25 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Tata Lahan Berbasis Landscap, Kementan -FAO Teken Proyek GEF FOLUR

Penandatangan kesepakatan antara Ditjen Perkebunan dengann FAO dalam proyek GEF FOLUR | Sumber Foto:Humas Ditjen Perkebunan

Sinar Tani, Bogor—Untuk mendukung transformasi sistem pangan global dengan mempromosikan lanskap yang berkelanjutan dan terintegrasi serta rantai nilai komoditas yang efisien, dilakukan kegiatan Proyek Global Environment Facility-Food Systems, Land Use, and Restoration (GEF-FOLUR).

Dalam Proyek FOLUR ini, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan berpartisipasi untuk menciptakan model keberlanjutan rantai nilai pada komoditas perkebunan yang ditargetkan seperti kelapa sawit, kopi dan kakao. Kegiatannya melalui penerapan lanskap tata guna lahan yang komprehensif dengan memperhatikan konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, restorasi, dan degradasi lahan.

Sekretaris Ditjen Perkebunan, Heru Tri Widarto, di Bogor (10/4) mengatakan, menindaklanjuti sosialisasi GEF-FOLUR pada tahun 2022 , jajaran Ditjen Perkebunan terus melanjutkan koordinasi, konsultasi, dan sinkronisasi mengenai rencana pelaksanaan dan mekanisme pengelolaan proyek di Kementerian Pertanian dalam Proyek GEF-FOLUR dalam penandatanganan Implementation Arrangement (IA) dan Sosialisasi Proyek GEF-FOLUR, sehingga tercapai kesepakatan dengan FAO mengenai rincian hibah proyek ini.

Sebagaimana diketahui, proyek ini didanai dari hibah langsung Global Environtment Facility (GEF) melalui UNDP dan FAO selama 72 bulan terhitung mulai 21 Februari 2022 dan Project Document awal sudah ditandatangani Deputi.

Kali ini, Project Document Turunan antara Kementerian Pertanian dan FAO akan ditandatangani sebagai salah satu syarat utama proses registrasi pengajuan proyek hibah langsung ke Kementerian Keuangan.

Heru mengatakan, pihaknya menyambut baik Proyek GEF FOLUR ini. Pada proyek ini diharapkan dalam setiap substansi operasional kegiatan yang ditetapkan dalam mendukung kebijakan dan program Kementerian Pertanian.

“Yang kami perlu garis bawahi, bagaimana proyek ini dapat melakukan penataan lahan budidaya berbasis landscape. Walaupun hanya terbatas pada 5 provinsi dan 4 komoditas, proyek ini dapat dijadikan piloting untuk pengembangan landscape terpadu berbasis komoditas pertanian yang kedepan bisa dilakukan replikasi,” jelas Heru.

Baca Juga :   Hingga Akhir Tahun, Kementan Pastikan Pasokan Beras Aman

Lebih lanjut, Heru mengatakan, misi dari Proyek FOLUR bagi Kementerian Pertanian sendiri dapat mendorong peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian. Lalu mendorong peningkatan kapasitas dan kapabilitas petani melalui pelaksanaan bimtek dan capacity building petani didaerah dalam hal implementasi GAP dan GHP komoditas.

Heru berharap proyek ini dapat mendorong peningkatan kapasitas petani dan penguatan kelembagaan, pengembangan sistem perkebunan berkelanjutan berbasis spasial. Nantinya, dapat dihasilkan sertifikasi mutu dan keberlanjutan ditingkat petani untuk pada akhirnya kita dapat memperoleh support for international recognition dan tentunya akses pasar yang lebih luas di perdagangan internasional.

Reporter : Humas Ditjen Perkebunan

 

Esertifikat Berdasarkan Nomor : Klik Disini

Materi : Klik Disini

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini