, yang membaca peluang adanya kesempatan yang lebih luas untuk menuangkan gagasan, kreatifitas menyebarkan informasi dan materi penyuluhan pertanian.

Yaitu dengan memanfaatkan media sosial dalam hal ini melalui chanel Youtube, Facebook dan Instagram.

Anak-anak muda yang tentu melek teknologi informasi ini tidak gegabah begitu saja berkarya dan mengupload nya. Mereka telah melakukan pengamatan data sebagai dasar motivasi kerja.

Dari pengamatan hasil riset menyatakan bahwa Jumlah penduduk Indonesia yang terkoneksi internet pada tahun 2021-2022 adalah sebanyak 210.026.769 jiwa. Sedang total populasi penduduk  Indonesia tahun  2021 adalah sebanyak 272.682.600 jiwa atau tingkat penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai sebesar 77,02 %.

Sedangkan konten internet yang sering diakses adalah Media Sosial : 89,15 %, Chatting online : 73,85%, Shopping online : 21,26 %, Game online : 14,23 %, Berita/ Infotainment/Gosip : 11,98 %, Transportasi online : 9,27 %, Musik : 8,49 %. E mail : 7,23 %, Video : 4,79 %, Meeting online : 4,05 %, Belajar online: 2,81 % dan dompet elektronik : 1,37 %.

“Dari jenis konten, ternyata penduduk Indonesia adalah pendengar podcast terbesar ke dua didunia. Data prosentase pendengar podcast terhadap pengguna internet  sebagai berikut :  Brazil 37 %, Indonesia 35,5, Meksiko 31,5, Irlandia 29,3, Swedia 28,9. Portugal 21,6, Amerika Serikat 23, Filiphina 21,9, Afrika selatan 21,8 dan kolombia 21,5,” jelasnya.

Baca Juga :   Yanto Arbanu, Penyuluh Pertanian Sidrap Terima Penghargaan Penyuluh Berprestasi

Nurhadi mengatakan bahwa berdasar pengamatan riset dan modal SDM serta properti yang tersedia, mereka memutuskan untuk membuat model penyuluhan berbentuk SINIAR atau Podcast, konten video podcast dan audio, etode wawancara dengan nara summber langsung, tayang setiap Hari Jumat Jam 05.00 WIB dan merupakan panggung nya para Penyuluh di era digital.

Model podcast dipilih para Penyuluh di Kebumen karena tidak membutuhkan biaya dan property yang banyak. Podcast dapat dibuat  simple dan relatif mudah dilakukan.

Kemunculan Podcast Panggung Penyulhan ini memperkaya khasanah  konten  podcast  yang terlebih dulu ada di Indonesia.

“Sebut saja “Evrina budiastuti” podcast, BPP Mandai, Jestro podcast, Balitbu podcast,

Podcast Pertanak,  Nyayur podcast, POCI Podcast Cinagara, Balithi podcast, PPL Sahabat petani,” ujarnya.

Podcast menjadi salah satu media yang  berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Podcast merupakan salah satu media konten yang banyak mendapat perhatian masyarakat.

Untuk menyebarluaskan konten, TI Media memanfaatkan chanel youtube, facebook, Instagram, juga di upload melalui link-link internet yang telah tersebar di seluruh BPP di kabupaten kebumen.

Panggung penyuluhan beruntung memiliki host yang cukup handal,  Yuni Miarsih, S.P. Walaupun belajar autodidak sebagai host sebuah acara podcast, namun Yuni cukup lancar mebawakan acara serta cakap menggali materi dari narasumber.

Sampai saat ini Panggung penyuluhan telah menghasilkan konten penyuluhan pertanian sebanyak 95 episode. Materi yang disajikan meliputi : Tanaman Pangan 7 eps, Hortikultura 27 eps, Peternakan 8 eps, Ketahanan Pangan 6 eps, Pertanian organic 7 eps, TPHP dan Pemasaran 6 eps, Teknik Penyuluhan 9 eps, Inovasi Teknologi 9 eps dan Program Pemerintah 16 eps.

Sedangkan narasumber yang ditampilkan berasal dari berbagai latar belakang. Namun apabila di ringkas dapat digolongkan menjadi 4 saja.  Yaitu petani atau pelaku usaha 35 %, Penyuluh atau Widya iswara 34 %, Pejabat 23 % dan Akademisi dan Peneliti 8 %.

Judul-judul video yang tampilkan cukup provokatif dan menggelitik para netizen yang membuka chanel. Antara lain “AGLAONEMA..Dari puluhan ribu sampai ratusan juta”, “INOVASI TEKNOLOGI.. Mampu suburkan tanah”, “RAHASIA SUKSES BUDIDAYA PISANG ULIN” dan “KELAPA GENJAH ENTOG KEBUMEN..Umur tiga tahun berbuah”

Sebagai sebuah grup “amatir” tanpa dukungan dana dari manapun, kreatifitas kelompok Ti Media Penyuluh Pertanian Kebumen, melalui Panggung Penyuluhan Kebumen  ini patut diacungi jempol.

Dengan peralatan seadanya, tanpa latar belakang pendidikan khusus dibidang  Desain Komunikasi Visual (DKV), namun mereka mampu melahirkan video-video dengan materi pembangunan pertanian yang cukup baik.

Apabila talenta mereka mendapat dukungan dan bimbingan yang tepat dari dinas-dinas terkait, kemungkinan besar akan muncul kreasi-kreasi video yang lebih mantap. Baik dari sisi substasi materi maupun dari sisi filmografinya.

Reporter : Djoko W

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini