14 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Jelang Ramadan dan Idul Fitri, NFA Dukung Perluasan Distribusi Beras SPHP

Sinar Tani, Jakarta — Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri terus di genjot khususnya di daerah sentra konsumsi. Hal tersebut selain untuk menjaga ketersediaan juga dalam rangka menjaga keseimbangan harga hulu maupun di hilir.

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), I Gusti Ketut Astawa mengatakan NFA saat ini tengah fokus menjaga keseimbangan harga komoditas pangan jelang puasa dan lebaran. Pasalnya, keseimbangan harga yang baik di produsen, distributor, dan konsumen akan menjaga tingkat inflasi tetap terkendali.

Saat meninjau ketersediaan beras SPHP bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dan Founder sekaligus Chairman CT Corp Chairul Tanjung, di Transmart Cempaka Putih, Jakarta, Rabu, (15/3). Ketut mengatakan semakin mendekati puasa dan lebaran ini NFA melalui Bulog terus menjalankan program SPHP atau operasi pasar beras khususnya di daerah sentra konsumsi.

“Pelaksanaan SPHP terus kita dorong utamanya di daerah sentra konsumsi. Sementara di daerah sentra produksi kita kendalikan agar tidak semasif sebelumnya, mengingat Indonesia saat ini sudah memasuki panen raya. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan harga, agar harga di konsumen tetap wajar dan harga di petani tidak jatuh karena produk yang melimpah,” ujarnya.

Langkah menjaga keseimbangan ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada saat mengunjungi lokasi panen raya padi di Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/3/2023). Pada kesempatan tersebut Presiden mengatakan, agar harga di tingkat petani, pedagang, dan masyarakat berada di posisi yang wajar sehingga memberikan manfaat yang seimbang.

Lebih lanjut, Ketut mengapresiasi pendistribusian beras SPHP Bulog yang semakin meningkat di ritel modern. “Hari ini kita di salah satu gerai Transmart mengecek langsung ketersediaan beras SPHP Bulog. Sudah Kita pastikan stoknya tersedia, kemasan 5 kg dengan harga terjangkau,” terangnya.

Beras SPHP Bulog di modern market ini merupakan beras grade premium yang dijual seharga beras medium, sehingga memiliki harga yang lebih rendah dari beras premium lainnya. Saat ini masyarakat sudah bisa membeli beras premium Bulog di sejumlah gerai retail modern seperti Hypermart, Ramayana, Indogrosir, dan Transmart.

Baca Juga :   Komite Nasional Codex, NFA Bersama Stakeholder Bahas Keamanan Pangan

“Beras SPHP ini dikemas dengan baik dan diberi label harga sehingga terhindar dari penyalahgunaan,” tambahnya.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pada kesempatan yang sama mengatakan, untuk tahap awal Bulog memasok sebanyak 1.000 ton beras ke gerai ritel modern Transmart di seluruh Indonesia. Jumlah ini akan terus di pantau dan apabila kebutuhan meningkat, Bulog siap menambah pasokan sesuai kebutuhan sepanjang tahun.

“Pendistribusian beras SPHP melalui pasar ritel modern ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan beras di masyarakat terpenuhi, terjangkau dan mudah didapat, di mana hal tersebut sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengaku senang bisa menyalurkan beras SPHP Bulog kepada masyarakat, pasalnya beras ini memiliki harga yang terjangkau dengan kualitas yang tinggi. Menurutnya, Transmart sebagai ritel memiliki tanggung jawab menjual produk kebutuhan pokok penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang puasa dan lebaran.

Ia mengungkapkan, beras SPHP Bulog ini sangat diminati masyarakat, sehingga penyuplai beras lain mulai menurunkan harganya. Kondisi ini diharapkan akan menurunkan harga beras yang mendorong penurunan inflasi.

Adapun rata-rata harga beras nasional di tingkat konsumen berdasarkan data Penal Harga Pangan NFA per 14 Maret 2023, untuk beras premium berada di posisi Rp 13.571/kg, beras medium Rp 11.870/kg.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, pelaksanaan SPHP juga berfungsi untuk mensirkulasi stok beras Bulog, sehingga beras yang ada di gudang dapat disalurkan dan diganti dengan stok beras baru atau new crop.

“Pada panen raya ini serapan Bulog akan bertambah, kita berharap melalui SPHP dan program hilirisasi lainnya, stok beras di Bulog terus bergulir, sehingga berdampak pada terkoreksinya harga. Di sisi lain Bulog bisa tenang menyerap semaksimal mungkin karena saluran pendistribusiannya sudah kita siapkan,” ungkapnya.

Sampai dengan 15 Maret 2023 ini, Bulog telah menyalurkan total 481 ribu ton beras SPHP di seluruh Indonesia. Adapun saat ini stok beras Bulog berada di posisi 287 ribu ton.

Reporter : Echa

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini