21 Februari 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Antisipasi Kelangkaan Hijauan, Peternak di Semarang Buat Pakan Fermentasi

Peternak Membuat Pakan Fermentasi Berhahan Lokal

Sinar Tani, Semarang — Mengembangkan peternakan kambing dengan pakan racikan sendiri bukan sebuah keniscayaan. Dengan pemanfaatan bahan lokal, pakan kambing berkualitas dapat dibuat dengan mudah dan tentunya memberikan hasil yang maksimal. Mau tau caranya?

Pakan menjadi faktor utama dalam membangun usaha peternakan, tidak kecuali peternakan kambing banyak dilakukan masyarakat.

Dalam usaha peternakan kambing, pakan yang diberikan harus memenuhi kebutuhan nutrien, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Karena itu pakan yang diberikan bukan hanya sekedar untuk mengenyangkan, namun juga harus dapat memenuhi kebutuhan untuk hidup pokok dan produksi.

Dalam beternak kambing, jenis pakan yang diberikan berupa hijuan dan pakan penguat atau tambahan. Hijauan berupa rumput dan legum, sedangkan pakan penguat dapat berupa dedak padi, bran pollard, ampas tahu atau konsentrat.

Pakan Fermentasi

Masalah yang kerap dihadapi peternak dalam penyediaan hijauan adalah ketika saat musim kemarau tiba, yang berdampak pada sulitnya mendapatkan hijauan.

Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu cara yang bisa dilakukan ialah dengan pembuatan pakan lengkap fermentasi yang memanfaatkan potensi pakan lokal.

Pada saat musim hujan, peternak disarankan untuk membuat pakan lengkap fermentasi karena hijauan tersedia melimpah. Pakan lengkap fermentasi tersebut dapat digunakan sebagai pakan cadang pada saat musim kemarau.

Seperti yang dilakukan di Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Peternak yang tergabung dalam di Kelompok Tani Ternak KINGDOM-8 di Dusun Blanten, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kab. Semarang mendapatkan pelatihan pembuatan pakan lengkap fermentasi

Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah ketua Kelompok Tani Ternak, pengurus dan perwakilan anggota kelompok tani.

Bahan dan alat yang digunakan dalam pelatihan pembuatan pakan lengkap fermentasi sebagai berikut:

Baca Juga :   Ini Rumus Jitu Membangun Penyuluh Pertanian yang Produktif

Bahan:

  1. Rumput lapang : 40 kg
  2. Rumput odot : 30,75 kg
  3. Dedak padi : 10 kg
  4. Daun turi : 18 kg
  5. Molases : 1 kg
  6. Garam : 0,25 kg

Alat:

  1. Sabit
  2. Terpal
  3. Timbangan
  4. Drum

Langkah Pembuatan

  1. Rumput odot, rumput lapang, daun turi dicacah sehingga berukuran 3 – 5 cm.
  2. Cacahan tersebut kemudian diratakan secara berlapis di atas terpal.
  3. Dedak padi dan garam dicampur dan diaduk sampai merata.
  4. Campuran 3 diratakan di atas campuran no. 2, kemudian diperciki molases (tetes) yang telah diencerkan dengan air bersih secukupnya di atasnya.
  5. Aduk lapisan bahan pakan tersebut sampai merata.
  6. Masukkan campuran tersebut ke dalam drum sambil dipadatkan sampai drum penuh.
  7. Tutup drum rapat-rapat, kemudian disimpan di tempat yang aman.
  8. Setelah 21 hari tutup drum dibuka, pakan lengkap fermentasi siap diberikan kepada kambing.

Tanda-tanda pakan lengkap fermentasi yang baik adalah tekstur lembut, bebas jamur, aroma asam dan wangi, serta terasa asam dan manis.

Cara awal pemberian, kambing sebaiknya dipuasakan beberapa jam terlebih dahulu, setelah kambing kelihatan lapar pakan lengkap fermentasi bisa diberikan,  untuk melatih kambing diberi pakan lengkap fermentasi sedikit demi sedikit terlebih dahulu. Pemberian pakan lengkap fermentasi 2,5 kg – 3 kg/ekor/hari.

Rumput lapang dan odot
Pencacahan rumput dan legum
Pencampuran dedak padi dan garam
Pencampuran dedak padi dengan hijauan
Pengenceran molases dengan air bersih
Molases dipercikkan di atas campuran
Campuran pakan lengkap dimasukkan dalam drum
Pakan lengkap telah siap difermentasi

Reporter : Iswanto

 

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini