5 Maret 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Pedasnya Gertak Sambal Umi Choiriyah Bikin Nagih

Sinar Tani, Batu — Banyaknya pencinta makanan pedas di tanah air, menjadi daya tarik bagi para pelaku usaha kuliner. Ya, dengan prospek yang menjanjikan tersebut, membuat usaha kuliner pedas bisa menjadi pilihan yang tepat. Seperti Umi Choiriyah denngan usaha kuliner pedas Gertak Sambal yang banyak diminati pasar.

Usaha kuliner pedas Gertak Sambal yang dijalankan Umi Choiriyah memang istimewa. Tampil dengan citarasa yang berbeda membuat Gertak Sambal menjadi pilihan pencita kuliner pedas khususnya di Batu Malang.

Dengan memadukan berbagai bahan utama seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, hingga cabai keriting, membuat citarasa Gertak Sambal. Citarasa pedas dan gurih serta segar membuat Gertak Sambal selalu menjadi pilihan konsumen.

Ada 2 jenis sambal yang ditawarkan Gertak Sambal,  yaitu sambal orek dan sambal hijau. Kedua produk ini dibuat dengan bahan-bahan segar dan berkualitas.

“Proses pembuatan sambal orek dimulai dengan mencuci cabe rawit dan bawang putih sampai bersih, kemudian kedua bahan tersebut dihancurkan dalam bentuk masih agak kasar, setelah itu dimasukkan ke dalam wajan untuk penggorengan beserta bahan yang lain seperti garam, gula pasir, penyedap rasa, dan minyak goreng secukupnya,” ungkap Umi.

Setelah itu semua bahan dipanaskan dalam wajan diatas kompor dengan diberi beberapa helai daun jeruk purut serta diaduk sampai mendidih, dan sambal siap untuk disajikan.

Sementara untuk sambal hijau, prosesnya dimulai dengan mengupas kulit bawang putih dan bawang merah, cabe rawit hijau, cabe hijau besar, bawang putih dan bawang merah dicuci sampai bersih, setelah dicuci bersih kemudian dimasukkan ke dalam panci atau wajan berisi air  dan dipanaskan di atas kompor sampai berubah warna sedikit pucat,.

Baca Juga :   Kopi, Dongkrak Ekonomi Petani Dusun Sirap

“Lalu diangkat dan ditiriskan, setelahnya dihancurkan kasar dalam bnetuk kasar, semua bahan dimasukkan dalam wajan dengan diberi minyak goreng di atas kompor, tidak lupa diasukkan pula garam halus, gula pasir, dan penyedap rasa sambal tetap diaduk sampai mendidih, dan sambal siap  untuk disajikan,”tambahnya.

Dikatakan Umi, pada bulan Ramadan tahun ini permintaan sambal produksinya meningkat bila dibandingkan dengan sebelumnya.

”Kali ini orderan saya banyak, tahun ini memang membawa berkah untuk semuanya, terjadinya peningkatan pesanan dari customer merupakan adanya pergerakan kegiatan masyarakat yang kini sudah banyak dilonggarkan, sehingga permintaan dari konsumen meningkat dalam setiap harinya apalagi pada momen-momen tertentu,”pungkasnya.

Reporter : Soleman

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini