25 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Tingkatkan Perlindungan Petani, JICA dan Kementan Bangun Modernisasi Asuransi Pertanian

Sinar Tani, Jakarta — Kementerian Pertanian bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) lakukan evaluasi kegiatan serta langkah rekomendasi dan prospek kerja sama dalam pilot project Asuransi Usaha Tani Padi Indeks Hasil Panen Padi Berbasis Area (AUTP IHPPBA).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung D lantai 3 Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta ini dihadiri perwakilan JICA yang datang langsung dari Tokyo, Jepang, yaitu JICA Headquarters, Kawanishi Masato dan Ban Daichi, tim JICA Project for AUTP, Akiko Aikawa, serta tim JICA Indonesia, Nindita Paramastuti dan Erika Inoue.

Selain itu, turut hadir tim dari Sanyu Consultant sebagai konsultan untuk project AUTP IHPPBA, Hasiguchi, Direktur Pembiayaan, Ir. Indah Megahwati, MP dan tim dari Kelompok Pemberdayaan Permodalan dan Asuransi Pertanian (PPAP).

Diungkapkan Indah Megahwati, bahwa pentingnya program ini sebagai bukti pemerintah hadir ke tengah masyarakat dalam memberikan perlindungan usaha terutama saat paceklik dan krisis pangan melanda dunia saat ini.

“Saat ini sektor pertanian sedang menghadapi banyak masalah, tidak hanya di Indonesia   saja tapi juga secara global. Namun tiga tahun pengembangan pilot project asuransi pertanian ini menjadi bukti kita hadir memberi perlindungan petani dari kegagalan panen yang menimbulkan kerugian yang cukup besar,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut perwakilan JICA Headquarters, Masato memberikan apresiasi besar kepada Kementerian Pertanian yang sudah melakukan peningkatan dan kemajuan dalam penerapan AUTP, sejak 2017.

“Kami melihat banyak kemajuan dari project AUTP IHPPBA ini, walaupun masih sangat banyak hal yang harus diperbaiki. Bahkan tidak hanya dari 2017, sejak 2013 Kementerian Pertanian benar-benar koperatif terutama dalam sisi pelayanan pelaksanaan pilot project dalam perlindungan pertanian khususnya AUTP IHPBBA,” kata Masato.

Sementara itu, beberapa masukan diberikan perwakilan Sanyu Consultant, Hasiguchi untuk perbaikan program ini kedepan. Menurut Hasiguchi ada problematika yang ditemukan namun juga terdapat beberapa rekomendasi yang selayaknya mampu diterapkan oleh Kementerian Pertanian selaku regulator dalam program ini.

Baca Juga :   Food Estate Gagal? Silahkan Datang ke Humbahas

“Pertama, ubinan adalah tantangan utama dari AUTP IHPPBA ini, melihat sampling yang terbatas pada area panen desa, ada baiknya agar dinaikkan menjadi se-kecamatan, untuk mengurangi error yang ada. Kedua, peningkatan SDM pendamping agar ubinan yang dihitung valid dan tepat. Ketiga, diharapkan adanya peningkatan nilai pertanggungan premi serta risiko pertanggungan. Dan terakhir: adanya simplifikasi dari step dalam pendaftaran serta klaim asuransi” jelas Hasiguchi.

Hasiguchi menambahkan bahwa risiko pertanggungan misal karena angin topan atau badai siklon sebaiknya juga ditanggung, mengingat AUTP IHPPBA adalah asuransi multi-risiko, serta meningkatkan rasio premi di tingkat kecamatan dan kompensasi yang ditingkatkan.

Koordinator Kelompok PPAP, Ika Purwani dan Direktur Pembiayaan Kementan, Indah Megahwati berharap agar proses ke depan lebih mengarah dalam pelayanan kepada petani dalam bentuk modernisasi dan digitalisasi internal Kementerian Pertanian.

“Besar harapan juga kerjasama terkait sistem yang lebih baik bersama PT. Jasindo selaku mitra pelaksana dari program AUTP ini untuk proses simplifikasi sehingga end-to-end process nya bisa lebih sederhana, cepat, tepat dan valid demi meningkatkan kualitas dalam pelayanan perlindungan usahatani bagi petani dan peternak yang ada di Indonesia,’ ujarnya.

JICA merupakan organisasi yang diketahui berperan dalam melaksanakan Bantuan Pembangunan Resmi atau Official Development Assistance (ODA) Jepang, JICA telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Pemerintah Daerah khususnya Kabupaten Karawang dan Kabupaten Kendal dalam pengembangan project sejak 2017.

Pilot Project AUTP IHPPBA sendiri merupakan pengembangan program asuransi pertanian yang menjadi tusi perlindungan usaha tani para petani dalam kegiatan Direktorat Pembiayaan Pertanian saat ini.

Reporter : Ridho Gunawan

 

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini