22 Mei 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Mengenal Lebih Dekat Tembakau Temanggung

Sinar Tani, Temanggung — Kwalitas tembakau Temanggung memang sudah dikenal luas. Dengan citarasa yang khas, tidak heran bila tembakau dari Temanggung didapuk sebagai yang terbaik. Seperti apa tembakau Temanggung? Yuk mengenal lebih dekat!

Apabila anda berkendara di pedesaan Temanggung pada bulan Agustus – September rasanya seperti berlayar diatas lautan tembakau. Temanggung memang pantas dijuluki sebagai “Negeri Tembakau“  karena merupakan wilayah penghasil tembakau yang luas.

Pada   tahun 2021 tercatat luas areal  tanaman tembakau adalah  15.443,88 Ha, atau sebesar 31 % dari luas areal tembakau se provinsi Jawa Tengah,  yang  seluas 50.201,28 Ha. Sisanya tersebar pada 26 kabupaten se Jawa Tengah (BPS Jawa Tengah).

Terlebih tembakau dari wilayah ini memiliki cita rasa yang khas. Sehingga tembakau  temanggung digunakan sebagai bahan baku rokok kretek, rokok filter, pemberi rasa pada rokok dan sebagai aroma.

Budidaya tanaman tembakau di Temanggung sudah berjalan ratusan tahun. Sejak zaman kolonial Belanda, mungkin ketika awal-awal tanaman tembakau masuk ke pulau Jawa.

Demikian pula perdagangan tembakau sudah sedemikian mapannya. Kota Temanggung dan Parakan dikenal sebagai tempat para juragan tembakau tinggal.dan para grader dari pabrik-pabrik rokok besar mendirikan gudang.

Dari majunya perdagangan tembakau di Temanggung, muncul nama-nama dan grade tembakau yang akan mendapat harga berbeda-beda.

Dari tempat asal tembakau ditanam,  terdapat tujuh nama tembakau dari sentra-sentra  produksi tembakau di Temanggung yakni: Tembakau Lamuk,  Tembakau Lamsi, Tembakau Pakis, Tembakau Toalo, Tembakau Tionggang, Tembakau Swanbing, dan Tembakau Kidulan.

Ditinjau dari ketinggian tempat dimana tembakau ditanam, tembakau Temanggung dibedakan menjadi 3 golongan. Yaitu tembakau sawah, adalah tembakau yang ditanam ditanah sawah pada ketinggian 400 – 600 mdpl, kemudian tembakau tegal, adalah tembakau yang ditanam dilahan kering pada ketinggian 800 – 1000 mdpl dan yang paling top adalah tembakau gunung yang ditanam dilereng gunung Sindoro dan gunung Sumbing pada ketinggian diatas 1000 mdpl.

Pada grade yang sama temakau-tembakau tersebut dihargai berbeda, misalnya tembakau sawah laku Rp 60.000,- per kg, maka tembakau tegal dibeli dengan harga Rp 70.000,- per kg, sedang tembakau gunung bisa laku Rp 80.000,- – Rp 90.000,- per kg.

Yang paling menentukan harga tembakau adalah kelas tembakau. Kelas tembakau ini muncul setelah proses pasca panen daun tembakau. Tembakau yang bagus saat dipanen berwarna kekuningan merata dari atas sampai bawah.

Tetapi faktor pemeraman tembakau, kondisi sinar matahari waktu penjemuran, dan ketepatan waktu pemasukan ke dalam keranjang akan sangat mempengaruhi kualitas tembakau.

Secara umum kriteria untuk mengklasifikasikan tembakau ke dalam berbagai kelas atau grade dapat bervariasi tergantung pada standar industri dan negara tempat tembakau tersebut diklasifikasikan.

Namun di Temanggung, berdasar informasi dari petani, grade tembakau ada 8 grade. Mulai dari grade A, adalah grade yang paling rendah, beturut-turut naik grade B (rendah), grade C (sedang), grade D (sedang), grade E (sedang), grade F (sedang), grade G (terbaik), grade H (terbaik) dan grade I (terbaik).

Baca Juga :   Petani Sinjai Dapat Bantuan 11.000 Bibit Kelapa Genjah

Ciri-ciri kasat mata dari tembakau Temanggung adalah grade A tembakau berwarna hijau,  biasanya berasal dari daun paling bawah, grade B  tembakau berwarna hijau kuning. grade C memiliki ciri tembakau berwarna kuning keemas an, grade D memiliki warna dominan merah didampingi dengan kuning.

Grade E dominan pada warna hitam, didampingi warna merah,  grade F berwarna hitam, grade G dan H  memiliki ciri-ciri warna hitam yang mengkilap. Perbedaan pada dua grade terakhir  terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma dari tembakau akan semakin keras

Jarang petani tembakau dapat mencapai grade G,H dan I, paling bagus dan paling sering  antara grade D dan E.  Tembakau grade G, H dan I oleh petani tembakau disebut tembakau “Srintil”

Penggolongan grade tembakau ini tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang, ia hanya bisa dilakukan oleh orang-orang terlatih yang disebut grader.

Para grader inilah yang menentukan kualitas sebuah daun tembakau hasil panen petani. Di hidung para mereka, nasib petani dan industri rokok dipertaruhkan. Grader bekerja dengan mengandalkan indra penglihatan, indra penciuman dan indra sentuhan.

Butuh penciuman yang tajam dan pengalaman mumpuni untuk dipercaya industri rokok dalam penentuan kualitas tembakau. Pencium tembakau atau grader adalah salah satu unsur penting dalam dunia pertembakauan. Posisi ini menjadi penting mengingat tidak setiap orang bisa menjadi grader

Grader biasanya hanya bekerja ketika musim panen tembakau tiba. Mereka akan menciumi satu persatu gulungan tembakau petani untuk ditentukan kualitas dan harganya. Semakin baik kualitas yang dimiliki daun tembakau, harganya akan semakin mahal.

Grader tidak perlu datang ke lahan atau ke desa. Petanilah yang datang ke gudang dengan membawa contoh tembakau miliknya. Setelah menentukan kualitas tembakau, grader akan menentukan harganya.

Ketika petani mengantarkan tembakau ke gudang, ada tukang cocok yang bersiap di depan gudang. Tukang cocok ini bertugas mencocokkan sampel tembakau dengan stok tembakau yang baru datang di gudang. Tukang cocok adalah orang kepercayaan grader. Mereka harus bekerja dengan teliti dan tidak mudah disuap.

Perbedaan grade ini menentukan harga tembakau dari para petani. Semakin bagus grade-nya, semakin mahal harganya. Dan perbedaan harga tembakau grade terbaik dengan yang terendah bisa sangat berbeda jauh.

Bayangkan, 1 kilogram tembakau kering grade B harganya di angka 25 ribu, sedangkan tembakau pada grade D bisa mendapai 80 ribu. Sedangkan harga tembakau grade H dan I bisa mencapai 600 ribu.

Untuk mendapat grade yang baik, seorang grader senior di Temanggung memberi tips bagi petani tembakau. Para petani diminya agar memperhatikan beberapa hal seperti jangan mencampur tembakau dengan gula terlalu banyak. Kalau masih saput ( 1 kuintal tembakau plus 1 kg gula), tapi kalau bisa jangan diberi campuran apapun.

Selain itu agar diperhatika tanaman tumpang sari, tembakau yang ditumpangsari dengan cabai, dapat mengeluarkan aroma pedas yang mengurangi grade tembakau.

Reporter : Djoko W

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini