16 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Karantina Kian Terintegrasi di Barantin, Pengawalan dan Fungsi Semakin Luas

Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang | Sumber Foto:Nattasya

Sinar Tani, Jakarta — Perakitan lembaga Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus digodok berbagai pihak yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan bersama seluruh Kementerian dan Lembaga, terutama Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian.

Presiden Joko Widodo akan membentuk Badan Karantina Indonesia. Keputusan tersebut tertuang melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 45 Tahun 2023 tentang Badan Karantina Indonesia (Barantin). Dengan Perpres tersebut, kewenangan fungsi karantina tidak lagi di masing-masing K/L yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK).

“Tadi kami diundang rapat dengan Menko Marves tentang kesiapan Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian  yang akan diintegrasikan bersama Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan  (BKIPM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi Badan Karantina Indonesia (Barantin),” jelas Kepala Badan Karantina Pertanian, Ir. Bambang, M.M di kantor Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (31/07).

Dalam rapat koordinasi tersebut, Menko Marves ingin mempercepat progress dari terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Ditambah terbitnya Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 45 Tahun 2023 tentang Badan Karantina Indonesia.

Mengenai integrasi Barantan kedalam tubuh Barantin, Bambang bersama jajarannya mengaku siap berintegrasi. “Integrasi Barantin menjadi efisiensi dan efektivitas pelaksanaan fungsi Karantina untuk menjaga Indonesia lebih luas, kuat, dan mendalam,” ungkapnya.

Bambang menegaskan, keinginan negara membentuk Badan Karantina Indonesia sangat baik yaitu memperkuat dan memperluas fungsi karantina agar Indonesia bisa terjaga dari berbagai marabahaya.  Lahirnya Badan Karantina Indonesia diakui Bambang juga untuk memperluas pelaksanaan fungsi karantina sekaligus mempermudah pelayanan karantina bagi pelaku usaha. “Dimanapun Badan Karantina Pertanian ditempatkan, aspek dan fungsi karantina tegak lurus untuk menjaga keberlanjutan pertanian,” tegasnya.

Baca Juga :   40 Tahun, SYL: IFAD Jadi Mitra Strategis

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, dengan hadirnya Badan Karantina Indonesia yang kini melakukan pengawasan dan pemeriksaan ekspor-impor hingga di wilayah terluar dan pulau-pulau kecil, Indonesia membuka pintu yang lebih lebar bagi perdagangan internasional. Peraturan Presiden RI Nomor 45 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah 29/2023 telah memberikan daya jelajah yang lebih luas bagi Badan Karantina Indonesia, sehingga mencakup wilayah-wilayah yang sebelumnya sering diabaikan seperti jalur tikus, Pelabuhan rakyat, serta pulau-pulau terdepan dan terpencil.

Transformasi ini tidak hanya meningkatkan tanggung jawab Badan Karantina Indonesia, tetapi juga memberikan jaminan keamanan mutu pangan dan pakan. Selain melindungi tanaman dan hewan dari organisme pengganggu, kini Badan Karantina juga berperan dalam menjaga kualitas pangan dan mencegah berbagai cemaran berbahaya yang bisa mengancam lingkungan Indonesia.

Dengan adanya perluasan fungsi karantina ini, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas ekosistemnya serta memberikan keyakinan kepada negara-negara lain bahwa proses ekspor dan impor dari dan ke Indonesia terjamin keamanannya. Kepercayaan ini akan membawa manfaat besar bagi Indonesia, karena reputasi negara ini sebagai mitra dagang yang andal dan bertanggung jawab akan semakin diperkuat.

Bambang menyatakan bahwa tidak hanya tugas pokok fungsi karantina yang diemban, tetapi juga memberikan pelayanan terbaik untuk dunia usaha. Dalam misi ini, Badan Karantina Indonesia berusaha untuk mempercepat kelancaran proses bisnis, menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi dunia usaha, dan bahkan memberikan karpet merah sebagai simbol keunggulan layanan.

Dengan begitu, keberadaan Badan Karantina Indonesia bukan hanya sekadar aturan atau institusi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam melindungi Indonesia dari ancaman cemaran dan membangun reputasi yang kuat sebagai mitra dagang yang handal dan berintegritas di mata dunia.

 

Reporter : NATTASYA

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini