21 Februari 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Komite Nasional Codex, NFA Bersama Stakeholder Bahas Keamanan Pangan

Sinar Tani, Jakarta — Komite Nasional Codex Indonesia merupakan wadah dalam penyusunan dan pembahasan rekomendasi kebijakan dalam pengelolaan Codex Indonesia serta membahas isu strategis di forum Codex. Codex dengan standar yang diterbitkan mempunyai peran yang sangat penting dalam perlindungan kesehatan masyarakat dan menjamin praktik perdagangan yang adil dan bertanggung jawab pada tataran internasional.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, Andriko Noto Susanto mengatakan Keterlibatan Badan Pangan Nasional dalam mendukung manajemen Codex Indonesia yang dikoordinir oleh Badan Standardisasi Nasional menjadi hal yang relevan baik dari sisi regulasi maupun dari sisi pelaksanaan pembangunan pangan.

“Peranan Indonesia di forum Codex telah mendapat apresiasi secara luas, tidak hanya aktif dalam pemberian tanggapan rancangan standar, namun juga aktif mengusulkan rancangan standar terkait keamanan pangan” ujar Andriko saat mewakili Kepala Badan Pangan Nasional pada membuka Rapat Komite Nasional Codex Indonesia di Bekasi pada, Jum’at (3/3).

Dalam forum yang dihadiri perwakilan anggota Komisi Nasional Codex yang berasal dari Kementerian/Lembaga, pakar, asosiasi pelaku usaha dan organisasi ini, Andri mengaku momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dan memanfaatkannya untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia melalui forum Codex, karena standar dari forum Codex menjadi rujukan bagi perdagangan internasional. Sehingga dapat memaksimalkan peran pada forum ini guna mendukung kepentingan nasional.

“Dalam rapat ini kita ingin menyatakan bahwa Badan Pangan Nasional sudah melakukan berbagai hal dan kegiatan untuk aktif dalam Codex dan dalam rapat ini juga disepakati pembagian MC Codex antara Kementerian/ Lembaga,” tegasnya.

Kepala Badan Standardisasi Nasional selaku Ketua Komite Nasional Codex Indonesia Kukuh S Achmad yang memimpin rapat tersebut mengatakan bahwa Codex menangani hal hal terkait dengan keamanan pangan dan perdagangan yang fair.

Karena itu semua Kementerian/Lembaga yang ada di Indonesia dilibatkan untuk mengelola Codex di Indonesia.

“BSN mendapat amanah untuk mengkordinasikan itu dan hari ini Komite Nasional Codex yang beranggotakan Kementerian/Lembaga dan juga asosiasi kita bersama sama membahas isu isu yang penting yang harus kita hadapi di tahun ini maupun tahun tahun ke depan,” katanya.

Baca Juga :   Cek Ketersediaan di Pasar Modern, Kepala NFA Pastikan Stok Pangan Aman

Menurutnya ada beberapa hal penting yang dibahas dan disepakati dalam pertemuan tersebut yakni mengenai revitalisasi penanganan Mirror Committee (MC) Codex baik yang sifatnya komoditi maupun general subject yang selama ini sudah ditangani oleh Kementerian/Lembaga sesuai dengan tugas dan fungsi nya.

“Hari ini kita review dan intinya kita sepakati lagi utamanya adalah untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan MC Codex Indonesia. Forum ini penting dalam memanfaatkan potensi kita dari masing-masing Kementerian/Lembaga terkait untuk saling memperkuat posisi dalam forum Codex Internasional,” ucapnya.

Dalam Sidang Codex Alimentarius Commision (CAC) ke-45 tahun lalu, Kukuh menyebut bahwa ada dua usulan standar dari Indonesia yaitu untuk komoditi pala, bawang bombay dan bawang merah yang sudah ditetapkan atau diadopsi menjadi standar Codex internasional.

Kedua standar tersebut dibawah koordinator Badan Pangan Nasional, yaitu Codex Committee on Spices and Culinary Herbs dan Codex Committee on Fresh Fruit and Vegetable.

“Ini merupakan capaian penting yang dicapai Indonesia atas kerja keras seluruh Kementerian/ Lembaga yang terlibat di dalam Codex,” tambahnya.

“Hari ini kita juga membahas satu hal yang penting, yakni dengan dibentuknya Badan Pangan Nasional yang terpisah dari Kementerian Pertanian sehingga perlu dibahas hal penanganan Codex yang menjadi tanggung jawab Badan Pangan Nasional maupun Kementerian Pertanian, agar ke depan penanganan Codex Indonesia lebih efektif dan efisien,” katanya.

Sejalan dengan integrasi tusi Badan Ketahanan Pangan yang saat ini menjadi tusi Badan Pangan Nasional, maka disepakati Badan Pangan Nasional menjadi koordinator MC untuk 2 Codex Committee dan alternate koordinator untuk 5 Codex Committee lainnya.

Reporter : Echa

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini