14 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Impatiens Berpotensi “Cuan”, Petani dan Penangkar DKI Jakarta Dilatih Budidaya

SINARTANI, Jakarta — Tanaman hias menjadi salah satu alternatif komoditas pertanian yang dapat dikembangkan di DKI Jakarta. Bunga jenis Impatiens, yang banyak dijumpai di taman-taman, ternyata menjadi salah satu unggulan ekspor selain Anggrek dan Krisan.

Sebanyak 117 orang petani, penangkar, dan pebisnis tanaman hias di DKI Jakarta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Aula Taman Anggrek Ragunan, Jakarta pada Kamis (29/9).

Bimtek bertema “Penerapan Teknologi Budidaya Tanaman Hias Impatiens Untuk Meningkatkan Kapasitas dan Kompetensi Petani dan Penangkar di DKI Jakarta”, merupakan kolaborasi Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Kementerian Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, serta Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta Kementerian Pertanian.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Kementerian Pertanian, Muhammad Thamrin mengatakan kegiatan ini merupakan suatu bentuk kepedulian dan kehadiran Kementerian Pertanian dengan Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan berbagai pengetahuan keterampilan bagi para petani, pecinta, dan pelaku usaha tanaman hias.

“Diharapkan peserta dapat lebih mendalami potensi tanaman hias, karena di negara-negara maju, tanaman hias itu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Potensi ekonomi tanaman hias bisa lebih tinggi daripada komoditas pertanian lainnya.  Nilai ekspornya mencapai triliunan rupiah, “ ujarnya

Bimtek bertujuan mengakselerasi penyebarluasan benih impatiens atau pacar air ini. Impatiens ini merupakan salah satu komoditi ekspor Indonesia yang sudah sangat terkenal di mancanegara.

Balithi sudah menghasilkan 17 varietas, yang sudah diekspor ke Jepang, hal ini berkat kerjasama Kementerian Pertanian dengan Sakata Seed Corporation, Jepang.

“Jangan ragu kepada generasi muda bekerja di bidang pertanian khususnya florikultura, karena tidak hanya bisa meningkatkan pendapatan namun juga menciptakan lapangan kerja. Balithi menghibahkan 3000 benih impatiens kepada Dinas KPKP DKI Jakarta untuk diberikan kepada masyarakat, “ kata Muhammad Thamrin.

Baca Juga :   Belajar Bisnis Alpukat Di Specta Farm Ciapus

BPTP DKI Jakarta sangat mengapresiasi peserta yang antusias mengikuti Bimtek ini.

“Bunga impatiens tampilannya sangat cantik dan menarik, saya yakin masyarakat Jakarta khususnya, juga masyarakat umum tertarik dengan bunga tersebut. Hasil dari bimtek ini diharapkan bisa membuat petani penangkar memenuhi kebutuhan minimal Jakarta dan sekitarnya. Semoga mereka juga bisa mengekspor ke mancanegara,” kata Kepala BPTP DKI Jakarta, Nurhayati.

Semantara itu, Kepala Bidang Pertanian DKPKP DKI Jakarta, Mujiati mengaku Impatiens adalah komoditas unggulan Kementerian Pertanian selain Anggrek dan Krisan. Impatiens biasanya dibudidayakan di dataran tinggi, namun saat ini Balithi sudah bisa menghasilkan jenis impatiens yang bisa dibudidayakan di dataran rendah, dan akan disebarluaskan di seluruh Indonesia.

“DKI Jakarta dijadikan yang pertama untuk kegiatan kerjasama ini. Peserta kita berikan benih untuk dibawa pulang, sehingga dapat belajar membudidayakan impatiens dari materi yang diberikan. Setelah berkembang kita akan bicarakan ekonominya,” ungkap Mujiati.

Mujiati menambahkan, tanaman hias merupakan salah satu potensi ekonomi yang bisa dikembangkan di Jakarta. Lahan tidak terlalu luas, harga jual sangat tinggi, mudah dilakukan perbanyakannya.

Selama ini masyarakat Jakarta lebih banyak mengembangkan tanaman sayuran. Tanaman hias ada yang berdaun indah dapat sebagai dekorasi ruangan di perkantoran dan pertanaman. Harga jual tanaman hias bisa sangat tinggi apabila tanaman tersebut unik dan langka.

“Kami sebagai pelaku usaha tanaman hias sangat berterimakasih atas Bimtek dari Balithi, DKPKP DKI Jakarta, dan BPTP Jakarta, yang sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan kami, “ kata Agus, salah satu peserta Bimtek yang juga seorang pebisnis tanaman hias di Taman Anggrek Ragunan. Indri

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini