5 Maret 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Tim Unsam Perbaiki Tata Kelola Peternakan Rakyat Layak Agrowisata

Perbaiki Tata Kelola Peternakan agar Layak Agrowisata | Sumber Foto:Unsam

Sinar Tani, Aceh Tamiang — Tim Dosen Universitas Samudra melakukan penelitian yang berjudul Analisis Pengembangan Agrowisata mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Benua Raja Rantau Aceh Tamiang, mulai bulan Juli sampai September 2022. Tim terdiri dari Dr. Rini Mastuti dari Program Studi Agribisnis dan Dr. Muhammad Fuad dari Prodi Manajemen. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk melihat respon dari masyarakat terhadap keberadaan usaha ternak kambing ETAWA serta potensinya untuk dikembangkan menjadi agrowisata. 

Peternakan kambing rakyat di Kabupaten Aceh Tamiang ternyata memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah kawasan Agrowisata. “Agrowisata mempunyai peran penting untuk menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan secara bekelanjutan. Melalui agrowisata masyarakat akan dikenalkan dengan pertanian dengan cara yang menyenangkan sehingga mereka mengetahui, memahami dan tertarik untuk mengembangkan pertanian yang berimbas pada tersedianya pangan untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan,” sebut Ketua Tim Peneliti Rini Mastuti.

Usaha ternak kambing milik Bapak Suyetno telah berjalan lebih dari 10 tahun. Jatuh bangun usaha telah dilalui oleh pemilik usaha, termasuk menghadapi wabah covid tahun 2019-2020 dimana populasi kambing yang sebelumnya 500 ekor berkurang menjadi 300 ekor, karena menyesuaikan dengan permintaan pasar. Sejak pertengahan tahun 2021 usaha ternak kambing ETAWA disamping menjual susu dan kambing juga mulai dijadikan lokasi untuk edukasi bagi siswa sekolah.

“Usaha peternakan kambing dan domba milik kelompok Etawa di Desa Benua Raja, Rantau, Aceh Tamiang telah sering dikunjungi oleh siswa-siswa dari sekolah yang berada disekitar lokasi usaha ternak, untuk berwisata sambil menambah pengetahuan tentang ternak kambing dan domba,” tambahnya.

Karenanya, usaha ternak kambing ini sangat bermanfaat sebagai wadah pembelajaran atau edukasi bagi masyarakat terutama dari dunia akademis seperti siswa-siswa dari jenjang playgroup sampai jenjang sekolah menengah atas. Dengan mengenal dan belajar secara langsung di lapangan tentang ternak kambing dan hal-hal lain yang terkait diharapkan tumbuh pemahaman, kesukaan dan rasa menyukai dunia ternak dari para siswa.

Baca Juga :   Diresmikan Dirjen PKH, RPHU Kota Banjar Wujud Peternakan Terintegrasi

Menggunakan metode observasi dan wawancara dan menggunakan alat bantu kuisioner, Tim Peneliti dari Unsam mengambil sampel masyarakat dari siswa sekolah mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Selanjunya peternak kambing, pekerja di kandang kambing, serta beberapa reponden kunci yang memahami tentang usaha ternak kambing dan prospek pengembangannya.

“Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, berdasarkan analisis SWOT menghasilkan 14 rencana strategis yang terdiri dari, peningkatan promosi, peningkatan kualitas pelayanan, perbaikan fasilitas, infrastruktur dan kebersihan, perluasan lahan pakan, manajemen wisata, destinasi alternatif penunjang wisata, pembuatan pameran, variasi dan diversifikasi produk olahan susu dan daging kambing,” ujar anggota peneliti Muhammad Fuad.
Saran dari peneliti adalah peternak bisa memperbaiki kondisi peternakan agar layak dikunjungi wisatawan yang terdiri dari kebersihan, tata letak, infrastruktur (toilet dan sarana prasarana). Peternak melalukan evaluasi dan startegi pelayanan agar mampu menarik minat pengunjung untuk datang kembali berkunjung ke peternakan kambing Etawa Desa Benua Raja.
Reporter : Rini/Abda
Sumber : Unsam

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini