5 Maret 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Sang Wirausaha Muda SMPN 22 Semarang Sukses Tanam Jagung Ungu

Sinar Tani, Semarang — Jagung ungu yang ditanam dalam polybag oleh siswa dan siswi SMPN 22 Kota Semarang berhasil dipanen, dengan hasil yang cukup baik. Jagung ungu ini merupakan hasil dari kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dilakukan siwa siswi kelas VII.  

Kepala Sekolah SMPN 22 Kota Semarang, Rini Rusmiasih mengatakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMPN 22 mengambil tema Kewirausahaan dengan judul “Sang Wirausahawan Muda”.

Para siswa mendapat pengajaran khusus agribisnis selama 110 jam. Diberikan 10 jam setiap hari Kamis, selama 11 minggu berupa kegiatan on farm dan off farm, mengalir dari hulu ke hilir.

“ Materi on farm berupa penanaman di lahan, penanaman di polybag, penanaman verticultur dan penanaman aquaponic.” ungkap Rini

Selain jagung ungu yang ditanam di polybag, siswa juga menanam kangkung. Tanaman kangkung ini di tanam di lahan dan juga di tanam secara aquaponic bersama budidaya lele.

Untuk keperluan pengajaran sekolah juga menyiapkan sarana prasarana yang cukup memadai. Ada 3 unit green house kecil yang digunakan untuk pembelajaran pembibitan buah-buahan dan juga penanaman sayur serta toga.

Ketika ada waktu senggang menunggu tanaman dan lele dipanen, para siswa diberi kegiatan membuat hasta karya, seperti ternak magot, pembuatan pupuk organik padat, pembuatan POC (Pupuk Organik Cair), Jakaba juga Ecoenzym.

Sehingga sekolah yang berada didesa Nongkosawit, kecamatan Gunungpati ini lengkap  memiliki unit peternakan magot,  unit pengolhan pupuk organik padat serta pupuk organik cair.

Magot yang dihasilkan dipergunakan untuk tambahan pakan lele, dan sedang dikembangkan untuk pakan ternak ayam. Sedangkan pembelajaran pembuatan pupuk organik meliputi pembuatan pupuk organik padat, POC (Pupuk Organik Cair), dan Jakaba.

“Jakaba atau Jamur Keberuntungan Abadi merupakan salah   pupuk untuk menyuburkan tanaman. Jamur jakaba ini umumnya digunakan dalam bentuk pupuk cair yang diaplikasikan ke bagian tanaman,” tambahnya.

Selain itu, para siswa juga sudah mampu membuat Ecoenzym yang dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan kecuali sebagai pupuk tanaman. Ecoenzym buatan siswa siswi tersebut sudah dikembangkan untuk pupuk, pestisida, sabun serta cairan pembersih lantai.

Baca Juga :   Unibos Bagun Fakultas Pertanian di Kabupaten Gowa

Keberhasilan pembuatan Jakaba dan Ecoenzym ini cukup menarik mengingat proses pembuatan yang harus teliti dan bersih. Sehingga hal ini cukup menantang bagi anak-anak seusia klas VII SMP.

Untuk mendapat semua pengetahuan, ketrampilan tentang kewirausahaan pertanian tersebut pihak sekolah menggandeng Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Gunung pati dan Kelompok Tani “Petani Muda Mandiri” desa Kandri, Kecamatan Gunung pati.

Maka hadirlah Haris Cahya Swasana, Kepala BPP Gunungpati, Masduki,SPd Ketua Keltan “Petani Muda Mandiri dan Muhamad Affifidin, guru pendamping SMPN 22 bersama-sama setiap hari Kamis membimbing siswa siswi klas VII tersebut.

Ketika panen, para siswa diajarkan berbagai proses pasca panen yaitu bagaimana panen yang baik, grading, pengolahan, pengemasan dan pemasaran.  Dari berbagai sumber, siswa siswi tersebut berkreasi mengolah kangkung menjadi makanan kekinian.

Misalnya membuat kimbab kangkung, es lumut kangkung, dan sebagainya. Demikian pengemasan juga dilakukan dengan baik. Untuk pemasaran mereka belajar memasarkan produk melalui pasar on line, facebook, Instagram disamping pemasaran langsung.

Bukan hanya itu, untuk mengisi waktu luang siswa juga belajar seni tradisional serta olahraga tradisional yaitu tari egrang.

Tari inilah yang dipertunjukkan kepada Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau akrab disapa Mbak Ita yang hadir dalam panen jagung ungu.

Beberapa siswa dan siswi menari-nari sambil menaiki egrang, sebuah permainan tradisional lawas yang melatih keseimbangan dan kekuatan kaki.

Walikota Semarang hadir, karena kegiatan belajar agribisnis di SMPN 22 ini sinkron dengan Program Urban Farming yang sedang digalakkan di Kota Semarang.

Wanita lulusan Fakultas Pertanian UPN Yogyakarta ini memang sangat konsisten mengembangkan urban farming, semenjak masih menjabat sebagai Wakil Walikota,

Terkait kunjungan tersebut,  Rini Rusmiasih mengaku para guru dan siswa sangat termotivasi dengan kehadiran ibu Walikota.

“Ternyata kami yang tinggal dan bersekolah dipinggiran kota, bisa berprestasi tidak kalah dengan teman-teman yang berada di pusat kota,” ungkapnya.

Reporter : Djoko W

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini