21 Februari 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Masyarakat Petani Barru Gelar Tudang Sipulung dan Mappalili

Sinar Tani, Barru — Masyarakat Bugis di Kabupaten Barru mengadakan Tudang Sipulang atau Musyawarah Mappalili yang merupakan tradisi sebelum mereka turun ke sawah.

Kegiatan Tudang Sipulang dengan tema kita wujudkan rumusan inovatif,produktif dan kolaboratif sebagai gerakan luas tambah tanam (LTT) musim tanam 2022/2023 menuju pertanian yang maju, moderen dan mandiri, dilakukan untuk mempertahankan tradisi masyarakat Barru dan  mempererat tali silaturrahmi antar masyarakat atau petani di Kab Barru.

Tudang sipulung atau Mappalili musim tanam 2022-2023 Se Kabupaten Barru  dirangkaikan dengan peresmian dan pemanfaatan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Tanete Rilau oleh Bupati Barru Ir H.Suardi Saleh,M.Si.

Selain itu Bupati Barru juga melakukan  penandatanganan Kerjasama Tani antara Pemerintah Daerah dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pemberian penghargaan pada kelompok tani dan penyuluh berprestasi, penghargaan pada kelompok tani dengan hasil ubinan tertinggi dan penghargaan pada kelompok IP 300/IP 400 serta penyerahan obat-obatan dan desinfektan pada 7 Kecamatan.

Bupati Barru Ir.H.Suardi Saleh mengungkapkan rasa syukur karena Tudang Sipulung Mappalili bisa dilaksanakan hari ini.

“Ditengah Pandemi Covid 19, Alhamdulillah sektor pertanian memberikan kontribusi besar bagi perekonomian di Barru selama masa pandemi Covid-19,” ungkapnya

Suardi Saleh mengatakan, sektor lain terdampak akibat pandemi justru  sektor pertanian membantu Kabupaten Barru mendongkrak sisi perekonomian.

“Itu karena kerjasama semua pihak  dan pentingnya menjaga  komitmen bersama yang telah disepakati melalui Tudang Sipulung Mappalili,”tegas Suardi Saleh

Melalui tudang sipulung ini menjadi wadah mempertemukan para ahli dan menghasilkan rumusan yang baik.

Kepala UPT Balai  Sertifikasi Mutu  Benih Ir.Mario Mega mewakili Dinas  Tanaman  Pangan  Dan Holtikultura Provinsi Sulsel turut mengapresiasi pelaksanaan tudang Sipulung atau mappalili, dimana kegiatan ini merupakan penyatuan rumusan Yang diambil secara modern dan tradisi masyarakat secara turun temurun.

Dia menambahkan, Sektor pertanian menjadi penyanggah ekonomi sedikit dapat  dampak dari pandemi Covid-19.Namun Pemerintah terus berupaya   penanganan  dan memperhatikan pada sektor pertanian yang kuat dan tangguh.

Selain itu kondisi ini bisa diatasi bila pemerintah dan Sthakholder serta semua pihak bekerjasama dan jangan biarkan petani berjuang sendiri, harapnya

Sementara itu Kadis Pertanian Ir.Ahmad, M.M yang menyampaikan rasa syukurnya karena acara ini bisa terlaksana.Meski kemarin hujan disertai angin kencang  tapi Alhamdullillah saat ini dalam keadaan cerah.

Ia mengatakan, tudang sipulung ini bertujuan untuk melahirkan rumusan dengan melibatkan narasumber dari pakar dan ahli pertanian serta akademisi.

Semoga hadirnya narasumber memberikan rumusan yang tujuannya mewujudkan rumusan inovatif,produktif dan kolaboratif.

Kepala UPT Balai  Sertifikasi Mutu  Benih Ir.Mario Mega mewakili Dinas  Tanaman  Pangan  Dan Holtikultura Provinsi Sulsel,  Unsur Forkopimda, Kepala Balai Proteksi  Peternakan dan Kesehatan Hewan drh.Suryanti  Haruni, Guru Besar Pertanian Unhas Prof.DR.Yunus Musa, BMKG, PT Pupuk Indonesia SHS Produsen Benih, BRI dan BPD.

Reporter : Suriady

 

 

 

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini