21 Februari 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Kurangi Pupuk Kimia, Poktan Sumber Tani Ajarkan Pembuatan Dekomposer

Sinar Tani, Bojonegoro — Mengrangi ketergantukan petani pupuk subsidi dan pupuk kimia, Kelompok Tani Sumber Tani memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Gapoktan Desa Sendangrejo merupakan bagian dari peran poktan Sumber Tani dalam mengembangkan pertanian di desanya.

Ketua Poktan Sumber Tani, Suyono mengatakan bahwa pelatihan ditujukan untuk meningkatkan kreativitas dan kualitas serta peran penting kelompok tani. Dengan adanya pelatihan, Suryono agar para petani bisa mengurangi ketergantungan terhadap pupuk subsidi atau kimia yang selama ini menjadi pilihan utama.

“Pupuk organik cair ini merupakan alternatif yang dapat dioptimalkan manfaatnya,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, pemberi materi pembuatan pupuk organik, Arifin menjelaskan bahwa dekomposer berperan penting dalam setiap ekosistem. Tanpa dekomposer, organisme mati tidak akan dipecah dan didaur ulang menjadi bahan organik sebagai makanan makhluk hidup lainnya.

“Dengan demikian, fungsi utama dekomposer adalah menguraikan bahan organik dari organisme mati, untuk menyediakan nutrisi bagi organisme lainnya sehingga dapat tumbuh dan berkembang biak,”ujarnya.

Dijelaskan Arifin, secara teknis pembuatan dekomposer sangat mudah dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat decomposer antara lain, brabas/rumen kambing atau sapi 5 kg, dedak halus 5 kg, nanas 2 kg yang diblender dengan kulitnya, air cucian beras/leri 10 lt, molase/tetes tebu 6 lt.

Sedangkan alat-alat yang dibutuhkan antara lain, drum plastik, ember, alkohol, spray dan alat pengaduk.

Proses pembuatannya terbilang mudah yaitu dengan mencampurkan semua bahan dalam media perkembangbiakan, dicampur dan diaduk agar terlarut secara merata, selanjutnya fermentasi dilakukan secara tertutup/

“Setiap pagi diaduk selama 2 menit dalam rentang waktu 5-7 hari. Perkembiakan untuk memperbanyak secara berulang dapat dilakukan dari hasil yang sudah jadi dapat dibiakan lagi dengan menjadikan 5 bagian dan setiap bagian ditambahkan bahan-bahan lagi sebanyak 15 liter molase/gula tetes, 10 liter air cucian beras, 10 kg dedak, 5 kilogram nanas yang sudah diblender dan air sebanyak 150 liter,”paparnya.

Baca Juga :   Antisipasi Kelangkaan Hijauan, Peternak di Semarang Buat Pakan Fermentasi

Cara mengaplikasikan dekomposer pada kompos sebenarnya sangat sederhana, hal ini sama seperti dengan Em4 pertanian, bila lebih banyak takarannya maka akan semakin cepat mengurai dan mempercepat proses pengomposan.

Pupuk kompos untuk ukuran 1 (satu) ton bahan organik, dekomposernya 1 (satu) gayung, di samping dekomposer mempercepat proses pengomposan, juga dapat menyuburkan dan menggemburkan lahan pertanian, serta dapat membantu mengembalikan siklus nutrisi.

Reporter : Soleman

 

 

 

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini