15 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Kampanyekan B2SA, NFA Bagikan 10 Ribu Porsi Sarapan di Kupang

Sinar Tani, Kupang — Gaung pangan beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) terus dilakukan Badan Pangan Nasional/ National Food Agency (NFA). Salah satunya pada perayaan hari jadi NFA ke-2 di Kupang, Nusa Tenggara Timur yang juga di isi dengan kampanye gerakan B2SA.

Dalam kesempatan tersebut, tidak kurang dari 10.000 porsi jagung bose, sei sapi, dan sayur kelor telah dibagikan sebagai menu pangan B2SA untuk mengedukasi masyarakat tentang pola pangan sehat dengan mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengungkapkan bahwa sumber pangan lokal di wilayah Indonesia timur sangatlah berlimpah, tidak hanya sumber karbohidrat, tetapi juga sumber protein baik nabati dan hewani, salah satunya di Nusa Tenggara Timur.

“Tidak harus bergantung pada satu jenis komoditas pangan tertentu, karena masih banyak alternatif lain sumber pangan contohnya jagung dan sorgum yang merupakan komoditas pangan lokal sumber karbohidrat unggulan NTT, begitupun dengan sumber protein tidak tergantung pada daging sapi dan ayam, karena ada juga telur atau ikan,” ungkapnya.

Iapun meyakini jika kampanye penganekaragaman pangan dengan memanfaatkan potensi pangan lokal perlu untuk terus digaungkan, karena pengembangan pangan lokal juga akan memberikan dampak ekonomi dalam menggerakkan dan mendorong pertumbuhan usaha UMKM pangan lokal serta memicu perkembangan ekonomi lokal secara keseluruhan.

“UMKM pangan lokal tidak hanya menciptakan lapangan kerja bagi penduduk setempat, tetapi juga memberikan peluang bagi petani, peternak, dan produsen lokal untuk meningkatkan pendapatan mereka,” ucap Arief.

Dengan mempromosikan dan mendukung pangan lokal, masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya alam dan keahlian tradisional mereka, menciptakan nilai tambah bagi produk lokal, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam skala regional maupun nasional.

Baca Juga :   Jaga Stabilisasi Beras, NFA Genjot Operasi Pasar dan Penyerapan

Sementara itu, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Rinna Syawal mengungkapkan jika menu pangan lokal dipilih karena mempunyai nilai B2SA untuk menunjukan potensi yang ada di NTT.

“Jagung telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan gizi masyarakat NTT. Kekayaan serat dan vitamin dalam jagung bose memberikan kontribusi besar dalam menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga energi sepanjang hari,” ucap Rinna.

Selain itu, ada menu kedua yaitu sei sapi, daging sapi asap khas NTT, yang juga memiliki peran penting dalam aspek gizi. Kandungan protein tinggi dalam sei sapi mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan otot, jelas Rinna.

“Dan pelengkapnya ada sayur kelor, yang menjadi simbol kesehatan dan kesejahteraan dalam pangan lokal NTT. Daun kelor kaya akan nutrisi esensial seperti zat besi, kalsium, dan vitamin A. Kandungan antioksidan dalam sayur kelor berperan dalam melawan radikal bebas dan memperkuat sistem kekebalan tubuh,” katanya.

Keberadaan pangan lokal ini menurut nya bukan hanya menghidupkan warisan kuliner NTT, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dengan memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan komunitas setempat.

Untuk itu, Rinna mengatakan jika kampanye gerakan B2SA akan terus dilakukan untuk mendorong perubahan mindset dan perilaku masyarakat menjadi lebih beragam dan lebih sehat sesuai rekomendasi Pola Pangan Harapan (PPH).

Adapun skor PPH Indonesia tahun 2022 berada di angkat 92,9 dan telah melampaui target sebesar 92,8. Namun demikian, kualitas konsumsi masyarakat harus terus ditingkatkan terutama unsur buah-buahan, sayur-sayuran, umbi-umbian, dan kacang-kacangan sehingga sesuai dengan target PPH yang diharapkan.

Reporter : Echa

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini