16 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Nikmatnya Kopi, Aseng Sukses Kembangkan Taruna Kopi

Warung Taruna Kopi Yang Dikembangkan Aseng

Sinar Tani, Labuhanbatu Selatan — Belajar secara otodidak dan adanya bimbingan dari Dinas Sosial, membuat warung Taruna Kopi yang dijalankan Hardioanto berkembang pesat. Bukan hanya menjual kopi terbaik, pria yang akrab disapa Aseng ini juga bercita-cita mengembangkan budidaya kopi di daerahnya.

Kegigihan penikmat kopi asal Kabupaten Labuhanbatu Selatan ini patut diacungi jempol. Keinginan kuat mengembangkan usaha kopi mengantarkannya menjadi pengusaha kopi sukses seperti sekarang.

Aseng yang tidak memiliki latar belakang meracik kopi, mendapatkan keahliannya secara otodidak dengan belajar melalui media online dan bertanya langsung kepada para penggiat/pelaku usaha kopi kenalannya dan keluarga.

“Sampai akhirnya saya membuat analisa usaha dan membuka  warung Taruna Kopi dengan konsumen kalangan anak muda/milenial,: ujarnya.

Warung Kopi yang terletak di jalan lintas barat  Sumatera, desa Hajoran, Kecamatan Sei Kanan, Labuhanbatu Selatan ini menjadi tempat favorit anak muda untuk menikmati kopi sekaligus  diskusi/berkombor (istilah setempat).

Selain belajar tentang mengolah kopi, Aseng bersama komunitas Karang Taruna setempat juga mempelajari cara budidaya kopi masyarakat Aceh danToraja secara otodidak.

Tidak disangka, ternyata usaha kopi Aseng mendapatkan perhatian dari dinas Sosial Labuhanbatu Selatan. Pada Desember 2021 Dinas Sosial Kabupaten Labuhanbatu Selatan memberikan pelatihan dan bimbingan barista serta menyerahkan peralatan.

“Dinas Sosial memberikan penggilingan/coffee grinder untuk  mengolah kopi mentah menjadi kopi siap saji, drip coffee, moka pot an peralatan lainnya,” ujarnya.

Aseng mengatakan, bantuan yang diberikan dinas sosial sangat berpengaruh untuk perkembangan usahanya saat ini. Setelah satu tahun berjalan Aseng mengaku bisa menghabiskan 5 kg kopi Rabusta dan Campuran Arabika 2 kg dalam bentuk tepung.

“Saya juga penjualan kopi Robusta dalam bentuk biji yang telah dimasak  (roasting) atau bubuk halus yang bila dicium akan memberikan aroma yang khas,” tambahnya.

Dalam memenuhi bahan baku, Aseng mendatangkan kopi dari Kecamatan Dolok Sipiongot, Kabupaten Padang Llawas Utara melalui pedagang pengumpul dan petani kopi langsung dalam bentuk biji kopi yang sudah dijemur.

Aseng juga mendatangkan bahan baku kopi Arabica dari Provinsi Aceh, yang terdiri dari gabah kopi kering dengan harga Rp 35.000/kg, kopi chery dengan harga Rp 28.000/kg.

Sedangkan untuk kopi Robusta terdiri dari gabah kopi kering Rp 30.000/kg dan kopi kering Rp 15.000/kg.

“Khusus Arabica didatangkan dari Aceh, karena ketinggiannya sudah diatas 1000 Mdpl, sedangkan Robusta didatangkan dari Kabupaten Padang Lawas Utara dan Sipirok, Tapanuli Selatan dengan ketinggian 300 Mdpl,: ungkapnya.

Berbagai bahan baku tersebut diolah menjadi kopi yang siap dinikmati para konsumen.

Warung Taruna Kopi menjual bubuk arabica penyesuaian proses greand bean/roasting-natural dengan harga Rp 130.00/kg. honey coffee Rp 150.000/kg, semi wash coffe Rp 260.000/kg, full wash Rp 260.000/kg

“Selain itu juga menjual wine coffe dengan harga Rp 400.000 dan bubuk robusta Rp 140.000/kg,” tambahnya.

Mimpi besar Aseng dalam mengembangkan Taruna Kopi terus berlanjut. Salah satunya ialah akan dibuatnya pembibitan kopi di Kecamatan Dolok Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara dan Desa Parimburan, Kecamatan Sei Kanan, kabupaten Labuhanbatu Selatan yang duhu memang dikenal sebagai daerah perkebunan kopi.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Sosial, Sutrisno SH. yang di dampingi Sekretaris, Heri Isworo S. Sos, MSP saat ditemui dikantornya, Dinas Sosial Labusel, jalan Simpang Tiga Bukit, km 341 no 46 A-D Kotapinang.

Sutrisno mengatakan budidaya kopi sangat memungkinkan dilakukan didaerah tersebut karena ketinggian dan sejarah serta dukungan masyarakat menjadi hal yang utama.

Selain itu ia juga menyampaikan pada tahun 2023 juga akan dilakukan pelatihan-pelatihan barista kepada pemuda, serta bantuan alat barista.

“Saya berharap para pemuda yang dilatih kiranya terus mengembangan potensi diri dengan inovasi sinergi kolaborasi berbagai elemen dan penggiat kopi,” ujarnya.

Reporter : Istansu

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini