16 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Atasi Kelangkaan Pupuk, Widyaiswara BBPP Binuang Laksanakan Bimtek Pembuatan POC

Sinar Tani, Tapin — Kelangkaan pupuk dan harga yang tinggi membuat petani harus berfikir keras dalam mempertahankan usaha taninya. Untuk membantu petani menyediakan pupuk, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP Binuang) BPPSDMP Kementerian Pertanian, terus melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan pelaksaan Bimtek pembuatan POC dan Biochar.

Pupuk menjadi salah satu unsur vital dalam kegiatan usaha tani, untuk itu ketersediaan pupuk menjadi hal wajib bagi petani dalam menjalankan usaha tani. Namun saat ini, ketersediaan pupuk yang langka dan harga yang tinggi menjadi permasalahan utama petani saat ini.

Di beberapa kesempatan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu mengatakan pertanian global saat ini menghadapi kondisi pelik dengan harga pupuk yang melonjak sebagai imbas dari konflik Rusia-Ukraina.

Sebelum masa pandemi, harga urea tertinggi terjadi pada 24 Juni 2019 sebesar Rp. 4.123,-/kg. Sesaat setelah invasi Rusia ke Ukraina terjadi kenaikan sebesar 242% pada 25 Maret 2022, dan sampai saat ini kenaikan masih berlanjut.

Selain pengawasan tata kelola pupuk bersubsidi, SYL juga meminta semua pihak semakin kreatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk menyiasati ketersediaan pupuk bersubsidi. Sebagai salah satu solusi terbaik, perlu dilakukan pengembangan pupuk organik sebagai alternatif pengganti pupuk kimia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi juga mengatakan bahwa pemupukan merupakan komponen utama pada sebuah tanaman. Karena itu diperlukan keberimbangan baik urea maupun dengan proses perawatan.

“Salah satu diantaranya menggunakan varietas unggul, memperluas penggunaan pupuk organik dan melakukan pemupukan secara berimbang. Langkah ini penting dilakukan untuk menghasilkan padi berkualitas”.jelas Dedi Nursyamsi.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Widyaiswara Ahli Madya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP Binuang) BPPSDMP Kementerian Pertanian, Budiono,SP. MM. terjun langsung melatih petani melalui program Pengabdian Masyarakat.

Baca Juga :   Sinergi Kementan dan Baznas Sediakan Permodalan Bagi Petani Mustahik

Giat tesebut dikemas dalam bentuk Bimbingan teknis (Bimtek) Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) & Biochar yang turut diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT), Petani di sekitar Desa Pulau Pinang, serta Siswa Pesantren di sekitar Kabupaten Tapin.

Kegiatan yang diadakan pada Selasa (07/02) mengambil tempat di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Muda Berkarya, Kabupaten Tapin.

Turut hadir dalam Bimtek kali ini, Kepala Desa Pulau Pinang, Fani; Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Pulau Pinang Utara, Hamdan Arifin; Perwakilan United Tractors, Jayadi; serta Ketua P4S Muda Berkarya, Maulana Akbar

Bimtek dilakukan dalam rangka mendukung Gerakan Petani mendukung Organik (Genta Organik) yang diluncurkan Kementerian Pertanian dalam rangka memberikan solusi atas kelangkaan dan mahalnya pupuk dipasaran, yang dapat mengganggu ketahanan pangan nasional, dan akan meningkatkan inflansi disaat dunia sedang mengalami ancaman resesi ekonomi.

Kepala BBPP Binuang, drh. Bambang Haryanto,M.M turut mensupport kegiatan Pengabdian Masyarakat ini,dan berharap seluruh Widyaiswara mampu terus berkontribusi mencerdaskan SDM Pertanian

Reporter: Arfan/Budiono/Irfan

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini