22 Mei 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Gerakan Pangan Murah, Langkah NFA Diapresiasi DPR

Sinar Tani, Jakarta — Langkah Badan Pangan Nasional/ National Food Agency (NFA) menggelar Gerakan Pangan Murah di berbagai provinsi mendapatkan apresiasi Komisi IV DPR RI. Gerakan Pangan Murah dilakukan Pemerintah untuk menekan gejolak dan kenaikan harga pangan pokok strategis.

Sepanjang tahun 2022, Badan Pangan Nasional telah menyelenggarakan 440 kali kegiatan Gerakan Pangan Murah di 30 provinsi dan 110 kabupaten/kota. Kegiatan tersebut melibatkan mitra terkait seperti BUMN Pangan Perum Bulog, ID FOOD, distributor, Gapoktan, kelompok tani, kelompok ternak, dan pelaku UMKM Pangan.

Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah Tahun 2022 melalui Bazar Pangan Murah di area GOR Goentoer Darjono Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (22/12), Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Maino Dwi Hartono yang mewakili Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menyampaikan bawah kegiatan tersebut dilakukan untuk menekan gejolak dan kenaikan harga pangan pokok strategis, khususnya jelang hari besar keagamaan dan nasional (HBKN) Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Maino mengatakan, kontribusi mitra NFA dalam Bazar Pangan Murah (BPM) tersebut sangat membantu Pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, sebab selisih harga bahan pangan yang tersedia, jauh berada di bawah harga pasar.

“Ini karena kita langsung dari teman-teman produsen, tentu harganya jauh lebih murah. Harapan kita masyarakat Purbalingga khususnya bisa menyambut hari besar Natal dan Tahun Baru bisa mengakses bahan pangan yang lebih murah dan terjangkau,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi IV DPR-RI, KRT Darori Wonodipuro yang hadir dalam rangka kunjungan kerja reses (Kunses) masa persidangan II tahun 2022, mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah, Legislatif, dan masyarakat pelaku usaha.

Sebagai inisiator kegiatan Gerakan Pangan Murah di Purbalingga, Darori menyebut kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga bahan pangan di sebagian wilayah Jawa Tengah.

“Presiden Jokowi telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya mulai dari Menteri hingga Bupati untuk saling berkolaborasi memfasilitasi angkutan lintas daerah guna menekan laju inflasi bahan makanan. Kami sudah cek di lapangan, kalau begini pasti harga pangan bisa lebih terkendali,” ucap Darori.

Sebagaimana diketahui upaya pengendalian harga bahan pangan telah memberikan dampak yang cukup signifikan bagi tingkat inflasi bahan makanan. Pada bulan November 2022, inflasi turun 0,29% dari sebelumnya 5,71% menjadi 5,42% (yoy). Oleh sebab itu pada Desember 2022 NFA terus berkolaborasi dengan Dinas Pangan Daerah dan instansi/lembaga terkait guna menekan laju inflasi khususnya yang disebabkan komoditas beras, cabai, dan daging.

Baca Juga :   NFA Tingkatkan Extra Effort Pengendalian Inflasi Jelang Nataru

Pemerintah menjamin ketersediaan beberapa komoditas pangan di Indonesia aman sampai akhir tahun. Kepala NFA Arief Prasetyo Adi dalam kesempatan berbeda menyebut ketersediaan komoditas seperti beras, jagung, bawang merah, cabai besar, hingga minyak goreng masih sangat cukup sampai akhir 2022.

“Jadi silakan saja masyarakat berbelanja dengan bijak, tidak perlu khawatir kehabisan stok, karena kami bersama BUMN Pangan sudah detailkan dan lakukan langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan jelang Nataru,” tegasnya.

Dalam gelaran Bazar Pangan Murah kali ini Kabupaten Purbalingga menyediakan aneka bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, bawang, daging ruminansia, daging ayam ras, dan telur ayam. Selain itu disediakan pula aneka sayur dan buah hasil panen kelompok wanita tani setempat.

Widyastuti salah satu peserta mengaku senang dengan kehadiran Bazar Pangan Murah di daerahnya. Diakuinya hari ini ia membeli telur ayam ras seharga Rp 26.000/kg, lebih murah dari harga pasar yang mencapai Rp 32.000/kg.

“Jelas senang sekali hari ini karena selain laku sayurannya, saya bisa dapat telur dengan harga lebih murah dibandingkan pasar,” ujar wanita 51 tahun tersebut.

Gerakan Pangan Murah yang diawali dengan Senam Sehat tersebut diikuti oleh para pelaku usaha, Gapoktan, dan BUMN sektor pangan, serta dihadiri masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, turut dibagikan puluhan Alsintan aspirasi melalui Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga yang terdiri dari 10 unit traktor, cultivator, pompa air, dan bantuan modal usaha sebesar 10 juta rupiah kepada 60 kelompok penerima manfaat.

Hadir pula dalam Bazar Pangan Murah tersebut Anggota DPRD Kab. Purbalingga, Kepala Dinas Pertanian Kab. Purbalingga, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. Purbalingga, dan beberapa anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kab. Purbalingga.

Reporter : Echa

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini