22 Mei 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Jadi IP 200,Petani Desa Tarobok Tanam Padi-Jagung

Sinar Tani, Luwu Utara — Dalam meningkatkan laju produktivitas, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus berusaha meningkatkan  indeks pertanaman (IP), baik padi maupun tanaman pangan lainnya seperti jagung.

Salah satu yang sukses meningkatkan IP adalah Desa Tarobok Kecamatan Baebunta. Desa ini diketahui dulu hanya memiliki luas lahan kurang lebih 400 hektar di awal tahun 2000-an dengan lahan sawah tadah hujan, sehingga panen hanya dilakukan sekali dalam setahun, dengan indeks pertanaman 100.

Namun sekarang desa Tarobok sudah bisa meningkatkan Indeks pertanian menjadi IP 200 atau 2 kali panen dalam setahun.

Saya ingat sekali ini Tarobok, waktu dibuka dulu luas lahannya kurang lebih 400 ha pada tahun 2000. Itu pun juga sawah tadah hujan, sekali setahun. Selebihnya orang tanam jagung. Namun sekarang sudah IP 200 atau 2 kali panen,” ungkap Sekda Luwu Utara, Armiadi di acara Temu Teknis Penguatan Kelembagaan Pangan Masyarakat baru-baru ini di Warkop Teras Adira Masamba.

Apa yang dilakukan petani yang tergabung dalam kelompok tani dan gabungan kelompok tani di Tarobok patut diapresiasi karena berhasil meningkatkan IP dari 100 menjadi 200.

Kendati demikian, untuk naik menjadi IP 300 tentu tidak mustahil dilakukan sepanjang petani mampu menyiasatinya dengan berbagai upaya seperti optimalisasi lahan dan variasi tanam.

“Ini patut diapresiasi, karena petani menyiasatinya dengan menanam jagung. Padi – jagung itu pun IP 200 juga, tidak harus padi – padi, supaya lahan juga tidak bero. Bahkan kalau saya tidak salah, pernah sampai 3 kali, padi – jagung – jagung. Dua kali jagung, kan IP 300 juga, sehingga lahan kita ini dapat kita maksimalkan,” tutur mantan Kadis Pertanian ini.

Baca Juga :   Sosialisasi Perisai Untuk Penyuluh, BPJamsostek Gandeng Perhiptani Luwu Utara

Menurutnya, salah satu kendala terbesar dalam upaya meningkatkan indeks pertanaman adalah adanya alih fungsi lahan. Padahal aturan melarang alih fungsi lahan, terutama lahan sawah irigasi.

“Terus terang banyak alih fungsi lahan. Padahal sudah ada Undang-Undangnya, ada perda-nya juga, bahwa sawah, terutama yang beririgasi, tidak boleh dialihfungsikan menjadi pemukiman atau yang lain,” Tegas Armiadi.

Diketahui, saat ini luas lahan sawah di Kabupaten Luwu Utara berdasarkan data terbaru Dinas Pertanian sudah mencapai 30 ribu hektar lebih. Dengan luas lahan seperti itu, diharapkan produksi dan produktivitas padi makin meningkat, sehingga petani makin sejahtera.

Reporter : Suriady

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini