16 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Mendorong Tumbuhnya Wirausaha Pertanian

Soft Opening Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 4 | Sumber Foto:BPSSDMP

Sinar Tani,  Ciawi — Kementerian Pertanian terus mendorong tumbuh dan berkembangnya wirausahawan pertanian melalui berbagai program pelatihan. Terbaru melalui Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 4 yang mengangkat tema Wirausaha Pertanian dan Pelatihan Smart Farming Berbasis KUR.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan mengatakan, Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh ini menjadi bentuk peningkatan agenda intelektual yang diharapkan dapat menghadapi kondisi yang dinamis dengan ketidakpastian harga dan pasokan pangan dunia.

“Pelatihan ini menjadi upaya untuk scaling up (peningkatan kapasitas) Penyuluh dan pelaku pertanian memanfaatkan seluruh potensi yang telah diberikan. Untuk menghadirkan pertanian besok yang harus makin maju, mandiri dan modern menghadapi era dan tantangan hari ini dan esok,” katanya.

SYL menilai, pelatihan ini sangat penting dan strategis bahkan multi dimensional untuk menghadirkan upaya mantap dalam menghadapi tantangan dunia dan kehidupan pertanian. Pelatihan ini lanjutnya, juga mempersiapkan petani, penyuluh dan pelaku pertanian lainnya menyangga pertanian Tanah Air bahkan berkontribusi pada dunia bisnis.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi dalam soft opening Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 4 Pelatihan Kewirausahaan melalui Smart Farming Berbasis KUR, Selasa 22 November 2022 mengatakan transformasi pertanian dari subsistem menuju pertanian agribisnis tidak bisa dielakkan lagi. “Pertanian kini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan masyarakat. Sudah saatnya pertanian dijadikan agribisnis guna meningkatkan penghasilan,” tuturnya.

Prof Dedi melanjutkan, transformasi pertanian agribisnis tersebut pun dilakukan dengan cara-cara modern yang modern dan memanfaatkan smart farming agar efisien dan efektif serta menekan ongkos produksi. “Di masa lalu, pertanian konvensional dengan produktivitas rendah masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.  Kini dengan produktivitas tersebut, tidak mungkin bisa mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,”tegasnya.

Karena itu, dirinya mengajak seluruh insan pertanian yang terdiri dari petani, gapoktan, KWT, petani milenial dan seluruh komponen SDM Pertanian untuk mampu berbisnis pertanian. “Wirausaha pertanian itu sebenarnya yang menjamin keberlanjutan pembangunan pertanian,” tukasnya.

Prof Dedi memaparkan, dalam pertanian smart farming terdapat pemanfaatan bioscience dan bioteknologi berupa biopestisida dan biofertilizer. Begitupula pemanfaatan benih bermutu untuk menghasilkan produk pertanian yang baik dan produktivitas tinggi. Termasuk pemanfaatan alsintan dan otomasisasi dari hulu hingga hilir.

Mengenai akses permodalan, Prof Dedi menuturkan calon wirausaha pertanian tidak perlu khawatir karena pemerintah membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa dimanfaatkan dengan baik. “KUR ini untuk petani dengan bunga rendah. Ini harus dimanfaatkan oleh petani dan wirausaha petani,” tuturnya.

Karenanya, BPPSDMP menggelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Pertanian Volume 4 dengan Tema Wirausaha Pertanian dan Pelatihan Smart Farming Berbasis KUR yang digelar secara serentak hingga 24 November mendatang. “Dalam pelatihan ini petani dan penyuluh sebagai calon wirausaha pertanian dilatih smart farming dengan akses KUR, termasuk membuat perencanaan, proposal bankable, hingga literasi keuangan,” ucapnya.

 

Reporter : NATTASYA

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini