14 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

APBN Terbatas, KUR jadi Solusi

BIMTEK Akseleserasi Pembanguan Pertanian Melalui KUR 2023, | Sumber Foto:Sinta

Sinar Tani, Jakarta—Kian terbatasnya anggaran pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, membuat Kredit Usaha Tani (KUR) menjadi andalan untuk membantu permodalan pelaku usaha pertanian. Sejak peluncuran, ternyata skema kredit berbunga rendah tersebut kini mampu mengakselerasi pembangunan pertanian.

Saat Bimtek: Akseleserasi Pembanguan Pertanian Melalui KUR 2023, Koordinator Kredit Program dan Fasilitas Pembiayaan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Siswoyo mengatakan, karena anggaran pertanian kian menurun, pemerintah mendorong fasilitas pembiayaan melalui KUR.

Data penyaluran KUR sejak 2018-2022 menyebutkan, pada tahun 2018 APBN Kementerian Pertanian Rp 23,9 triliun, realisasi KUR sebanyak Rp 29,8 triliun. Kemudian tahun 2019 (APBN Rp 21,8 triliun, KUR Rp 36,17 triliun), tahun 2020 (APBN Rp 15,89 triliun, KUR Rp 55,3 triliun), tahun 2021 (APBN Rp 16,3 triliun, KUR Rp 85,6 triliun) dan tahun 2022 (APBN Rp 14,45 triliun, KUR Rp 113,4 triliun).

”Serapan KUR sektor pertanian 2022 mencapai 2,7 juta debitur dan realisasi kredit Rp 113,4 triliun atau 126,04 persen dari target Rp 90 triliun. Provinsi dengan penyaluran KUR tertinggi adalah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 23,6 triliun dari target 10,25 triliun. Bahkan NPL KUR hanya 0,82 persen,” kata Siswoyo.

Realisasai KUR terbesar dari subsektor perkebunan dari target sebanyak Rp 30,08 triliun, realisasinya Rp 38,47 triliun. Kemudian tanaman pangan (target Rp 26,47 triliun, realisasi 31,74 triliun), hortikultura Rp (target Rp 12,09 triliun, realisasi Rp 13,13 triliun) dan peternakan (target Rp 21,36 triliun, realisasi Rp 19,22 triliun).

Bagaimana dengan tahun 2023? Siswoyo mengatakan, pemerintah telah menetapkan target KUR tahun ini sebanyak Rp 100 triliun. Perinciannya, KUR tanaman pangan sebanyak Rp 28 triliun, hortikultura Rp 15 triliun, perkebunan Rp 33 triliun dan peternakan Rp 24 triliun.

KUR Alsintan

Untuk tahun ini, tambah Siswoyo, skema KUR ditambah dengan KUR Alsintan untuk pelaku usaha penggilingan padi dan Taksi Alsintan. Selama ini yang sudah berjalan yakni KUR Super Mikro dengan plafon Rp 10 juta dengan suku bunga efektif 3 persen, KUR Mikro (plafon Rp 10-100 juta) dan KUR Kecil dari Rp 100 -500 juta dengan bunga graduasi dari 6 persen hingga 9 persen.

Baca Juga :   Majukan Pertanian Banten, Untirta Sosialisasi Bibit Bersertifikat

”Mulai tahun ini, pemerintah melalui keputusan Menko Perekonomian Nomor 3 tahun 2023 telah meluncurkan KUR Alsintan dengan plafon Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar. Bunganya efektif hanya 3 persen,” katanya. Kemudahan lain KUR Alsintan ini yakni, agunan pokok bisa berupa alsintan yang dibiayai, jangka waktu kredit maksimal lima tahun dengan grace period sesuai dengan penilaian objektif penyalur kredit alsintan.

Untuk program Taksi Alsintan pemerintah akan mengembangkan di 500 kabupaten/kota dengan masing-masing kabupaten/kota sentra minimal sebanyak 2 unit. Bagi pelaku usaha yang berminat, pemerintah telah menyiapkan paket Taksi Alsintan dengan nilai Rp 1,986 triliun. Rincian alsintan yakni, Traktor Roda 2 (5 unit), Traktor Roda 4 (2 unit), Cultivator (3 unit), Pompa Air (5 unit), Handsprayer (5 unit) dan Combine Harvester (2 unit).

Menurut Siswoyo, pemenuhan paket unit taksi alsintan merupakan standar yang harus dipenuhi, tapi tidak mengikat dan tergantung kebutuhan alsintan sesuai dengan lokasi poktan/gapoktan/UPJA tersebut beradaJumlah dan jenis alsintan disesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah. Jadi satu paket taksi alsintan mengcover lahan minimal 200 hektar,” ujarnya.

Bagaimana dukungan perbankan untuk penyaluran KUR dan industri alsintan? Sahabat Sinar Tani bisa melihat kembali siarannya di SINTA TV melalui Youtube. Nah, bagi yang telah mengikuti kegiatan Bimtek bisa mengunduh e-Sertiifkat dan mendownload materinya di link bawah ini.

Link Materi : Klik Disini !!!

Link E Sertifikat : Klik Disini !!!

Link Esertifikat berdasarkan nomor : Klik Disini !!!

Reporter : Julian

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini