16 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Menebar Aroma Kopi Nusantara ke Pentas Dunia

Pasar kopi dunia kian manis | Sumber Foto:Julian

Sinar Tani, Jakarta—Dunia perkopian Indonesia kini kian bergairah. Tumbuhnya kedai atau cafe coffe di penjuru Nusantara menandakan, masyarakat memberikan apresiasi terhadap kopi Tanah Air. Bukan hanya di dalam negeri, pasar luar negeri pun makin tertarik.

Data ICO, pada periode 2020/2021, konsumsi kopi masyarakat Indonesia mencapai rekor terbesarnya dalam dekade terakhir yaitu 5 juta ton kantong (@ 60 kg) dan menjadikan Indonesia peringkat kelima konsumen kopi dunia. Jumlah ini meningkat 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Diprediksi tahun 2022 konsumsi kopi bisa diatas 400.000 ton

Sedangkan ekspor kopi Indonesia sudah berjalan ke sejumlah negara. Tercatat, dari sekitar 600 ribu ton/tahun produksi kopi nasional, sebanyak 60 persen untuk memenuhi pasar ekspor. Pasar tujuan ekspor komoditas kopi tersebut adalah Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, China, Rusia, dan Timur Tengah.

Sejumlah negara tujuan ekspor tersebut banyak yang berebut kopi dari Indonesia. Mengingat, kualitas kopi yang dihasilkan petani seperti kopi robusta dan arabika cukup bagus. Jika selama ini ekspor didominasi dalam bentuk green bean atau kopi mentah, kini  kopi olahan juga banyak diminati di berbagai negara Asia.

Kepala Pusat Prasarana Transportasi dan Intergrasi Moda, Badan Kebijakan Transportasi, Capt Novyanto  Widadi mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM mengadakan kajian perumusan implemntasi dry port untuk distribusi kopi di Aceh. Hasilnya, ternyata, kopi menjadi salah satu komoditas yang memliki peluang pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Selama 13 tahun terakhir atau dari tahun 2008-2020, volume ekspor kopi naik dengan laju 4,5 persen pertahun. Data juga menyebutkan tahun 2022, volume ekspor kopi mencapai 380 ribu ton atau setara dengan kontribusi devisa senilai Rp 11,99 triliun.  ”Tren permintaan kopi, seperti di Asean asen dalam dekade terakhir terus meningkat. Bahkan harga kopi yang di atas rata-rata,” katanya saat Podcast dengan Tabloid Sinar Tani di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Desa Wanaherang, Kampung Hidroponik Beratap Langit

Novyanto melihat potensi pangsa pasar kopi masih terbuka lebar. Indonesia saat ini baru mengisi 25-30 persen dari total permintaan kopi dunia, sehingga masih berpeluang meningkatkan porsi kopi dunia di ataa 30 persen. ”Kopi menjadi penghasilan devisa kelima setelah sawit, karet, cokelat dan kelapa. Bahkan menariknya, Indonesia menjadi penghasil kopi keempat di dunia, setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia,” katanya.

Sejauh mana kontribusi kopi untuk kesejahteraan petani? baca halaman selanjutnya.

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini