22 Mei 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Budidaya Hidroponik Low Budget

Foto Cover Sinar Tani Edisi 3976 | Sumber Foto : Sinar Tani

Sinar Tani, Jakarta—Budidaya hidroponik kini menjadi tren di masyarakat, khususnya yang tinggal di perkotaan. Dengan lahan terbatas, warga masih tetap bisa bertani. Bahkan menghasilkan produk pertanian, terutama sayur yang lebih sehat.

Namun kesan mahal masih menyelimuti benak sebagian masyarakat ketika akan melakoni budidaya hidroponik. Bukan hanya perangkat atau media tanam diperlukan, tapi juga naungan menggunakan green house yang harus dibuat.

Menurut Kunto Herwibowo, pemilik Keboen Hidroponik’koe, modal satu sistem hidroponik per meter persegi ialah Rp 500 ribuJika menggunakan green house harus menambah Rp 500 ribu per meter. Belum lagi biaya untuk membeli benih dan nutrisinya.

Bagi masyarakat yang  berpenghasilan pas-pasan akan terasa berat. Tapi ternyata budidaya hidroponik bisa menghasilkan produk berkualitas meski tanpa naungan (green house). Kunto melihat, hidroponik tanpa naungan justru memiliki beberapa kelebihan.

Pertamapertumbuhan yang lebih cepat 30% dibanding gren housePasalnya, sinar matahari akan maksimalsehingga proses fotosintesis tidak terhalang dan proses penyerapan hara yang cepat.  “Plusnya pada saat kemarau panen lebih cepat misalkan usia panen 40 hari di green house, tanpa green house 32-35 hari sudah bisa dipanen,” ungkapnya. 

Budidaya hidroponik tanpa naungan juga menjadi pilihan Kelompok Tani Sadewa yang berada di Desa Wanaheran, Gunung Putri, Bogor. Heryanto yang menjadi nahkoda Kelompok Tani Sadewa mengatakan, konsep kebun hidroponik tanpa naungan dianggap pas karena tidak membutuhkan dana yang terlalu besar. Dari sisi hasil budidaya lebih baik dan lebih cepat panen.

Lahan hidroponik yang dikelola Kelompok Tani Sadewa seluas 1.200 meter dengan 17 ribu lubang tanam. Menggunakan dana desa dan memanfaatkan lahan desa, Pemerintah Desa Wanaherang, Kelompok Tani Sadewa membangun kebun hidroponik sebagai tempat memperkenalkan urban farming kepada masyarakat sekitar.

Baca Juga :   Kolam Retensi Susukan Hadir, Petani Bebas Banjir

“Kita menggunakan konsep yang sederhana dengan menggunakan talang air yang dibelah. Untuk menjaga suhu air, tandon air sebagai tempat nutrisi kita tanam dalam tanah hasilnya tanaman tidak akan layu ketika terpapar terik matahari dan juga kebun terlihat rapi,” tuturnya.

Pertanian hidroponik tanpa naungan atau Green House (GH) memiliki kelebihan dan kekurangan. Baca halaman selanjutnya.

 

Reporter : Herman/wawan

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini