5 Maret 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

BSIP Kementan Hadirkan Ratusan Hewan Qurban ASUH di BHQ 2023

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Setelah terkendala pandemi COVID-19 dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang Sapi, Domba dan Kambing, Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, Kementerian Pertanian (BSIP Kementan) kembali menggelar Bursa Hewan Qurban (BHQ), 20-29 Juni 2023 untuk masyarakat yang akan menyelenggarakan Idul Adha.

“Kegiatan BHQ ini merupakan kegiatan reguler yang diadakan setiap tahun oleh Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) melalui Pusat Standardisasi Instrumen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PSIPKH) yang telah bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat II dan Sekolah Vokasi IPB – Prodi Paramedik Veteriner, ” ungkap Ketua Penyelenggara BHQ 2023 yang juga merupakan Kepala Bagian Tata Usaha, Narta ketika membacakan sambutan Plt. Kepala BSIP, Fadjry Djufry.

Narta menambahkan, tahun ini merupakan BHQ yang ke-21, sejak diinisiasi tahun 2000 dan tahun ini diselenggarakan dari tanggal 20 sampai dengan 29 Juni 2023.

“Tak hanya penjualan hewan Qurban, BHQ juga memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan ternak sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam penyediaan hewan qurban yang memenuhi syariat agama dan sehat, disamping sebagai upaya pembinaan kepada masyarakat (peternak, pedagang, dan konsumen), ” jelasnya.

Pada tahun ini, BHQ diikuti oleh 12 peternak/penjual (sapi, domba dan kambing) yang berasal dari Jawa Barat (Bogor, Cianjur dan Sukabumi), Jawa Tengah (Boyolali), serta Jawa Timur (Lumajang) dengan jumlah lapak sebanyak 18 lapak dan jumlah hewan qurban yang saat ini sudah ada di lokasi sekitar 100 ekor sapi dan 300 ekor kambing/domba.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan BHQ ini diharapkan dapat lebih memberdayakan peternak/pedagang kecil, ” tambahnya.

Bahkan, Model BHQ ini diharapkan dapat diterapkan di wilayah Kota Bogor dan daerah lainnya sehingga dapat meminimalkan para pedagang hewan qurban musiman di pinggir jalan, memudahkan pengawasan terhadap kesehatan ternak dan menjaga keindahan kota serta memudahkan konsumen mendapatkan hewan qurban yang memenuhi syarat syariat agama Islam.

“Syarat-syarat tersebut dapat dipastikan dan diperiksa oleh para dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat II, Sekolah Vokasi IPB – Prodi Paramedik Veteriner dan dokter hewan dari lingkup PSIPKH,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Standarisasi Instrumen Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Agus Susanto mengatakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyambut baik adanya BHQ ini sebab dipandang dari sisi konsumen mengharapkan untuk mendapatkan hewan qurban yang memenuhi syarat syariat syahnya hewan qurban.

“Hewan qurban yang dikehendaki adalah hewan yang memenuhi kriteria pokok kesempurnaan; dalam keadaan tidak cacat, cukup umur, dan sehat. Beberapa syarat yang sering diabaikan oleh pedagang hewan qurban di dalam menjual hewan qurban, bisa jadi karena ketidaktahuan mereka,” jelasnya.

Baca Juga :   Puluhan Sapi Di Sulbar Terserang Jembrana, Wamentan Instruksikan Karantina

Di sisi lain, potensi penyebaran penyakit hewan ternak juga harus tetap diwaspadai peternak yang tidak memperhatikan kesehatan hewan ternaknya.

“Penyebaran penyakit hewan harus terkendali dan tidak boleh menyebar di peternak maupun para pengusaha peternakan oleh karena itu tim Kesehatan hewan perlu memastikan dan melakukan pengecekan terhadap hewan-hewan kurban yang ada agar terbebas dari penyakit hewan serta sesuai syarat syariat hewan qurban,” tuturnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu peternak dihadapkan dengan situasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan menjadi tantangan besar bagi kita semua terkait penyediaan ternak yang sehat khususnya untuk pekurban.

“Walaupun PMK sudah diatasi, namun, peternak tetap harus mewaspadai adanya potensi virus atau bakteri lainnya.
Dan saat ini telah terjadi kasus penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang oleh masyarakat dikenal penyakit lato lato menyerang sejumlah hewan ternak di sejumlah wilayah di Indonesia, ” jelasnya.

Karenanya, bagi para peternak diharapkan selalu menjaga sanitasi dan menerapkan biosekuriti kandang, agar ternak tetap sehat.

Model Bursa Hewan

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian pun senantiasa menyambut baik adanya BHQ 2023. Kepala DKPP Kota Bogor, Chusnul Rozaki mengungkapkan, BHQ ini merupakan bentuk hadirnya pemerintah dalam menjamin ketersediaan ternak, termasuk jaminan keamanan pangannya untuk masyarakat.

“Untuk mendapatkan daging yang Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH) harus berasal dari hewan ternak yang sehat,” tegasnya.

Diakuinya, BHQ ini bisa menjadi standar baru dalam penjualan hewan qurban di Kota Bogor ke depannya. Sehingga tak hanya penjualan hewan qurban yang terpusat tetapi juga kesehatan hewan ternak dijamin mutunya oleh dokter hewan setempat yang dibuktikan dengan Label Sehat.

“Setiap hewan qurban yang masuk ke Bursa Hewan ini sudah terjamin kesehatannya mulai dari kesehatan dari wilayah asal hingga masuk ke Kota Bogor untuk mendapatkan rekomendasi kesehatan, ” tambahnya.

Selain penjualan hewan qurban, BHQ 2023 kali ini diselenggarakan Ekspose Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Festival Kelinci Nasional yang diselenggarakan oleh Makindo (Masyarakat Kelinci Indonesia) yang terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu, kontes kelinci, demo dan lomba masak daging kelinci, lomba menggambar dan mewarnai, bazar kelinci dan kuliner Indonesia, serta Talk-show.

Seperti diketahui, pengembangan ternak kelinci sebagai ternak multiguna sangat potensial untuk peningkatan pertumbuhan usaha agribisnis dan agroindustry.

Karena produksi yang tinggi dan kualitas yang baik, maka tidak mungkin daging kelinci kedepan merupakan pilihan utama untuk meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional, meningkatkan kesehatan dan kecerdasan bangsa serta dapat digunakan untuk membantu Program Kecukupan Daging Nasional.

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini