Sinar Tani, Luwu Utara — Para penyuluh di Kabupaten Luwu Utara bergembira, pasalnya 3 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) baru yang akan menjadi kantor mereka diresmikan Bupati Indah Putri Indriani. Ketiga BPP yang telah direhabilitasi melalui anggaran tahun 2022, itu adalah BPP Kecamatan Malangke Barat (Malbar), BPP Kecamatan Baebunta, dan BPP Kecamatan Sukamaju
Indah mengatakan ada lima fungsi BPP yang wajib diketahui, yaitu Sebagai pusat data dan informasi, sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian, sebagai pusat pembelajaran, sebagai pusat konsultasi agribisnis; dan sebagai pusat pengembangan jejaring kemitraan.
“BPP ini menjadi pusat data dan informasi dikarenakan PPL-nya tersebar,” ungkapnya
Indah menambahkan sumber awal data berasal dari petani, kemudian diolah di Kecamatan melalui BPP.
“Dengan data valid dan berkualitas, kita harap ini menjadi sumber pengambilan kebijakan yang tepat,” harapnya.
Selain itu, menurut Indah, BPP juga sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian, di mana BPP harus mampu menyinergikan semua program yang ada di sektor pertanian. BPP juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran. Di mana dengan hadirnya BPP dapat menjadi pusat pembelajaran bagi semua pelaku pertaniaa.
“BPP ini pusat pembelajaran. Kita tak hanya masuk kantor, tetapi kita melihat di luarnya bagaimana penggunaan teknologi smart farming. Negara-negara maju dengan 4 musim itu memakai teknologi smart farming, terutama pemanfaatan rumah kaca. Apalagi kita berada di daerah peralihan yang proses fotosintesisnya cukup bagus,“ ujar Indah.

Dengan diresmikannya tiga kangtor BPP tersebut, Bupati Luwu Utara dua periode ini berharap dapat dimanfaatkan denga baik dan berdampak positif terhadap para pelaku pertanian di Luwu Utara, terutama petani.
“Mereka punya harapan bahwa dengan adanya rehabilitasi kantor ini, mereka mendapatkan fasilitasi dalam upaya proses edukasi dan pendampingan, termasuk di lapangan. Kita harapkan ini menjadi nilai tambah dan berdampak pada penambahan pendapatan keluarga petani,“ harap Bupati.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Luwu Utara, Rusydi Rasyid, mengungkapkan bahwa total anggaran yang digunakan untuk merehabilitasi tiga BPP tersebut adalah Rp1,38 Miliar, dengan rincian kurang lebih Rp455 juta per BPP.
Meski model rehabilitasinta sama, tetapi masing-masing BPP diberikan kesempatan untuk berkreasi terkait jenis tanaman apa saja yang akan ditanam pada lahan BPP masing-masing. “Jadi modelnya semua sama. Tinggal teman-teman BPP ini yang berkreasi terkait jenis tanaman yang akan ditanam pada lahan BPP masing-masing,” tandasnya.
Hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah Armiadi, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Adriyani Ismail, Camat Malangke Barat Nasruddin Basri, Ketua KTNA Luwu Utara Ramli, IP3OPT Tana Luwu Sarialam, serta para pejabat lingkup Dinas Pertanian Luwu Utara.
Reporter : Suriady

Baca juga
Mostbet Casino Pt
How To Win From Slots? 10 Best Tips For Slot Machine Game Machines
Site Oficial De Cassino Online E Apostas No Brasil