25 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Yogurt dan Susu Pasteurisasi, Andalan Cipto Tambah Pundi-Pundi

Sinar Tani, Batu — Bagi peternak sapi rakyat, pengolahan susu segar menjadi berbagai olahan saat ini menjadi suatu keharusan. Hal tersebut tidak lepas dari rendahnya minat masyarakat meminum susu sapi segar sekaligus dengan adanya produk olahan bisa menambah pendapatan para peternak.

Di berbagai sentra peternakan sapi, sudah menjadi suatu yang lumrah apabila ada peternak sapi yang juga membuat berbagai produk olahan susu. Salah satunya adalah Cipto, peternak sapi perah di Malang, Jawa Timur yang juga membuka home industry pengolahan susu sapi.

Pilihannya untuk membuka usaha pengolahan susu sapi tidak lepas dari semakin rendahnya minat masyarakat dalam mengkonsumsi susu segar.

”konsumsi terhadap susu olahan lebih banyak dibandingkan dengan konsumsi susu segar, pengolahan susu oleh industri rumah tangga dapat memberikan nilai tambah yang besar bagi usaha sapi perah rakyat,” ungkapnya.

Cipto mengatakan bahwa produk olahan susu yang banyak diminati masyarakat saat ini adalah susu pasteurisasi dan yoghurt.

“Susu pasteurisasi yang dilakukan pemanasan di bawah suhu didih untuk membunuh kuman atau bakteri negative, namun sporanya masih dapat hidup. Olahan lainnya berupa yoghurt berupa olahan dari susu yang telah difermentasi dan akan ditambahkan beberapa organisme baik,”paparnya.

Proses pembuatan susu pasteurisasi dimulai dengan memasak susu dengan cara disteam atau pasteurisasi secara manual sampai suhu susu mencapai 70 derajat Celsius selama 5 menit, Kemudian susu didinginkan pada suhu 60 derajat Celsius, setelah itu ditambahkan larutan air yang dicampurkan dengan gula, kemudian diaduk sampai benar-benar rata.

“Untuk mendapatkan varian rasa coklat ditambahkan perasa coklat dan pewarna makanan coklat, demikian juga rasa vanilla, strawberry, dan rasa melon ditambahkan perasa melon dan pewarna makanan hijau,”tuturnya.

Baca Juga :   Program YESS Bone, Lahirkan Cappebite Dengan Produk Cokelat Jahe

Saat ini yoghurt banyak dikonsumsi masyarakat karena memiliki inovasi beragam yang dapat dipadukan dengan berbagai sajian, yoghurt memiliki manfaat menjaga kekebalan tubuh, menunda lapar, dan mencegah osteoporosis.

Cipto  mengaku proses pembuatan yoghurt tidak sulit. Prosesnya dimulai dari susu dimasak dengan cara disteam atau pasteurisasi secara manual sampai suhu susu mencapai 70 derajat Celsius selama 5 menit, kemudian susu didinginkan pada suhu 40 derajat Celsius.

Selanjutnya ditambah kultur bakteri yogurt dan difermentasi selama 8-12 jam, setelah menjadi yogurt kemudian disaring dan ditambahkan larutan larutan air dan gula dengan diaduk sampai rata, untuk mendapatkan varian rasa melon ditambahkan perasa melon dan pewarna makanan hijau, demikian juga varian rasa strawberry, rasa leci rasa anggur, rasa orange, rasa mangga, dan rasa moca ditambahkan perasa moca dan pewarna makanan coklat.

“Yoghurt sebaiknya diminum pada saat perut kosong, karena banyak yang menganggap yoghurt sebagai pilihan terbaik untuk menu sarapan yang akan memberikan energi baru untuk memulai beraktivitas,”pungkasnya.

Reporter : Soleman

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini