25 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Ramuan Biosaka Merambah Mamuju

Mentan SYL saat di Mamuju | Sumber Foto:Dok. Humas Kementan

Sinar Tani, Mamuju—Sistem pertanian ramah lingkungan melalui ramuan Biosaka yang terbuat dari bahan alam sekitar sekaligus menghemat pupuk kimia mulai merambah Pulau Sulawesi. Terlihat saat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan panen padi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat dan mengaplikasikan ramuan tersebut.

Peningkatan produksi padi dengan cara alami ini merupakan bentuk akselerasi menghadapi tantangan global untuk terus memperkuat stok pangan khususnya beras yang merupakan kebutuhan pokok dalam negeri, bahkan dibutuhkan di seluruh dunia.

“Ada ancaman 347 juta orang akan kelaparan di dunai tahun depan. Bapak Presiden bilang, kalau sudah dikonsumsi, kemudian ada lebihnya, kenapa tidak dibawa keluar (red,- ekspor),” kata SYL saat panen tersebut sekaligus Bimtek pembuatan Biosaka bersama Muhammad Ansar, selaku penggagas Biosaka dari Blitar, di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (8/10).

Mantan Gubernur Sulsel dua periode itu menegaskan saat ini stok beras Indonesia surplus 10 juta ton. Dengan begitu, Indonesia sudah siap membantu negara-negara lain bila stok dalam negeri sudah berlebih. “Sekarang, saya masih punya stok 10 juta ton. Oleh karena itu, memang kita sudah siap untuk membantu negara lain kalau kita lebih (stok beras). Kalau kita lebih,” tegasnya.

SYL mengatakan, Kementerian Pertanian terus mendukung penuh program ketahanan pangan yang selama ini dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Potensi hamparan persawahan di Sulawesi Barat cukup luas untuk memperkuat stok beras nasional dan ekspor.

“Saya minta Pj Gubernur siapkan 2.000 ha untuk menyusun program yang dapat dihitung hasil akhirnya. Dengan demikian, pendapatan hasil panennya sudah dapat dihitung sekian yang dapat dihasilkan. Kalkulasinya dua hektare itu, menghasilkan pendapatan muara akhir tujuh ton. Itu cukup potensial untuk rakyat Sulawesi Barat,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan, luas hamparan padi yang dipanen ini 400 ha dengan produktivitas 7-8 ton/ha. Sekarang baru mulai diaplikasikan ramuan Biosaka yakni salah satu sistem teknologi terbarukan dalam perkembangan dunia pertanian.

Baca Juga :   Bulog Bagi-bagi Corn Seller ke Petani Lampung

“Biosaka bukan pupuk dan bukan juga nutrisi, tetapi elisitor yang dapat mengaktifkan atau mengekspresikan gen yang diperlukan tanaman sehingga dapat menghasilkan sel untuk pertumbuhan tanaman yang lebih baik,” katanya.

Menurutnya, Biosaka ini terbuat dari rerumputan yang dicampur air lalu diramu. Biosaka memiliki manfaat yang banyak. Diantaranya, mengefisien biaya produksi, hemat pupuk kimiawi, membuat hama penyakit sedikit atau hilang, hasil panen lebih bagus, tanah menjadi lebih subur, harga hasil panen menjadi bagus dan akhirnya petani mendapat untung yang besar. “Jadi, penyuluh dan petani dapat ikut praktek secara langsung,” tambah Suwandi

Reporter : Julian

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini