Sinar Tani, KOTAWARINGIN BARAT – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong para petani untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan produksi dan produktivitas usaha taninya.
Berbagai upaya dilakukan, salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petani dan penyuluh yang merupakan sinergi antara Kementan bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI.
Seperti yang dilakukan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) bagi petani dan penyuluh di Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Acara Bimtek dilaksanakan pada Sabtu, 25 Mei 2024, di Aula Desa Lada Mandala Jaya, Kecamatan Pangkalan Lada.
Dihadiri oleh beberapa pejabat penting, termasuk anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru Budi Santoso, perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat, anggota DPRD Kotawaringin Barat Kosim Hidayat, dan Kepala Desa Lada Mandala Jaya, Arifin.
Sebanyak 80 petani dan penyuluh dari Kabupaten Sambas turut serta dalam Bimtek ini.
Mereka aktif mengikuti kegiatan yang bertema “Peluang Bisnis Pertanian Dengan Memanfaatkan Digitalisasi Pertanian”.
Kepala SMK-PP N Banjarbaru, Budi Santoso, memulai kegiatan dengan menjelaskan tujuan Bimtek ini, yaitu untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan petani serta penyuluh pertanian.
Peserta yang hadir terdiri dari para petani yang berasal dari Desa Lada Mandala Jaya, Kecamatan Pangkalan Lada.
“Berkat inisiatif yang sangat berharga dari anggota Komisi IV, terutama Bambang Purwanto, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Ini menunjukkan perhatian dan dukungan yang luar biasa dari para wakil rakyat di DPR, terutama Komisi IV, kepada petani di desa-desa terpencil untuk meningkatkan pengetahuan dan mengikuti perkembangan teknologi pertanian,” ujar Budi.
Saat momen ini, Kepala Desa Lada Mandala Jaya, Arifin, mengungkapkan bahwa warganya, yang mayoritas petani, memiliki kesempatan untuk meningkatkan ilmu dan wawasan.
Baik bagi petani yang berfokus pada perkebunan, khususnya sawit dan hortikultura, maupun yang lainnya.
Dia juga mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan dalam bidang pertanian kepada warganya. Melalui dana desa, Kepala Desa berkomitmen untuk memajukan sektor pertanian di wilayahnya.
Perwakilan Dinas Pertanian Kobar menambahkan, pemerintah telah mengalokasikan subsidi pupuk sebanyak 54 ton, sebagai bentuk perhatian terhadap petani.
Selain itu, diharapkan bahwa ilmu yang disampaikan dalam Bimtek dapat terserap dengan baik oleh petani. Mereka juga diberikan pengetahuan tentang cara membuat pupuk organik menggunakan bahan alami dan limbah untuk meningkatkan hasil pertanian.
Dalam sambutan pembukaan Bimtek, Bambang Purwanto menekankan tanah petani sering kali terpapar dengan pupuk kimia sejak awal tanam, yang menyebabkan tanah menjadi keras dan kehilangan unsur hara serta mikroorganisme alaminya.
“Itulah sebabnya tema Bimtek kali ini sangat penting bagi para petani. Jika petani mampu menerapkan pembuatan pupuk organik, hal itu dapat mengurangi biaya produksi dan secara perlahan mengembalikan kesuburan tanah,” papar Anggota DPR-RI dari Komisi IV.
Bimtek ini dihadiri oleh beberapa petani dan penyuluh dari Kabupaten Kotawaringin Barat, dengan total 80 orang peserta. Mereka mendapatkan materi dari para ahli di bidangnya dengan tema “Peluang Bisnis Pertanian Dengan Memanfaatkan Digitalisasi Pertanian”.
Upaya ini senada dengan arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pertanian membutuhkan SDM-SDM berkualitas agar tidak tertinggal dari negara lain.
Selain itu, pertanian adalah sektor penting yang harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menekankan bahwa kunci sukses pembangunan pertanian adalah peningkatan produktivitas, yang berada di tangan petani dan penyuluh.
Menurutnya, BPPSDMP Kementan terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas SDM melalui melalui peningkatan kompetensi teknis, manajerial dan sosiokultural.
“Siapa SDM pertanian itu? Ya petani, penyuluh, petani milenial, Poktan, juga Gapoktan. Kami siap untuk genjot produktivitas dengan, mensupport program-program pertanian,” kata Dedi.
Penulis :
Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru

Baca juga
Mostbet Casino Pt
How To Win From Slots? 10 Best Tips For Slot Machine Game Machines
Site Oficial De Cassino Online E Apostas No Brasil