5 Maret 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Inilah Peran Kalium dalam Budidaya Tanaman

Webinar Peran Unsur Hara Kalium pada Budidaya Tanaman | Sumber Foto:sinta

Sinar Tani, Jakarta—Pupuk dalam budidaya tanaman menjadi faktor penting untuk meningkatkan produksi. Salah satu unsur hara yang dibutuhkan tanaman adalah Kalium. Jika sampai kekurangan unsur hara tersebut, maka produktivitas tanaman bakal terpangkas. Sejauh mana peran unsur hara Kalium?

Banyak pertanyaan yang mencuat saat webinar Tabloid Sinar Tani membahas peran Kalium dalam budidaya tanaman. Seperti dari Nurhasyimah, penyuluh BPP Gandapura, Bireun, Aceh.

“Salah satu masalah yang dihadapi petani saat ini adalah harga pupuk K lebih tinggi dibandingkan pupuk lainnya, sehingga membuat petani seringkali meredusir, bahkan menghilangkan pupuk K dari standar pemupukan. Untuk menyikapi hal tersebut, apa saja bahan atau limbah yang memiliki potensi unsur K untuk pembuatan pupuk organik?” ungkap Nurhasyimah dalam chat di zoom meeting.

Begitu juga pertanyaan datang dari Ilyas Jawas, Penyuluh BPP Belawa, Kabupaten Wajo. Dikatakan, unsur Kalium sangat penting untuk pertumbuhan dan produksi tanaman. Walau unsur tersebut masih banyak dalam tanah, namun umumnya dalam keadaan tidak tersedia, hanya 2% yang tersedia. Sehingga tanaman harus mendapatkan asupan dari luar atau melalui pemupukan Kalium. Sayangnya, Pemerintah justru menghilangkan subsidi pupuk KCl.

Bagi kalangan petani dan penyuluh pertanian di Tanah Air, pupuk memang sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan. Karena itu, jika terjadi kelangkaan sarana produksi tersebut, pasti akan terjadi gejolak. Untuk menjadi pasokan pupuk ke petani, pemerintah pun mengatur tata kelola pupuk, terutama pupuk subsidi.

Sub Koordinator Pupuk dan Pembenah Tanah, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Budi Hanafi mengatakan, pupuk merupakan sarana produksi pertanian yang berperan penting meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman. Untuk itu, peredaran dan penggunaan pupuk harus mendapat pengawasan ketat, sehingga terjamin mutu dan efektivitasnya

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 16/M-IND/PER/2012 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pupuk Anorganik Tunggal  secara Wajib. “Jadi pupuk KCl ikut dalam pemberlakuan wajib SNI. Dengan demikian  Pupuk KCl yang telah terdaftar dan beredar wajib mengikuti SNI 02-2805-2005,” katanya.

Menteri Pertanian juga telah menerbitkan, Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 36/PERMENTAN/SR/10/ 2017 tentang Pendaftaran Pupuk An-Organik. “Jadi, pupuk yang telah terdaftar dijamin mutu dan efektivitasnya, termasuk pupuk Kalium,” kata Budi saat webinar Peran Unsur Hara Kalium pada Budidaya Tanaman yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani bersama PT. Lautan Luas, di Jakarta, Kamis (6/7).

Manfaat Pupuk Kalium

Menurutnya, ada beberapa manfaat pupuk Kalium bagi tanaman. Diantaranya, meningkatkan hasil panen, meningkatkan kualitas, memperkuat batang tanaman, tanaman lebih tahan stress dan serangan hama dan penyakit. Namun jika kekurangan Kalium, maka tanaman mudah layu, tampak pada daun tua dimulai dengan klorosis pada tepi daun, timbul nekrosis dan daun-daun gugur.

Baca Juga :   Penting bagi Tumbuhan, Pemberian Kalium Cek Dulu Kondisi Tanah

Data Ditjen PSP jumlah pupuk KCl terdaftar pada 2017 sebanyak 5 jenis, tahun 2018 (12 jenis), tahun 2019 (8 jenis), tahun 2020 (7 jenis) dan tahun 2021 sebanyak 8 jenis. Pupuk KCl yang terdaftar dalam bentuk. butiran,  cair, tepung. Tablet, prill,  batang, pelet dan bentuk lainnya. “Nomor pendaftaran pupuk tersebut berlaku selama 5 tahun. Jadi data tersebut adalah pupuk KCl terdaftar selama 5 tahun terakhir,” ujarnya.

Head of Produk Promotion Uralkali, Maxim Bratchikov mengatakan, Potassium (Kalium) berperan dalam meningkatkan resisten tanaman terhadap kekeringan, racun dan hama serta meningkatkan kualitas buah. “Kenapa tanaman membutuhkan potassium karena dapat meningkatkan resisten dari penyakit dan stress akibat serangga,” katanya.

Peran Kalium juga meningkatkan kualitas serta periode cadangan makanan tanaman, meningkatkan asimilasi dari CO2 dan meningkatkan resistensi tanaman terhadap kekeringan. Selain itu ungkap Maxim, Kalium juga dapat terlibat dalam proses metabolism dengan mengaktifkan lebih dari 60 enzim, dan meningkatkan level protein, zat pati serta hidrokarbon.

Maxim menjelaskan, kekurangan Kalium pada tanaman jagung mengakibatkan klorosis pada daun (daun kekurangan klorofil) dan daun akan menggulung. Kondisi itu membuat hasil produksi menjadi turun dan dampak lainnya. Sedangkan pada tanaman padi mengakibatkan nekrosis daun atau kerusakan atau kematian sel-sel, jaringan atau organ tumbuhan.

Sementara itu Lektor Kepala IPB University, Arief Hartono menambahkan, Fungsi Kalium sangat penting bagi tanaman. Misalnya, untuk metabolisme, pengaturan air di daun. Kalium juga dapat mengurangi serangan hama penyakit.

Namun demikian, ketersediaan Kalium sangat ditentukan sifat tanah yakni, kadar Ca-Mg dan jenis mineral klei (liat). Kalium tanah banyak dalam bentuk yang tidak tersedia. Karena itu perlu usaha untuk menambang K, baik secara kimia dan biologi. ”Bagi petani bisa memanfaatkan biomas Jerami untuk menambah Kalium pada tanah,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina Perhiptani, Mulyono Machmur berharap dengan adanya ancaman perubahan iklim dan El Nino, serta meningkatnya serangan hama penyakit, petani dan penyuluh pertanian bisa meningkatkan penggunaan pupuk mengandung unsur Kalium. Sayangnya, saat ini Mulyono melihat petani di wilayah Pantai Utara Jawa sudah jarang menggunakan pupuk KCL.

Padahal dengan tidak adanya subsidi pupuk KCL, petani bisa memanfaatkan bahan alami yang ada disekitar seperti jerami. ”Karena unsur hara Kalium bermanfaat menekan dan memproteksi tanaman dari serangan hama penyakit, seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Sekarang ini pemerintah justru tidak memberikan subsidi KCL. Penggunaan pupuk K ini harus disosialisasikan kepada penyuluh,” tuturnya

Bagi Sahabat Sinar Tani yang ingin mendapatkan link e sertifikat dan materi bisa diunduh di bawah ini.

Link Esertifikat : Klik Disini !!! 

Link Esertifikat Berdasarkan Nomor : Klik disini !!!!

Link Materi : Klik Disini !!!

Reporter : Julian

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini