22 Mei 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Benih Kunci Sukses PSR

Sinar Tani, JAKARTA—Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi program unggulan yang terus digadang-gadang pemerintah untuk mempertahankan Indonesia menjadi nomor wahid penghasil minyak sawit dunia. Sayangnya, perjalanan program perbaikan kebun sawit rakyat tersebut tak semudah membalikkan telapak tangan.

Banyak pekerjaan rumah (PR) yang mesti pemerintah selesaikan. Bukan hanya masalah legalitas lahan, kelembagaan petani/pekebun yang belum tertata dengan baik hingga ketersediaan benih unggul. Masalah perbenihan ini menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan PSR, bukan hanya soal ketepatan waktu pemesanan benih, tapi juga kualitas benih itu sendiri.

Direktur Perbenihan Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Gunawan menilai, ketelusuran benih sawit menjadi sangat penting. Pasalnya, benih adalah investasi awal dan sifatnya jangka panjang. “Kalau pekebun salah pilih benih, maka akan merugikan dalam pembanguan perkebunan,” katanya saat webinar: Benih Sawit Unggul Berkualitas Kunci Sukses PSR yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani, Rabu (20/9).

Sebagai faktor penting dalam keberhasilan PSR, Gunawan mengatakan, pihaknya merasa perlu membangun ekosistem Bank Benih Perkebunan (Babebun) untuk mengetahui ketelusuruan benih dari hulu ke hilir. “Aplikasi ini kita ingin memastikan kebun sawit rakyat mengakses benih yang legitimate, kita bangun perijinan, nursery, ekspor dan impornya,” katanya,.

Melalui aplikasi Babebun, Gunawan mengatakan, dapat dipetakan dan ketahui benih unggul yang tersedia dan langsung dilakukan pemesanan. Dengan platform digital Babebun ini akan ada transparansi dan akuntabilitas penerapan program PSR.

Kepastian bagi pekebun

Menurutnya, keuntungan aplikasi ini akan memberikan kepastian kepada kelompok tani dan koperasi penerima manfaat kegiatan PSR dalam memesan benih sawit dari produsen pembesaran benih yang sudah terdaftar dan mendapatkan ijin. Dengan demikian, ada jaminan mendapatkan benih berlabel dan bersertifikat. “Kami membangun platform digital ini untuk memastikan semua penyediaan benih teregistrasi dan terseleksi,” tegasnya.

Data Ditjen Perkebunan, produsen benih pembesaran yang telah terdaftar dalam aplikasi Babebun PSR sampai saat ini sebanyak 37 produsen, dengan potensi penyediaan benih sekitar 11 juta batang. Terdapat 50 produsen benih pembesaran yang sedang mengajukan registrasi ke dalam aplikasi Babebun -PSR dan dalam tahap melengkapi dokumen persyaratan.

Baca Juga :   Buka Bunex 2023, Pesan Mentan: Perkuat Hilirisasi Perkebunan

Selain itu, terdapat sejumlah 6 koperasi yang telah memesan benih melalui aplikasi Babebun dengan jumlah kebutuhan benih sebanyak 60.000 batang yang akan disalurkan dalam waktu 3 bulan.

Untuk program PSR, khususnya dalam perbenihan sawit, Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS, Sunari mengungkapkan, setidaknya ada tiga entitas yang sangat strategis sebagai kunci keberhasilan PSR dalam perbenihan.yang yakni produsen benih, penangkar benih dan lembaga pekebun penerima dana PSR. Untuk produsen dan penangkar, pemerintah sudah menerapkan aplikasi Bank Benih Perkebunan (Babebun).

Dengan aplikasi tersebut, pemerintah telah mengikat produsen benih untuk memastikan benih yang masuk program PSR adalah benih yang legitimet. Pemerintah juga sudah menegaskan kepada produsen dan penangkar benih, jika dalam waktu tiga tahun tanaman tidak berbuah, mereka harus membongkar dan mengganti dengan benih yang baru. “Ini upaya strategis yang dapat menjamin benih yang baik dan benar dalam program PSR,” tegasnya.

Sementara itu General Manager Satuan Usaha Strategis Bahan Tanaman, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Taufiq Caesar Hidayat, mengatakan, pihaknya telah memberikan kemudahan bagi pekebun untuk mendapatkan benih sawit unggul produk PPKS. Mulai pertengahan November 2019 lalu, petani tidak hanya bisa memesan kecambah sawit secara konvensional, tapi juga secara praktis melalui platform online.

“Mysawit, sebuah aplikasi inovatif dari PPKS, telah menyediakan solusi untuk mengatasi peredaran ilegal kecambah kelapa sawit,” katanya. Dengan aplikasi tersebut, Taufiq mengakui, sebagian besar pembeli, terutama yang berlokasi di luar Sumatera Utara merasa terbantu mendapatkan benih sawit PPKS. Apalagi kini banyak penjualan kecambah sawit ilegal melalui situs belanja online. “Seringkali pembeli menjadi korban karena mudahnya akses pembelian online,” ujarnya.

Kalau sampai petani/pekebun membeli benih tidak unggul, bukan hanya petani/pekebun yang rugi. Perkembangan pekebunan sawit pun bakal terhambat.

Bagi sahabat Sinar Tani yang ingin mendapatkan materi bisa diunduh di link bawah ini:

Link Materi : Klik Disini !!!

Link E Sertifikat :  Klik Disini !!! 

Link E Sertifikat :  Klik Disini !!!

 

 

Reporter : Julian

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini