15 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Dongkrak Daya Saing, Kementan Dorong Pekebun Hasilkan Produk Hilir

Produk olahan kelor | Sumber Foto:Dok. Sinta

Sinar Tani, Tangsel—Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan terus mendorong petani atau perkebunan rakyat untuk menghasilkan produk hilir dan bukan sebatas menjual bahan mentah. Pada akhirnya terbangun kelembagaan petani yang kokoh dan secara bertahap terbentuk sebuah korporasi perkebunan.

Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan nilai tambah produk perkebunan agar dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Bahkan ke depan dapat memperkuat komoditas perkebunan yang mampu mensubtitusi produk impor.

“Kami terus berupaya mendukung dan membina pekebun, mendorong korporasi dan mengkonsolidasikan kemampuan petani. Apalagi kemampuan produk lokal juga sudah mumpuni, terus tingkatkan inovasi teknologi memperbaiki dan memperkuat nilai tambah produk perkebunan,” kata Andi Nur di sela-sela Pembukaan Perkebunan Indonesia Expo (Bunex) 2023 yang berlangsung ICE BSD, Serpong, Kamis (7/9).

Untuk mendorong hilirisasi perkebunan, Andi Nur mengatakan, pihaknya kini fokus pada memperbaiki tata kelola dari hulu hingga hilir. Salah satunya menjaga ketersediaan pupuk, menghilirisasi atsiri dan mendorong diversifikasi produk sagu. “Kakao kopi kelor berkembang dengan baik, di Bunex 2023 hal baru akan kita tampilkan juga. Bunex expo memperkenalkan produk perkebunan,” katanya.

Andi Nur mengatakan, sejauh ini sektor perkebunan berhasil menjadi penyumbang terbesar ekspor pertanian dengan kontribusinya mencapai 93,20 persen atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 209,4 triliun. Perkebunan juga berkontribusi terhadap nilai ekspor nasional sebesar 12,91 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa peluang ekspor komoditi perkebunan sebagai salah satu sumber devisa negara masih terus ditingkatkan. Adapun ekspor komoditas perkebunan yang melonjak pada tahun ini paling besar disumbang oleh komunitas kelapa sawit, karet, Kakao, kelapa dan kopi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman mengatakan, Bunex 2023 merupakan salah satu langkah positif untuk memperkenalkan dan mengangkat produk-produk perkebunan, termasuk turunan kelapa sawit. “Kelapa sawit tidak hanya menghasilkan minyak saja namun juga memenuhi kebutuhan pangan hingga bahan bakar energi,” katanya.

Baca Juga :   Hingga Akhir Tahun, Kementan Pastikan Pasokan Beras Aman

Saat ini Pemerintah berkolaborasi dengan BPDPKS untuk menghimpun, mengembangkan, dan menggunakan Dana Perkebunan Kelapa Sawit bagi kemaslahatan industri sawit. BPDPKS diberikan mandat untuk melakukan pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan,  promosi perkebunan kelapa sawit, peremajaan sawit, sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit.

“Penggunaan dana di atas termasuk dalam rangka pemenuhan hasil perkebunan kelapa sawit untuk kebutuhan pangan, hilirisasi industri perkebunan kelapa sawit, serta penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati jenis biodiesel,” katanya. 

BPDPKS saat ini punya program pendanaan untuk petani kelapa sawit yaitu Peremajaan Sawit Rakyat, Sarana dan Prasarana dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Tujuan dari semua program ini adalah peningkatan kesejahteraan petani. 

Sejak 2015, BPDPKS telah berkontribusi aktif kurang lebih Rp 8 triliun untuk membantu memperkuat kelapa sawit Indonesia. Di tahun 2023 direncanakan target sebesar kurang lebih Rp 5.4 triliun.

“Kami berharap semoga dapat terserap dan tepat guna. BPDPKS berkolaborasi dengan Ditjen Perkebunan melakukan kegiatan dengan baik agar benih tersalurkan dengan baik dan pengembangan kelapa sawit Indonesia semakin lebih baik lagi kedepannya,” tuturnya.

Reporter : Julian
Sumber : Humas Ditjen Perkebunan

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini