16 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Kementan Lepas Tiga Varietas Kebun

Sinar TaniSolo—Kementerian Pertanian melepas varietas tanaman perkebunan untuk mengakselerasi pengembangan budidaya perkebunan sebagai komoditas andalan ekspor. Varietas yang dilepas yakni tebu varietas unggul, kelapa dalam Karambia dan tembakau Rajangan Bandung.

Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah pada pembukaan sidang pelepasan varietas tanaman perkebunan semester II 2022 di Solo, Selasa (11/10) mengatakan, pelepasan varietas tanaman perkebunan ini merupakan salah satu alternatif untuk mendorong lebih maju pengembangan komoditi kelapa, tembakau dan tebu di Indonesia.

“Kami harapkan nantinya varietas tersebut dapat menjadi sumber benih baru untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan ekspor,” katanya. Selain itu, percepatan pelepasan varietas ini pun untuk memperbanyak penangkar, sehingga menjadi langkah nyata dalam mengurai hambatan pengembangan perkebunan karena terbatasnya penangkar yang produksi bibit.

Dikatakan, pasca pelepasan varietas harus ada pedoman umum monitoring dan penambahan jumlah kebun induk perkebunan. Untuk itu, Direktorat Jenderal Perkebunan harus bisa menyiapkan insentif dan menjadi jembatan untuk terbangunnya kebun induk di setiap daerah.

“Hadirnya kebun bibit ini sangat berperan untuk percepatan pengembangan varietas unggul dan pemenuhan bibit secara efektif dan efisien. Kita harus bergerak cepat menyediakan varietas unggul sebagai kunci pembangunan perkebunan,” kata Andi Nur Alam.

Andi Nur menuturkan, percepatan pelepasan varietas tanaman perkebunan pun untuk mendorong pertumbuhan investasi dan kolaborasi semua stakeholder dalam mengakselerasi pembangunan perkebunan.

Pengembangan varietas unggul baru tanaman perkebunan tidak hanya untuk meningkatkan produksi. Namun tegasnya, dapat terbentuk nilai bisnis baru dari suatu produk yang berskala industri rumah tangga hingga industri besar, terutama untuk ekspor.

Ia meminta, akselerasi pengembangan komoditas perkebunan dari hulu ke hilir harus benar-benar dikawal. Tentunya dalam konsep korporasi, sehingga tidak sekedar menyediakan bibit unggul, tapi harus terbangun kawasan perkebunan yang benar-benar dibina hingga proses bisnisnya.

Baca Juga :   AMM G20 Bali : Ciptakan Semangat Pemulihan Ekonomi Dunia di Sektor Pertanian

Menurutnya, dunia saat ini dalam kondisi tidak baik. Karena itu, sub sektor pertanian yang berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi nasional, Direktorat Jenderal Perkebunan harus melakukan aksi percepatan pembangunan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Reporter : Julian

 

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini