14 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Srintil, Tembakau Ajaib Dengan Harga Selangit

Sinar Tani, Temanggung — Bicara tembakau berkualitas, tentu tidak lepas dari Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Ya, kabupaten yang terletak diantara gunung Sindoro, gunung Sumbing dan gunung Prau ini dikenal sebagai sentranya tanaman tembakau berkualitas terbaik di Indonesia. Salah satunya adalah tembakau Srintil, tembakau ajaib yang dihargai tinggi.  

Agribisnis tembakau merupakan nafas dan darah sebagian besar petani Temanggung. Karena sebanyak 19 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada di kabupaten yang berada pada ketinggian 500 – 1.450 m dpl ini  merupakan sentra pertanaman Tembakau. Hanya ada 1 kecamatan, yaitu kecamatan Bejen, yang tidak ada pertanaman tembakau.

Pada tahun 2021 tecatat luas panen tanaman tembakau mencapai 18.519 Ha. Tanaman ini dibudidayakan petani Temanggung  pada lahan sawah dan juga di lahan kering. Varitas yang ditanam adalah Kemloko seluas 7.999,21 hektare atau 43,19 persen, Mantili/Boyolali seluas 5771,84 hektare (31,27 persen) dan varietas lain seperti Ganung, Bat, Manila dan Sampurna seluas 4.478,36 hektare (25,64 persen).

Menurut Bupati Temanggung, Muhamad Al Khadziq, varitas Kemloko merupakan varitas asli atau unggul local Temanggung.

“ Varitas ini telah ditanam petani Temanggung turun temurun sejak dahulu kala. Dan berjalan dengan kemajuan zaman, varitas Kemloko telah diteliti dan di seleksi, sehingga muncul varitas Kemloko 1, Kemloko 2 sampai varitas Kemloko 6.” sambungnya.

Muhamad  menambahkan varitas Kemloko 6 mempunyai keragaan tanaman dengan daun lebih lebar, lebih tebal dan lebih tahan terhadap curah hujan.

Seperti diketahui, tanaman tembakau hanya membutuhkan sedikit air. Bahkan ketika menjelang panen, tanaman menghendaki cuaca kering. Petani sering mengalami gagal panen, disebabkan pada saat tanaman menjelang panen justru terkena curah hujan tinggi.

Lahan tanaman tembakau yang paling luas berturut-turut berada di kecamatan Bulu yang mencapai 2.419 hektare, disusul Kecamatan Ngadirejo 2.312 hektare, Kecamatan Kledung 2.172 hektare, sedangkan di kecamatan lainnya di bawah 2.000 hektare.

Menurut proyeksi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan  (DKPPP) Kabupaten Temanggung, produktivitas rata-rata tembakau mencapai  0,7 hingga 0,8 ton per hektare. Dengan luasan tersebut produksi tembakau di Kabupaten Temanggung tahun 2021 mencapai sekitar 12.963 ton hingga 14.815 ton.

Berdasarkan cara pengolahan daun, ada beberapa jenis tembakau yang dihasilkan dari Temanggung, yaitu tembakau rajangan, tembakau asepan, tembakau garangan dan tembakau vorstenland.

Baca Juga :   Lewat Hidroponik, AMM Labusel Ajak Milenial Bertani

Sebuah fenomena “ajaib” yang selalu di harapkan semua petani tembakau adalah munculnya tembakau “srintil”.

Tembakau srintil ini tidak dapat secara sengaja di buat. Tiba-tiba saja tembakau kualitas srintil ini muncul beberapa kg dari puluhan bahkan ratusan kuintal daun tembakau yang diolah petani. Itupun tidak dapat dimatematikan setiap sekian puluh kuintal muncul sekian kg kualitas srintil.

Mempunyai tembakau srintil benar-benar rejeki nomplok. Betapa tidak, pada saat harga tembakau normal Rp 60.000,- per kg tembakau srintil dapat dihargai Rp 1.000.000,- per kg.

Desa Legoksari di lereng gunung Sumbing, termasuk kecamatan Tlogomulyo, merupakan daerah yang dari lahannya sering dapat menghasilkan tembakau srintil.  Tembakau dari desa inipun secara umum mempunyai kualitas yang menonjol.

Menurut Sutopo, seorang petani dan tokoh masyarakat Legoksari mengatakan bahwa tembakau dari desanya mempunyai citarasa yang mantap dan beraroma wangi. Warna atau kelir tembakaupun beda. Bisa kuning cerah keemasan atau merah “nggetih pitik” ( merah darah ayam).

Tembakau dari desa Legoksari ini mempunyai branded tembakau “LM” atau tembakau Lamuk. Selidik punya selidik ternyata desa Legoksari terdiri dari dusun  Lamuk Gunung dan Lamuk Legok. Jadi kata Lamuk berasal dari nama kedua dusun tersebut.

Sebagian besar tembakau petani Temanggung dijual kepada industri rokok. Ada beberapa Gudang besar milik pabrik rokok nasional dibangun ditengah sentra tembakau. Cara penjualan semacam ini tidak dapat menjamin keuntungan petani. Posisi tawar petani sangat lemah.

Karena itu, pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah, juga Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan  (DKPPP) Kabupaten Temanggung, selalu melakukan pendampingan terhadap petani.

Beberapa kegiatan pendampingan berupa pelatihan dan demplot budidaya tembakau.   Juga pendampingan berupa temu usaha, yakni mempertemukan petani dengan perusahaan rokok dan pemerintah. Diarahkan agar terjadi kerjasama formal dengan kontrak, sehingga keuntungan petani terjamin.

Kepala Distanbun Jateng, Supriyanto, SP, MP, menngatakan kegiatan demplot bertujuan agar petani dapat menghasilkan tembakau dengan kualitas tinggi, dengan pengunaan sarana produksi yang terukur,

“Apabila kualitas telah bagus harapannya nanti akan mendapat harga yang bagus pula, dalam hal ini petani juga kita dampingi agar dapat membuat kontrak kerjasama resmi dengan perusahaan”  ujarnya.

Sumber : Distanbun, Pemprov Jateng

Reporter :  Djoko W

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini