5 Maret 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

B2SA Goes To School, Songsong Generasi Sehat, Aktif, dan Produktif

Sina Tani, Jakarta — Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) terus gencarkan upaya promosi dan edukasi pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) sejak dini dalam rangka mewujudkan generasi muda yang sehat, aktif, dan produktif. Salah satunya melalui kegiatan B2SA Goes to School  kepada peserta didik.

B2SA Goes To School merupakan salah satu program unggulan NFA melalui Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan. Program ini bertujuan mengenalkan, mensosialisasikan, mempromosikan dan memberikan edukasi tentang pentingnya makanan B2SA kepada siswa- siswi sekolah tingkat dasar, tingkat menengah pertama, dan tingkat menengah atas.

Kegiatan ini berlangsung di 34 provinsi seluruh Indonesia dengan target kurang lebih 34 ribu murid dari 134 sekolah. Program ini dijalankan melalui serangkaian kegiatan yang dirancang khusus untuk anak-anak sekolah tingkat dasar. Dalam acara ini, anak-anak diajak untuk memahami arti dari B2SA secara mendalam. Harapannya bisa diimplementasikan dalam pola makan sehari-hari. Mereka belajar bagaimana memilih makanan yang sehat dan beragam, serta bagaimana menjaga keamanan makanan yang mereka makan.

Seperti diketahui, perilaku dan pola konsumsi anak-anak dipengaruhi berbagai faktor. Pertama, faktor keluarga, seperti kebiasaan makan keluarga, pola asuh, dan tingkat pendidikan orang tua. Kedua, faktor lingkungan, seperti ketersediaan pangan, iklan makanan, dan budaya setempat. Ketiga, faktor individu, seperti usia, gender, dan preferensi pribadi.

Dari bermacam faktor tersebut, salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku dan pola konsumsi anak-anak adalah keluarga. Orang tua adalah panutan utama anak-anak dalam kebiasaan makan. Jika orang tua memiliki pola makan yang sehat, maka anak-anak juga cenderung akan memiliki pola makan yang sehat.

Kenapa harus ke anak-anak? Anak-anak berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Mereka membutuhkan gizi yang cukup dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental, dan emosional mereka. Selain itu, anak-anak lebih mudah dibentuk kebiasaan makannya dan mudah menerima informasi dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai generasi penerus bangsa, anak-anak yang memiliki pola makan sehat akan tumbuh menjadi generasi sehat dan produktif.

Pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti stunting, obesitas, dan penyakit tidak menular (PTM). Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak-anak yang disebabkan kekurangan gizi kronis. Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan atau kegemukan yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes. PTM adalah penyakit yang tidak menular, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, dan penyakit paru-paru kronis.

Dengan Program B2SA Goes To School diharapkan bisa meningkatkan kesadaran dan pemahaman anak-anak tentang pentingnya makanan yang B2SA. Kemudian dapat membantu anak-anak mengembangkan pola makan sehat sejak dini, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Baca Juga :   Makin Komplit, NFA Dorong Kuliner Nusantara Berbasis Pangan B2SA

Kegiatan Interaktif

B2SA Goes To School dikemas secara menyenangkan dan interaktif agar anak-anak tidak bosan dan pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik. Pertama, pembelajaran interaktif. Anak-anak diajak berpartisipasi atau terlibat dalam sebuah kegiatan belajar yang melibatkan pemahaman tentang gizi, manfaat makanan sehat dan cara memilih makanan yang beragam. Kedua, sosialisasi menggunakan media yang menyenangkan. Contohnya melalui dongeng, atraksi sulap, beatbox dan hal-hal menarik yang disukai anak-anak lainnya.

Ketiga, lewat permainan edukatif dan kuis menarik. Biasanya pihak sekolah mengadakan permainan edukatif yang memuat tentang nilai-nilai B2SA dengan hadiah menarik untuk pemenangnya. Permainan edukatif dan kuis menarik biasanya diadakan setelah adanya materi pembelajaran atau sosialisasi yang sudah dilakukan. Tujuannya untuk menguji, sekaligus memperkuat pemahaman yang diterima anak-anak setelah mendapatkan materi.

Terakhir adalah pembagian makanan B2SA. Selain untuk memberikan gizi dan vitamin, pembagian makanan ini juga untuk memberikan contoh konkrit kepada anak-anak bagaimana makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.

Dari program B2SA Goes To School ini diharapkan anak-anak menjadi lebih sadar akan pentingnya makanan yang sehat dan beragam. Mereka juga mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang gizi dan keamanan pangan. Selain itu, program ini membantu mendorong pola makan sehat sejak dini, yang dapat berdampak positif pada kesehatan dan perkembangan mereka di masa depan untuk menyongsong generasi emas Indonesia tahun 2045 mendatang.

Tanggapan pihak sekolah yang sudah melaksanakan kegiatan B2SA Goes To School ini juga sangat baik dan mengapresiasi program dari NFA ini. Mereka menyatakan program ini memiliki dampak yang sangat positif bagi anak-anak. Selain karena penyampaiannya yang menarik dan interaktif, lebih penting lagi, program ini telah membantu mengubah pola makan anak-anak.

Mereka sekarang lebih memahami nilai gizi dalam makanan. Terlihat adanya perubahan positif dalam pilihan makanan mereka di sekolah dan di rumah. Mereka lebih sadar akan pentingnya makanan yang sehat dan beragam.

Dalam jangka panjang, mereka yakin program B2SA Goes To School berdampak besar pada kesehatan dan perkembangan anak-anak. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa, dan investasi ini dalam pendidikan gizi akan membawa manfaat jangka panjang bagi Indonesia. Pihak sekolah juga berharap agar program ini terus berlanjut dan dapat mencapai lebih banyak sekolah di seluruh pelosok negeri.

Dengan melibatkan 134 sekolah dasar yang ada di seluruh Indonesia, program B2SA Goes to School menjalankan misi penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman anak-anak tentang pentingnya makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman. Program ini juga merupakan langkah penting mempromosikan generasi muda yang lebih sehat dan sadar akan gizi, serta untuk memutus rantai stunting di Indonesia.

Reporter : Echa

Sumber : Humas NFA

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini