14 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

BPDPKS Dorong Desa Devisa Berbasis UKMK Sawit di Aceh

Program Pemanfaatan Limbah Sawit dalam Rangka Mewujudkan Ekonomi Sirkular untuk Kesejahteraan Masyarakat di Aceh. | Sumber Foto:Humas BPDPKS

Sinar Tani, Aceh — Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berkolaborasi dengan  KPP Bea Cukai Langsa dan IAIN Langsa  perkuat pekebun UKMK sawit di Aceh.

Melalui kegiatan Kemitraan dengan tema Kemitraan UKMK Sawit Program Pemanfaatan Limbah Sawit dalam Rangka Mewujudkan Ekonomi Sirkular untuk Kesejahteraan Masyarakat di Aceh. Sosialisasi dan Pembukaan Kegiatan dilaksanakan  (12/10) di Aula Cakra Donya Langsa, Aceh

Kegiatan dibuka Pj Waikota Langsa yang diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ali Musafah. Hadir dalam kegiatan, Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi BPDPKS  Helmi Muhansyah, Rektor IAIN  Cot Kala Langsa Dr Basri Ibrahim, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa Prof Dr Iskandar, Kepala KPP Bea Cukai Langsa Sulaiman, Perwakilan Kepala Dinas, serta  Perwakilan UKM dari Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang

Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi BPDPKS, Helmi Muhansyah yang mewakili Direktur Utama BPDPKS menyampaikan bawha kegiatan ini merupakan salah satu upaya BPDPKS untuk berperan dalam Sinergi Pemberdayaan UKMK khususnya berbasis Sawit di wilayah Provinsi Aceh.

“Dari kegiatan ini diharapkan dapat terwujud Gampong-gampong/desa-desa devisa berbasis UKMK sawit dengan memanfatkan produk-produk berbasis sawit,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, PJ.Walikota Langsa Said Mahdum Majid yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan menyampaikan kegiatan dalam optimalisasi limbah sawit merupakan hal yang sangat penting.

Diharapkan kegiatan ini akan menjadi jembatan untuk menjadikan tiga kabupaten kota (Aceh timur, kota Langsa, Aceh tamiang), dalam rangka peningkatan perekonomian masyarakat melalui usaha kecil dan menengah dengan kolaborasi BPDPKS, Kantor Bea Cukai dan IAIN Langsa. Kolaborasi ini akan menguatkan produk pada daya saing pasar secara lokal, nasional maupun global.

Rektor IAIN  Cot Kala Langsa, Dr Basri Ibrahim pada kegiatan tersebut menyampaikan kegiatan  kemitraan ini dalam rangka memperluas kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja serta untuk  meningkatkan perekonomian masyarakat, karena paling kurang akan tumbuh dan berkembangn tiga bentuk usaha dalam masyarakat.yaitu usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah.

Baca Juga :   Kementan Lepas Tiga Varietas Kebun

”Kerjasama ini mendorong pertumbuhan UMKM, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang pada gilirannya akan meningkatkan ekonomi nasional, menuju kehidupan masyarakat yang sejahtera,” jelasnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Kepala  KPP Bea Cukai Langsa, Sulaiman  menyampaikan dengan adanya workshop ini, pengrajin dari Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang dapat menghasilkan produk-produk yang berkualitas ekspor.

Bea cukai Langsa berkomitmen untuk membuka kembali pelabuhan Kuala Langsa untuk dapat mengekspor secara langsung hasil-hasil kerajinan dan olahan masyarakat.

Rangkaian kegiatan  Program kemitraan UKMK Sawit di Aceh  meliputi tiga  tahapan kegiatan yaitu Sosialisasi  dan Pembukaan Program Kemitraan Kemitraan UKMK “Mewujudkan Ekonomi Sirkular  Untuk Masyarakat Aceh Yang Sejahtera Melalui Pemanfaatan Limbah Sawit” .

Kemudian dilanjutkan  Workshop pemanfaatan limbah lidi sawit menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis yang akan dilaksanakan  di 3 lokasi berbeda yakni  Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Pada tahap ke 3 akan ada  pameran kerajinan lidi sawit hasil dari workshop yang telah dilakukan, dan akan dilaksanakan  di IAIN Langsa.

Reporter : Iqbal

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini