22 Mei 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Bisnis Penting bernama Taksi Alsintan

Pemerintah luncurkan program Taksi Alsintan di Jawa Timur | Sumber Foto:Dok. Sinta

Sinar Tani, Jakarta — Tiga C yaitu Covid, Conflict (perang Rusia-Ukraina), dan Crisis yang mengakibatkan ancaman terhadap ketersediaan pangan global memicu upaya peningkatan produksi pangan lebih masif lagi. Salah satunya melalui program Taksi Alsintan yang diharapkan berdampak luas (multiplier effect), tidak hanya terhadap produksi pertanian pangan tetapi pada ekonomi perdesaan secara keseluruhan.

Penggunaan alsintan di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan di negara-negara lain, bahkan dengan di beberapa negara kawasan Asean. Program Taksi Alsintan, yang gagasannya pernah muncul sekitar tahun 1998 yang saat itu disebut Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), direalisasikan dengan memberikan kemudahan dalam pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ini adalah solusi cerdik dalam menggantikan pola bantuan yang biasanya diberikan secara cuma-cuma kepada kelompok tani dengan pola pembiayaan oleh pemerintah melalui bank, yang pembayarannya ditanggung oleh masyarakat.

Taksi Alsintan merupakan sinergi kegiatan antara Pemerintah-Perbankan- Pengusaha Alsintan dalam memberikan kemudahaan kepada pelaku bisnis pertanian dan pelayanan jasa alsintan. Program KUR cukup berhasil. Nasabah dan kreditnya meningkat dengan Non Performing Loan (NPL) rendah, dan sekarang terbuka untuk pembelian alsintan. Diharapkan ketersediaan alsintan dengan jumlah yang cukup untuk pengolahan tanah, pemeliharaan tanaman, penanganan pasca panen dan pengolahan atau pemasaran akan mampu meningkatkan produksi, kualitas produk, juga mengurangi kehilangan hasil (loss) dan keuntungan petani.

Ada beberapa keunggulan Taksi Alsintah dibandingkan dengan pola bantuan, antara lain pertama mendidik masyarakat pedesaan dan petani untuk tidak tergantung kepada bantuan. Kedua, jenis alsintan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing wilayah karena pembeli alsintan mengetahui keadaan daerahnya masing-masing serta jenis dan jumlah alsintan yang dibutuhkan.

Ketiga, terjadi multiplier effect yang besar karena selain produksi dan kualitas produk pertanian meningkat, akan muncul pula kegiatan ekonomi terkait seperti operator alsintan, pelayanan jasa alsintan, perbengkelan dan pengolahan hasil yang menyerap tenaga kerja perdesaan.

Banyak inovasi yang dikembangkan petani di pedesaan seperti pertanian tanpa limbah, peningkatan efisiensi dalam pemeliharaan ternak, pakan ternak dan perikanan, pengembangan pupuk organik sampai dengan yang lebih maju lagi seperti pengembangan otomasi alsintan oleh kelompok anak muda yang kreatif.

Pembuatan silase pakan ternak, pengembangan maggot, pupuk organik juga sedang marak. Akan sangat membantu jika KUR membiayai pula upaya-upaya inovatif yang menumbuhkan aktivitas ekonomi pedesaan. Kredit Modal Ventura yang sempat dicanangkan dua dekade lalu bisa mengikuti pola KUR untuk alsintan.

KUR memang mulai memberikan dampak positif. Lagipula pengamanannya cukup baik dengan memberikan ketentuan yang mengikat bagi nasabah, bank maupun perusahaan penyedia alsintan yang bertujuan untuk meningkatkan prosess pemantauan dan pengawasan. Misalnya keharusan untuk memasang GPS, pemeliharaan dan pengadaan suku cadang, jangkauan pelayanan dan status nasabah. Kita ingin melihat hasil positif lebih jauh di lapangan.

Reporter : Memed Gunawan

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini