15 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

REFLEKSI 2022 : Jatuh Bangun Meredam Gejolak Cabai dan Bawang

SINAR TANI.CO.ID, Jakarta — Selama 2022, masyarakat masih dihadapi dengan gejolak harga cabai dan bawang merah. Bahkan lonjakan harga bisa menggoyang inflasi nasional. Pemerintah pun berupaya meredam agar dua bumbu dapur tersebut tidak sampai mengganggu ekonomi. PR pemerintah yang belum usai.

Permintaan cabai dan bawang terus meningkat secara signifikan. Persoalannya, produksi yang tak kontinyu sepanjang tahun membuat gejolak naik. Belum lagi gangguan iklim yang bisa berpengaruh terhadap produksi. Ini menjadi permasalahan tersendiri bagi pemerintah.

Saat itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono mengakui, cabai merah merupakan penyumbang utama terjadinya inflasi secara keseluruhan yaitu memiliki andil hingga sebesar 0,15 persen, sedangkan bawang merah 0,09 persen, dan cabai rawit 0,04 persen. Salah satu penyebab ketiga komoditas tersebut menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi Juli adalah karena faktor cuaca yang menyebabkan gagal panen di beberapa sentra produksi hortikultura.

Untuk menjaga agar harga bawang merah dan cabai tak bergejolak, Ditjen Hortikultura melakukan berbagai upaya mengamankan produksi. Bahkan setiap
bulan dipantau dan diperbaharui data perkiraan produksi untuk 1-2 bulan mendatang berdasarkan data terkini yang dihimpun dari berbagai sentra.

Menjelang akhir tahun, Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto juga memastikan hingga kini kondisi bawang merah nasional masih
aman terkendali. Berdasarkan prognosa produksi dan neraca nasional, stok kumulatif bawang merah sampai Januari 2023 masih surplus. Namun ia mengingatkan agar mengawal distribusinya dari wilayah surplus ke minus.

Sebagai komoditas strategis, cabai dan bawang merah tetap menjadi perhatian utama pemerintah. Jika tidak dijaga, aroma pedas dua bumbu dapur tersebut bisa menggoyang inflasi.

Selengkapnya bisa Anda baca E-Paper SINAR TANI

HUBUNGI MARKETING TABLOID SINAR TANI (https://wa.link/3r5513)

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini