21 Februari 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Petani dan Penyuluh di Bumi Jawara Belajar Biosaka

Petani di Serang belajar membuat ramuan Biosaka | Sumber Foto:Humas Kementan

Sinar Tani, Serang—Biosaka kini tengah nge-tren. Selain mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia, ramuan dari tanaman ini juga bisa mendongkrak produktivitas tanaman. Setelah beberapa wilayah, petani dan penyuluh pertanian, berlatih membuat Biosaka, kini giliran petani di Bumi Jawara, Banten.

Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) pembuatan ramuan biosaka. Bimtek yang diikuti lebih dari 50 orang ini sebagai upaya mendorong penerapan pertanian ramah lingkungan, meningkatkan produksi dengan mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia.

Koordinator Kelompok Padi Irigasi dan Rawa, Direktorat Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Rachmat mengatakan, Biosaka memang bukan pupuk dan pestisida. Namun elisitor yang berperan sebagai signaling bagi tanaman tumbuh dan berproduksi lebih bagus, sehingga petani bisa hemat pupuk kimia sintetis, hemat pestisida, mengusir hama penyakit dan lahan menjadi lebih subur.

“Biosaka memiliki kandungan hara makro-mikro rendah, tidak beracun bagi tanaman, kandungan hormon enzim, spora dan bakteri tinggi, mengandung PGPR bagus untuk pertumbuhan tanaman dan produksi,” ucap Rachmat pada Bimtek Pembuatan Biosaka di Aula Kantor BPP Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang, Rabu (16/11).

Selain itu, Rachmat menjelaskan ramuan biosaka dapat diolah sendiri, sehingga biaya pembuatan mencapai nol rupiah. Peralatan dan bahan yang digunakan sudah tersedia di lingkungan petani sendiri. Sehingga secara finansial tidak mengganggu keuangan petani.  “Biosaka ini setelah selesai dibuat bisa langsung diaplikasikan, tidak perlu disimpan dulu dalam jangka waktu tertentu,” katanya.

Para petugas dan petani di negeri para Jawara ini sangat antusias mengikuti Bimtek pembuatan biosaka, mulai dari cara memilih bahan, meramu dan menyemprot. Karena itu, Rachmat menghimbau kepada para petugas untuk mengenalkan lebih lanjut biosaka ke petugas lainnya, serta petani binaannya masing-masing sebagai alternatif solusi atas mahalnya harga-harga input produksi.

“Dengan biosaka dapat mengurangi ketergantungan terhadap input kimiawi. Dengan biosaka ini, petani dapat melakukan efisiensi sekaligus meningkatkan produksi,” pungkasnya.

Reporter : Julian

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini