25 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Gunakan KRI Makassar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Pangan Untuk Karimunjawa

Sinar Tani, Karimunjawa — Cuaca ekstrim yang terjadi beberapa waktu belakangan membuat Kepulauan Karimunjawa terisolasi. Darurat pangan di Karimunjawa membuat Dinas Pangan Provinsi Jawa Tengah menggandeng TNI AL untuk pendistribusian pangan kepada masyarakat.

Gelombang laut Jawa yang bergolak sampai setinggi 2,5 – 4 meter membuat penduduk Kepulauan Karimunjawa terisolasi. Tidak adanya kapal pembawa logistik yang berani berlayar sebulan belakangan membuat penduduk Karimunjawa terancam kehabisan beras dan bahan bakar. Keadaan semakin memburuk dengan tidak adanya aliran listrik karena jaringan rusak terhantam badai.

Ancaman ketiadaan pangan di Karimunjawa tersebut menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, disebut Rawan Pangan transien. Yaitu suatu keadaan rawan pangan yang bersifat mendadak dan sementara yang disebabkan oleh perbuatan manusia, bencana alam, maupun bencana sosial termasuk juga terjadinya perubahan terhadap pola konsumsi pangan masyarakat akibat perubahan musim, perubahan kondisi sosial ekonomi maupun sebab-sebab lainnya.

Setda Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat dengan mengirim beras, BBM dan teknisi PLN, agar segera dapat menolong warga yang terisolasi di kepulauan Karimunjawa.

Untuk mengatasi ombak besar yang masih terjadi, Setda Jateng bekerja sama dengan Danlanal Semarang  menggunakan Kapal Perang KRI Makassar, untuk menganggkut logistik dan personil yang diperlukan.

Kapal perang yang mempunyai panjang 122 meter, lebar 22 meter tinggi keseluruhan 35 m, dan berdisplacement 7.600 ton itu  mampu menembus ombak yang sedang bergolak. Selain sebagai kapal tempur yang mempunyai fungsi utama dalam Operasi Amfibi untuk mengangkut Pasukan beserta seluruh perlengkapan dan kendaraannya.

Kapal dengan teknologi desain semi stealth ini juga dapat difungsikan untuk untuk operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam serta Kapal Rumah Sakit.

Kapal perang KRI Makassar-590 berhasil sampai di Karimunjawa dengan membawa bahan bakar minyak (BBM), genset, hingga logistik. Waktu perjalanan yang diperlukan sekitar 8-10 jam.

Kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, sekitar pukul 08.00 WIB. Dilepas oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno beserta jajaran, termasuk dari Pertamina dan PLN.

“Alhamdulillah pagi hari ini kita sudah siap melepas KRI Makassar untuk menuju Karimunjawa, untuk membawa BBM Pertalite, Bio\solar, Dexlite, dan bantuan dari Pemprov Jateng berupa beras, sembako, PLN ada genset. Terima kasih TNI AL, Danlanal Semarang, sudah dengan semangat membantu karena kemarin kondisinya agak sulit di Karimunjawa,” kata Sumarno di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Kamis (5/1/2023).

Komandan KRI Makassar-590 Letkol Laut (P) Hadi Subandi mengatakan kapal tersebut membawa 132 personel ditambah yang di luar personel ada 137 orang. Bantuan ini diberikan untuk meringankan masyarakat di Pulau Karimunjawa yang terkena imbas terputusnya akses pelayaran karena cuaca ekstrim disertai gelombang tinggi sehingga membahayakan pelayaran.

Untuk diketahui, kondisi stok BBM di Karimunjawa menipis dan memasuki deadstock atau tidak bisa lagi dijual akibat pasokan terkendala gelombang tinggi. Kapal perang dikerahkan untuk melibas ombak hingga bantuan kebutuhan pangan pasokan BBM  bisa sampai di kepulauan Karimunjawa.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dishanpan mengirim  beras sebanyak 7 ton serta sembako sebanyak 400 paket dari BPBD. Pertamina mengirimkan 20 mobil tangki masing-masing kapasitas 5 KL. Total BBM yang dibawa 100 KL dengan rincian 65 KL Biosolar, 30 KL Pertalite, dan 5 KL Dexlite. Kemudian PLN mengirimkan 5 unit Genset Statis dan 2 unit Genset Crane karena genset di sana ada yang rusak.

Baca Juga :   Hadiri Tudang Sipulung Parepare, Tim DTPHBUN Berikan Bantuan Benih

Utarto, staf Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, yang ditugasi mengawal bantuan beras dari Dishanpan berkisah bahwa kondisi Karimunjawa pada saat mereka tiba sangat berbeda dari kebiasaan. Bila biasanya suasana terasa meriah, para wisatawan berseliweran, Ketika itu suasana sepi, gelap disertai angin yang selalu menderu. Karena KRI Makassar termasuk kapal besar sehingga tidak dapat mendarat dipelabuhan Karimunjawa. Mereka berlabuh jauh dari kota. Masih perlu perjalanan 3 jam untuk mengangkut bantuan.

Bantuan diterima dengan sukacita oleh masyarakat Karimunjawa, yang dalam hal ini diwakili oleh Camat setempat. Sedang bantuan beras langsung diterimakan kepada Ketua Lumbung Pangan Karimunjawa. Utarto juga melihat bahwa cadangan pangan yang ada di Lumbung Pangan tersebut sudah habis.

Karimunjawa berpenduduk lebih dari 9.789  jiwa ( Sumber: Sensus Penduduk 2020 )

di empat pulau yang berpenghuni. Dipulau Karimunjawa ada 5.003 jiwa, pulau Kemujan dihuni 3.056 jiwa, pulau Parang ada 1.110 jiwa dan paling sedikit di pulau Nyamuk dihuni 620 jiwa.

Tiga suku utama yang menghuni Karimunjawa adalah suku Jawa yang biasanya bertani dan memproduksi alat kebutuhan rumah tangga, suku Bugis yang adalah pelaut andal sehingga berprofesi sebagai nelayan, dan suku Madura yang juga berprofesi sebagai nelayan tetapi memiliki kelebihan membuat ikan kering.

Kepulauan Karimunjawa yang terletak di utara kabupaten Jepara, Jawa Tengah ini memiliki beberapa julukan, diantaranya:

Pulau Liburan, pulau ini cocok di jadikan liburan, setelah berbulan-bulan disibukan oleh pekerjaan, sehingga Karimunjawa bisa menyegarkan pikiran.

The Paradise of Java, alam yang masih hijau, alami dan asri dipadu keramahan masyarakat, udara  bersih, bagaikan surga Pulau Jawa,  karena masih masuk dalam administrasi  Jawa Tengah.

Caribbean van Java, Keindahan Kepulauan Karimunjawa  seperti di Karibia. Karimunjawa mempunyai kesamaan lain dengan Karibia yaitu terdiri dari beberapa pulau kecil, oleh karena itu Belanda memberi julukan sebagai Caribbean van Java.

Keberadaan Karimunjawa tersebut semakin unik karena tidak setiap saat orang dapat berkunjung kesana. Transportasi keluar masuk pulau hampir sepenuhnya melaui jalan laut.

Dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, kapal Kartini I (kapal cepat) berangkat setiap Sabtu pukul 9 pagi ke Karimunjawa dan kembali dari Karimunjawa setiap Minggu siang, lama penyebrangan 2-3 jam.

Dari Pelabuhan Pantai Kartini, Jepara terdapat Kapal Muria yang berangkat setiap dua hari sekali,lama penyebrangan kapal ekonomi ini +/- 6 jam pelayaran. Biasanya berangkat hari selasa,kamis,sabtu jam 9 pagi dan dari karimunjawa menuju jepara rabu,jumat,minggu jam 8 pagi.

Jadwal ini bisa berubah sesuai dengan cuaca atau ombak di laut jawa. Apabila terjadi gelombang tinggi maka pihak perhubungan di pelabuhan tidak akan memberikan izin pelayaran, dan jadwal keberangkatan kapal akan berubah mengikuti perubahan cuaca. Kapal-kapal inilah yang biasanya juga mengangkut logistik bagi penduduk Karimunjawa.

Bagi yang mampu, ke Karimunjawa juga dapat melalui jalur udara. Dari Bandara Ahmad Yani, Semarang menuju Bandar Udara Dewa Daru di Pulau Kemujan. Menggunakan  pesawat sewa jenis CASA 212 yang disediakan oleh PT. Wisata Laut Nusa Permai (Kura-Kura Resort). Waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

Reporter : Djoko W

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini