14 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Kampung Buah, Peluang Manis bagi Penangkar Benih

Kampung buah menjadi peluang bisnis bagi penangkar benih | Sumber Foto:Dok. Sinta

Sinar Tani,Jakarta—Pengembangan kampung hortikultura, khususnya buah, sudah pasti memerlukan dukungan benih unggul. Kebutuhan yang cukup besar tersebut menjadi peluang terbuka bagi produsen dan penangkar benih. Bahkan pemerintah sudah berniat menggandeng penangkar benih.

Data Ditjen Hortikultura, pada tahun 2021 sudah terbentuk 862 kampung buah dengan luas lahan 8.105 ha. Sedangkan tahun 2022 sebanyak 766 kampung buah dan luasanya 8.085 ha. Jenis buahnya, mangga, manggis, lengkeng, jeruk, pisang, alpukat dan durian.

Dengan semakin meningkatnya jumlah kebutuhan benih untuk pemenuhan kampung buah dan adanya kendala keterbatasan jumlah benih yang sanggup diproduksi Balai Benih Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura memperluas kerjasama produksi benih dengan lembaga-lembaga penelitian dan produsen benih.

“Sedangkan untuk kebutuhan kampung buah yang benihnya tidak bisa dipenuhi dari produksi benih, maka dilaksanakan melalui kegiatan pengadaan benih,” kata Direktur Perbenihan, Ditjen Hortikultura, Inti Pertiwi Naswari.

Jika ditanya bagaimana peran perbenihan dalam berdaya saing? Inti menegaskan, tidak perlu dirisaukan lagi. “Kita tidak bisa main-main dalam perbenihan ini. Jadi benih yang baik akan menentukan kesuksesan dari suatu budidaya. Bicara mengenai arah kebijakan hortikultura, mengamankan perbenihan sudah menjadi satu tahapan untuk kita mampu meningkatkan daya saing hortikultura,” tuturnya.

Menurut Inti, benih dalam kegiatan hortikultura ini tentunya yang paling utama dan awal. Dalam budidaya tanaman, tanpa benih, teknologi apapun tidak bisa menggantikan benih. “Jadi benih itu harus ada. Karena itu dalam kegiatan prioritas Ditjen Hortikultura saat ini yaitu pengembangan kampung hortikultura, benih memegang peranan sangat penting,” tegasnya.

Inti menilai, kampung hortikultura yang dibangun Ditjen Hortikultura membutuhkan konsentrasi dalam pengembangan produk hortikultura, sehingga harus dimulai dengan bagaimana perbenihannya menjadi satu model. Karenanya, pemerintah memberikan dukungan bantuan dana kepada kelompok tani yang berada di kampung tersebut.

“Kelompok tani yang mengajukan permohonan, kami memberikan bantuan berupa benih, kemudian pengamanan terhadap hama penyakit, lalu sarana produksi dan pasca panen,” katanya.

Baca Juga :   Impatiens Berpotensi “Cuan”, Petani dan Penangkar DKI Jakarta Dilatih Budidaya

Jadi lanjut Inti, benih dalam kampung hortikultura mempunyai peranan yang sangat penting, bagaimana menyediakan benih yang bermutu dengan kualitas baik, sertifikasi termasuk pengawasannya.

Pemerintah siap memberikan bantuan benih untuk pengembangan kampung alpukat. Baca halaman selanjutnya.

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini