25 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Embung Karanggeneng Surganya Para Hobies Tanaman

Objek Wisata Embung Karanggeneng

Sinar Tani, Semarang — Sebagai salah satu destinasi wisata baru di Semarang, Embung Karanggeneng terus berbenah. Selain menawarkan keindahan alam, Embung Karanggeneng juga dijadikan sebagai Agrowisata surganya para hobies yang menyajikan berbagai tanaman buah dan hortikultura lainnya/

Embung yang berada dalam Kawasan Kebun Benih Holtikultura Karanggeneng, dibawah koordinasi Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (B2TPH) Wilayah Semarang, Dinas Pertanian & Perkebunan Provinsi Jawa Tengah ini memang baru satu tahun berdiri.

Namun dengan berbagai kegiatan yang digelar, embung yang terletak di Dukuh Karanggeneng Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang tidak pernah sepi. .

Kebun benih yang mengelola lahan kebun seluas 11,69 Ha ini menghasilkan produksi berupa buah dan benih. Komoditas buah yang diusahakan disini adalah  durian, sirsak, rambutan, jambu air, jambu kristal, kelengkeng, buah naga . Sekarang baru disiapkan untuk penanaman porang.

Embung Karanggeneng di angkat sebagai destinasi wisata dengan menggunakan nama Embung Karanggeneng View Agroedupark, atau Bahasa kerennya EK-View Agroedupark.

Gelar Berbagai Event

Sejak dilaunching pada 18 Desember 2021, EK-View Agroedupark telah di selenggarakan berbagai event, walaupun tentu saja masih menaati prokes ketika pandemi masih melanda dahulu.

Event itu antara lain Pasar Semi ( Sabtu-Minggu), Setiap hari Sabtu dan Minggu, lapak-lapak yang disediakan disana di penuhi oleh pedagang makanan tradisional dan buah.

Makanan tradisional yang dijajakan antara lain seperti gengar pecel, petis kangkung, jajan pasar. Sedang buah-buahan yang dijual menurut musim buah saat itu. Ketika musim durian dan rambutan ya durian dan rambutan yang di jual.

Beberapa event besar sukses dilaksanakan disini. Antara lain Gelar Buah Nusantara (GBN), Pasar Buah, hingga Pelantikan Pengurus Maporina Jateng yang ketika itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pada kesempatan tersebut, Subandriyo Ketua Maporina Pusat, disamping melantik Pengurus Maporina Provinsi Jawa Tengah secara langsung, juga melantik 3 Pengurus Maporina Provinsi di luar Jawa secara daring.

Bila cuaca cerah, setiap hari Sabtu dan Minggu kebun ini semarak dengan kehadiran pengunjung berwisata. Sedang angkringan mulai di kunjungi pelanggan bila hari menjelang malam.

Surganya Para Hobies Tanaman

Secara permanen di pinggir jalan masuk dibangun sebuah bangunan cantik untuk Outlet buah dan sayur segar. Setiap hari di tempat ini dipajang buah dan sayur serta produk-produk turunan nya. Buah-buahan seperti buah  naga, alpukat, waluh jepang, jeruk, melon, papaya, kelengkeng. Sedang sayur berupa tomat, wortel,cabai merah, cabai rawit, bawang merah tertata rapi.

Ditempat ini juga ada sarana pertanian bagi para hobbies, dan pada waktu tertentu dibuka Klinik pertanian untuk solusi masalah pertanian yang dihadapi petani dan hobbies.

Tempat ini berkembang menjadi sebuah café, yang menyediakan segala minuman, makanan ringan dan makanan berat pula. Beberapa pondok, ada 4 pondok ukuran 4 x 6 m dan 1 pendopo ukuran 8 x 15 m,  berdiri di keteduhan tanaman melngkapi café tersebut.

Pojok ini diberi nama: “ Angkringan Bawah Duren”. Nama tempat nongkrong,untuk istirahat makan minum yang sedang ngetrend sekarang ini. Disiang hari yang terik, pengunjung bisa duduk-duduk di bawah payung atau di pondok-pondok dibawah  kerimbunan daun pohon durian, sambal memesan makanan dan minuman.

Menu andalan yang digemari pengunjung adalah nasi goreng babat dan bakmi rebus. Selera bintang lima, harga kaki lima.

Pada awal berdiri, 2 embung atau kolam penampungan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air di area perkebunan ini. yang ada di  disediakan sebagai spot memancing.    Embung yang kecil untuk spot mancing anak-anak, dan embung satunya lagi yang agak besar digunakan untuk spot mancing orang dewasa.

Namun karena cuaca yang kurang kondisif, banyak hujan dan angin, sementara kegiatan pancing memancing di istirahatkan dulu.

Sebagai destinasi wisata dan wahana pendidikan di bidang pertanian, tempat ini masih terbuka lebar dan luas untuk dikembangkan. Tempat yang strategis, dipinggir jalan utama Ungaran ke Gunungpati, Semarang atau Kendal. Dari kota Ungaran hanya sepelemparan batu, dari kota Semarang kira-kira 20 km. Udara yang masih bersih, lepas dari kebisingan kota merupakan kebutuhan banyak orang.

Reporter : Djoko W

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini