14 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Agripreneur, Langkah Kemenkop UKM Dorong Munculnya Wirausaha Tani

Sinar Tani, Jakarta — Program Entrepreneur Hub menjadi salah satu langkah Kementerian Koperasi dan UMKM dalam mewujudkan wirausaha baru di tanah air. Khusus dibidang pertanian, Agriprenuer yang baru saja diluncurkan Agustus 2023 menjadi program andalan.

Berbagi langkah dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM untuk menciptakan wirausaha baru di tanah air. Targetkan 1 juta wirausaha baru, Kemenkop UKM meluncurkan Entrepreneur Hub sebagai program sekaligus sebagai platform digital.

Ditemui Tabloid Sinartani, Asisten Deputi Pengembangan Ekosistem Bisnis Kemenkop UKM, Irwansyah Putra Panjaitan menjelaskan bahwa selain sebagai program, Entrepreneur Hub juga merupakan sebuah platform digital.

Sebagai sebuah program, Irwansyah mengatakan Entrepreneur Hub adalah bagaimana menciptakan entrepreneur- entrepreneur melalui integrasi program Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah juga seluruh stakeholder yang terlibat dalam  menciptakan wirausaha baru.

“Entrepreneur Hub juga merupakan pusat data wirausaha di seluruh Indonesia. Dimana target kita adalah 1 juta wirausaha.” ungkapnya.

Selain sebagai program, Entrepreneur Hub juga merupakan suatu platform one stop service entrepreneur yang merupakan suatu solusi penumbuh kembangan entrepreneur di seluruh Indonesia.

“Sehingga ketika para calon entrepreneur butuh pembiayaan, pendampingan, worskhop, perluasan pasar untuk mengembangkan idenya menjadi sebuah bisnis, kita siapkan platform yang bernama Entrepreneur Hub. Kita juga siapkan mentor yang standby 24 jam untuk menerima konsultasi dari para calon dan wirausaha di seluruh Indonesia ” tambahnya.

Agriprenuer

Dibidang pertanian, Kemenkop UKM meluncurkan program Agripreneur yang menjadi bagian dari Enterprenur HUB. Program yang baru diluncurkan Menteri Koperasi dan UKM bersama Rektor IPB pada Agustus 2023 merupakan program yang dibuat untuk mendorong Sarjana Pertanian menjadi seorang wirausaha.

“Jadi yang orang-orang yang memiliki pengetahuan terkait teknik pertanian, budidaya pertanian dan manajemen usaha agar dapat mengoptimalkan ilmunya untuk memaksimalkan hasil produksi dan meminimalisir kerugian.” ujarnya.

Disamping itu, menurut Irwansyah seorang agripreneur memiliki kreaitivitas dan inovasi dalam mengembangkan bisnisnya. Juga bisa memanfaatkan teknologi modern untuk mempermudah kegiatan produksi sekaligus untuk pemasarkan.

Baca Juga :   MSMB Kembangkan Teknologi Smart Farming dari Problem Petani

“Karena kita tahu kedepan cukup banyak tantangan dan peluang yang dihadapi para petani.” ungkapnya.

Irwansyah juga berharap dari program Agripreneur bisa tercipta petani milenial yang dan sarjana pertanian yang bisa kembali ke daerahnya masing-masing untuk mengembangkan pertanian.

Lebih lanjut, Irwansyah mengatakan bahwa tantang kedepan yang dihadapi para agripreneur akan semakin berat. Mulai dari permodalan memulai usaha, tantangan terkait lingkungan, cuaca, hama dan penyakit tanaman, serta terkait persaingan dalam industri pertanian yang semakin ketat.

“Untuk itu adik-adik dari Sarjana Pertanian perlu kita bekali bagaimana bernovasi memanfaatan teknologi sampai perluasan akses pasar, membangun supply change sehingga pertanian atau UKM di sektor real ini betul-betul bisa bergerak bukan hanya di kota besar tapi juga menjangkau di seluruh Indonesia.” jelasnya.

Program Agripreneur dimulai lewat kolaborasi dengan Science and Techno Park IPB, dengan melakukan pendampingan kepada petani dan pelaku usaha dibawah incubator IPB.

“Kita lakukan pendampingan usaha pada mereka, sampai dengan pendampingan bagaimana mereka kita hubungkan dengan lembaga investor.” ujarnya.

Seperti yang dilakukan pada 20 September lalu, yaitu para starup yang telah terkurasi melakuan matching fund dengan lembaga pembiayaan dari Victoria State Australia.

“Salah satu dari 5 kriteria dari Victoria State adalah starup yang bergerak di bidang agritek. Kita harapkan starup yang bergerak dibidang pertanian memanfaatkan teknologi dan melakukan banyak inovasi.” ungkap Irwansyah.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para starup mendapatkan investasi yang cukup besar sehingga bisa menghasilkan inovasi-inovasi dan membangun pertanian Indonesia  menjadi lebih baik.

Kepada para generasi muda, Irwansyah mengajak untuk menjadi agen perubahan di Indornesia dengan menjadi seorang wirausaha.

“Karena kita percaya dengan berwirausaha akan tercipta lapangan kerja baru. Sesuai dengan moto kita create job not a job seaker” ujarnya.

 

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini