15 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

MSMB Kembangkan Teknologi Smart Farming dari Problem Petani

Sinar Tani, Yogyakarta — Start up asal Yogyakarta, Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) mencoba menerapkan inovasi pemanfaatan IoT pada bidang teknologi pertanian. Tim MSMB mencoba mencari problem-problem dari customer khususnya para petani, untuk kemudian menciptakan teknologi yang bisa membantu petani dalam melakukan budidaya pertaniannya.

Hal tersebut diungkapkan CEO PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa, Yono Natawidjaya saat ditemui Tim Tabloid Sinartani di kantor MSMB Kawasan Bantul Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Yono menjelaskan MSMB memiliki 2 Departemen yaitu RiTx Bertani dan RiTx Market. RiTx Bertani fokus pada pembuatan teknologi pertanian, sementara RiTx Market diciptakan sebagai offtaker buah-buahan dan sayur sayuran dari para petani yang bekerjasama dengan pihak MSMB.

“Hasil pertanian tersebut kemudian dipasarkan baik di modern market atau kios-kios di Jateng & DIY. Sekilas tentang MSMB, di satu sisi berkonsentrasi memecahkan problem petani di lahan, sisi lain adalah bagaimana membantu petani menyalurkan hasil panen ke pasar yang lebih luas,” tambahnya,  ,

Smart Farming

Smart farming merupakan salah satu upaya yang dikembangkan MSMB untuk memecahkan masalah petani dari hulu sampai hilir. Ada 3 alat berbasis IoT yang sudah dibuat MSMB yaitu Jinawi, Bathara dan Amerta yang semuanya terintegrasi dengan aplikasi berbasis android bernama RiTx Bertani.

Yono menjelaskan Jinawi merupakan sistem pintar rekomendasi pemupukan, yang terdiri dari sensor NPK dan pH yang terhubung dengan aplikasi android RiTx Bertani. Jinawi ini menjadi teknologi yang sangat dibutuhkan petani dan wajib dimiliki, karena sangat membantu petani pada saat akan melakukan budidaya atau tanam.

“Mereka bisa mengukur kadar N, P, K dan pH di dalam tanahnya. Sekarang petani itu kan semua tradisional, mereka nggak ada alat untuk mengukur N, P, K dan pH di dalam tanahnya,” tambah Yono.

Lebih lanjut Yono menambahkan, bahwa Jinawi memiliki perbedaan dari para kompetitor yang ada di pasaran. Selain harga yang lebih terjangkau, menggunakan Jinawi, petani bisa dengan mudah mendapatkan rekomendasi mengenai kebutuhan pupuk tanaman mereka dengan lebih presisi.

Baca Juga :   BPDPKS dan BRIN Dorong Pemanfaatan Kebaikan Sawit untuk Hortikultura Indonesia

“Jadi dia bisa tahu berapa kebutuhan N, P, dan K atau PH nya berapa. Misal pH  rendah bisa ditambah dolomit, atau kalau N nya sudah tinggi, untuk apa ditambah N. Jadi dengan Jinawi petani bisa melakukan efisiensi dalam penggunaan pupuk,” tegasnya.

Selain Jinawi, MSMB juga memiliki Bathara yang merupakan sistem pintar pengendalian hama berbasis cuaca. Teknologi lain yaitu Amerta yang merupakan sistem pintar irigasi dan fertigasi presisi yang bisa diterapkan baik di lahan ataupun di greenhouse.  S

Sementara itu Vitri Juniati, Head of Marketing MSMB menjelaskan bahwa sejak 2018, MSMB sudah mengembangkan aplikasi RiTx Bertani dan berbagai teknologi smart farming ini. Pengembangan berbagai teknologi ini dilakukan dengan harapan bahwa petani Indonesia bisa bertani dengan lebih presisi, bertani yang berbasis data dan informasi.

“Menggunakan RiTx Bertani petani harus memasukan informasi mengenai lahan, seperti luas, jenis tanah, komoditas apa yang ingin ditanam, hingga target panen. Semua informasi ini  kemudian menjadi basis data yang digunakan ketika petani menggunakan berbagai teknologi smart farming MSMB, sehingga baik itu rekomendasi pemupukan dari Jinawi, notifikasi serangan hama dari Bathara ataupun pengaturan irigasi menggunakan Amerta bisa lebih presisi sesuai kondisi lahan petani”, ujarnya.

Integrasi berbagai teknologi smart farming dengan aplikasi RiTx Bertani ini dikembangkan oleh MSMB dengan harapan bahwa petani Indonesia bisa menjadi petani pintar.

Vitri menambahkan bahwa berbagai teknologi MSMB saat ini sudah digunakan oleh petani di berbagai wilayah di Indonesia. Bermitra dengan berbagai stakeholder baik dari sektor privat ataupun pemerintahan, MSMB juga mengembangkan dashboard yang bisa menunjukan informasi mengenai penerapan smart farming dengan RiTx Bertani ini.

Reporter :  Dede

 

 

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini