21 Februari 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Manfaatkan Lahan Terbatas, Romy Budidaya Tanaman Hias

Sinar Tani, Batu Malang — Hobi tanaman hias yang semakin diminati masyarkat menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha tanaman hias. Tidak terkecuali bagi Rpmi, penjual tanaman hias di Kota Batu, Jawa Timur. Pria yang memanfaatkan lahan sempi sebagai area lokasinya, Romi bisa meraup untung dari usaha yang dijalankannya.

Romi, warga Kota Batu berhasil menyulap lahan sempit di wilayah padat penduduk dan modal terbatas menjadi hijau dan asri dengan berbagai jenis tanaman hias.

“Saya juga tidak menyangka, permintaan tanaman hias justru semakin banyak, sampai mendatangkan tanaman hias dari penjual tanaman dan penghobi lain untuk memenuhi permintaan,”ujarnya

Lebih lanjut Romi menjelaskan, untuk memulai usaha itu, ia memanfaatkan ruang sempit rumahnya yang sekaligus dijadikan tempat budidaya tanaman hias.

“Waktu itu hanya membudidayakan beberapa tanaman hias, dari modal minim akhirnya memiliki banyak jenis tanaman hias lokal maupun tanaman hias dari luar dari hasil tukar tanaman sesama penghobi tanaman hias di lahan yang sempit, dapat membiayai kebutuhan sehari-harinya di masa pandemi ini dan bisa membuka jaringan dengan sesama penghobi tanaman hias yang lebih besar hingga luar kota,”terangnya.

Romi berjualan aneka jenis tanaman mulai sirih-sirihan, keladi, monsterea, kemuning dan tanaman gantung, pesanan selama pandemi ini meningkat terutama permintaan para kolektor tanaman hias pemula yang ingin memelihara saat pandemi.

“Kebanyakan permintaan tanaman hias dengan kelas standar meskipun tidak jarang ada yang kualitas super, untuk kelas standar, harga tanaman hias harganya sekitar Rp 15 ribu sampai jutaan,”ujarnya.

Harga itu berbeda untuk tanaman jenis keladi hias dan monsterea, harga yang dipatok bervariasi, tergantung besar dan banyaknya daun tanamanya.

Baca Juga :   Produk Lidi Sawit, Jadi Primadona Pameran Produk Unggul Riau Di Jakarta

Romi mengaku selama menjalankan usahanya, omzet yang didapat bisa mencapai puluhan juta, dengan pemasaran meliputi daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.

Reporter : Soleman

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini