25 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Ragam Kreasi Sawit, Peluang Bisnis UMKM

Talkshow Hibrid Sosialisasi Ragam Olahan Berbasis Sawit untuk Pekebun, yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani bekerjasama dengan BPDPKS , Rabu (17/5). | Sumber Foto:Sinta

Sinar Tani,, Lebak—Sawit selama ini menjadi komoditas pengisi kocek negara dengan devisa ekspor minyak sawit yang cukup besar. Sebagai negara terbesar penghasil sawit, bangsa Indonesia perlu menggarap produk sawit lainnya yang juga mempunyai potensi cukup besar. Bahkan limbah sawit pun bisa menghasilkan cuan.

Selama ini banyak produk sawit yang bisa dimanfaatkan. Minyak sawit bisa menjadi bahan baku makanan seperti mentega, lemak untuk masakan, bahan tambahan coklat, bahan baku es krim, pembuat asam lemak, bahkan sebagai bahan baku berbagai industri dan bahan pakan ternak.

Produk minyak sawit juga bisa menjadi bahan baku kosmetik dan obat-obatan. Sebut saja, krim, shampo, lotion dan vitamin A. Hasil penelitian ternyata, minyak sawit lebih mudah diserap kulit dibandingkan dengan jenis minyak lain. Banyak lagi produk turunan dari minyak sawit.

Yuli Aulia Rachmah, praktisi olahan minyak sawit dari PT Nutri Palma Nabati mengatakan, dari minyak bisa diturunkan menjadi tiga kategori yaitu minyak sawit untuk pangan, non pangan dan bahan bakar.  Nah, beberapa contoh produk turunan minyak sawit antara lain untuk pangan yang dihasilkan dari minyak sawit murni yaitu minyak goreng, margarine, jelly, ice cream, mentega putih (bahan kue) dan lain-lain.

Sedangkan yang non pangan antara lain, pasta gigi, sabun, shampoo, lotion, detergent sampai pakaian. Sementara untuk bahan bakar yaitu bio solar B30. “Saat ini saya focus mengembangkan minyak sawit murni,” kata Yuli saat Talkshow Hibrid  Sosialisasi Ragam Olahan Berbasis Sawit untuk Pekebun, yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani bekerjasama dengan BPDPKS , Rabu (17/5).

Limbah Sawit

Selain produk turunan minyak sawit, ternyata limbah sawit pun bisa bermanfaat. Beberapa pengrajin mampu menghasilkan produk dari limbah sawit. Seperti lidi sawit, krey sawit dan gula sawit. Seperti Cinan yang sukses menjadi pengrajin krey sawit. Bahkan kini dirinya mendapat amanah sebagai Ketua Kelompok Pengrajin Krey Sawit, Sumber Rezeki, Lebak, Banten.

”Awalnya kami hanya 10 orang, tapi kini hampir 200 orang yang menjadi pengrajin krey sawit di Lebak,” katanya. Dengan minimal produksi 300 lembar, perajin bisa membawa uang Rp 6 juta setiap pekan. Angka tersebut jauh lebih tinggi ketimbang menjadi buruh tani. Tak heran jika kini penghidupan pekebun atau buruh kebun lebih baik.

Baca Juga :   KUR, Solusi Saat Petani Kesulitan Modal

“Kondisi bangunan rumah mereka pun kebanyakan semi permanen dan anak-anaknya bisa melanjutkan Perguruan Tinggi,” tambahnya.  Namun Cinan mengakui, kendala dalam usahanya adalah mengajak masyarakat membuat krey. “Ketika harganya murah, masyarakat tidak mau,” ujarnya,

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat mengatakan, dengan potensi kebun sawit di Indonesia yang cukup besar yang mencapai  14,9 juta hektar, menjadi peluang bagi pekebun. Sayangnya disisi lain banyak kendala yang dihadapi pekebun sawit di Indonesia, khususnya Lebak. Misalnya, fluktuasi harga TBS dan masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan pekebun dalam memanfaatkan olahan sawit.

Dikatakan, banyak hasil dari turunan produk sawit, baik dari tandan buah segarnya maupun produk lainnya, bahkan limbahnya. Produk tersebut bisa dimanafaatkan, baik yang bersifat pangan maupun non pangan. “Sayangnya mayoritas pekebun, khususnya Lebak belum paham bahwa masih banyak turunan sawit yang bisa memanfaatkan. Padahal peluangnya cukup besar, baik yang sifatnya pangan dan non pangan,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap petani di Kabupaten Lebak dapat memanfatakan secara maksmial, supaya bisa berdaya dan berhasilguna. Dari sawit ungkapnya, bisa untuk bahan baku berbagai produk pangan dan non pangan. “Jadi bukan hanya produk turunan CPO-nya, tapi berbagai turunan dan produk lain juga bisa mendapatkan keuntungan dan ekonomis yang bisa menambah peningakatan pendapatan pekebun,” tuturnya.

Untuk mendorong inovasi produk berbasis sawit, BPDPKS pun memberikan dukungan dengan berbagai fasilitas baik pendanaan maupun hasil riset. Seperti diungkapkan Helmi Muhansyah, Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi BPDPKS. ”Kami selalu mendukung pengembangan UMKM yang mengolah produk berbahan baku sawit,” katanya.

Materi : Klik Disini !!!
Sertifikat : Klik Disini !!!
Cari Bersasarkan Nomor : Klik Disini !!!

Reporter : Julian

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini