15 Juni 2024

Sinar Tani

Media Pertanian Terkini

Meriahnya Milad ke-6 ARC-PUIPT

SINAR TANI.CO.ID, Banda Aceh — ARC-PUIPT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan Milad ke 6 di Hall Utama AAC Dayan Dawood Kampus USK Darussalam Banda Aceh (23/22).

Dalam rangka milad tersebut, Atsiri Research Center Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi (ARC-PUIPT) Universitas Syiah Kuala (USK), memberikan penghargaan kepada sejumlah lembaga maupun individu.

Acara dihadiri oleh sejumlah tamu dan tokoh penting seperti Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, Ketua Senat USK Prof. Abu Bakar Karim, Wakil Rektor 1 Prof. Agussabti, Wakil Rektor 3 Prof. Mustanir, Wakil Rektor 4 Dr. Taufik Saidi, Dekan Fakultas Pertanian Prof. Samadi, Dekan Fakultas Ekonomi Prof. Faisal, Dekan Fakultas Kedokteran Prof. Maimun Syukri, Dekan Fakultas Kedokreran Gigi Dr. Cut Soraya, Kepala ARC Dr. Syaifullah Muhammad, Rektor UTU Dr. Ishak Hasan, Kepala Bappeda Aceh T. Ahmad Dadek, Kadis Koperasi dan UKM Azhari, Kepala Balai Besar POM Aceh Yudi Noviandi, Ketua Dharma Wanita USK Dr. Eti Indarti, Ketua Umum Aceh Australian Alumni Dr. Dyah Erti Idawati, Ketua Badan Promosi Wisata Aceh Mirza Rizkan, Direktur Utama PT. PEMA Ali Mulya Gusdin, Deputi BSI dan Bank Aceh dan Guru Besar Senior USK Prof. Humam Hamid. Kepala SMK Pwetanian Sare Dr. Muhammad Amin. Selain itu juga hadir Prof. Hammam Riza secara daring melalui Zoom, serta 2 orang petani dari Beutong Ateuh Nagan Raya dan Gayo Lues dan sejumlah undangan lainnya.

ARC Awards tersebut diberikan atas apresiasi dan bentuk komitmen luar biasa mereka bagi dunia industri Nilam Aceh. Awards ini mencakup empat katagori. Untuk pengurus ARC, diberikan kepada; Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si, M.Tech, Prof. Dr. Ir. Abu Bakar, MS, Prof. Dr. Nasrul, ST, MT, Dr. Iskandarsyah, SE, MM. Kemudian kepada Dr. Ing. Agus Arip Munawar, S.TP, M.Sc, Raihan Dara Lufika, ST, M.Sc, Apt. Nadia Isnaini, S.Farm, M.Sc, dan Nanda Funna Ledita, SP.

Pada katagori Pemerintahan, diberikan kepada Ir. Mohd. Tanwier, MM dan Zainal Arifin Lubis. Untuk katagori Dunia Usaha diberikan kepada Sumardi Focustindo dan Ivone Care.

Sementara pada katagori Masyarakat, diberikan untuk Prof. Ir. Hamman Riza, M.Sc, IPU juga Mursidi petani nilam Gayo Lues. Sedangkan pada katagori Media diberikan untuk Humas USK, Dialeksis serta Dr. Hendra Syahputra, MM.

“Ini bagian dari apresiasi USK kepada kawan-kawan yang telah dan terus bekerja di ruang tak terlihat. Atas dedikasikan mereka, masyarakat bisa menerima kebahagiaan di sektor Nilam Aceh,” kata Kepala ARC-PUIPT Nilam USK, Dr. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng.

Dijelaskan, dalam perjalanan ARC USK, banyak tantangan dan dinamika telah dilalui. Namun berkat sinergitas lintas sektor, dari atas hingga ke bawah, ARC USK menjadi pusat unggulan dan satu-satunya pusat penelitian Nilam di Indonesia itu ada di Aceh.

“Kita banyak sekali tamu nasional dan internasional. Di ARC USK, ada 57 Profesor yang terlibat untuk membantu petani Nilam Aceh,” ungkapnya.

Baca Juga :   PENYULUHAN, Berharap Banyak dengan Dana Cekak

Syaifullah menuturkan, tema yang diangkat pada milad ke-6, ‘Memperkuat Ekosistem Pentahelix untuk Kemandirian Industri Nilam Indonesia’, berkorelasi dengan sepak terjang ARC selama ini. Katanya, pentahelix itu menujukan keterlibatan semua pihak. Seperti pembiayaan dari BSI untuk petani Nilam di Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya. Serta tahun depan, akan digarap Gampong Nilam, yang targetnya adalah ekspor ke Perancis.

Pada kesempatan yang sama, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan menyampaikan, ARC USK terus berbuat dan berinovasi dalam perjalanan industri Nilam Aceh, dari hulu hingga hilir. Mulai dari petani menanam, hingga pemasaran dan ekspor.

“Semoga Nilam Aceh bisa jadi ikon wisata Aceh yang bisa dijual. Ini juga bisa menjadi konsep wisata yang bisa terintegrasi. Untuk mewujudkan itu secara maksimal, maka butuh dukungan pemerintah dan masyarakat,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, Prof Marwan mengapresiasi ARC USK yang telah mencoba mensinergikan semua pihak di Aceh. Semangat yang luar biasa itu, ditunjukkan dengan kepedulian. Ketika petani Nilam Aceh memiliki masalah, pihaknya langsung turun tangan beserta solusi kongkrit.

“Alhamdulillah beberapa tahun terakhir, harga Nilam dari petani Aceh bisa kita tampung dan pertahankan pada harga Rp 500 ribu ke atas. Ini perlu kita teruskan, karena tidak mudah mengajak industri besar ke Aceh, tapi UMKM bisa. Tentu ini baik dan penting bangi ekonomi masyarakat Aceh,” tambah Prof Marwan.

Suasana haru terasa saat Nadia Isnaini dan Dr. Hendra memberi sambutan mewakili penerima awards. Mereka menyampaikan bahwa di ARC mereka belajar arti persaudaraan, saling menghargai, setiap prestasi sekecil apapun selalu diapresiasi. “ARC is my second home,” seru Nadia.

Keharuan lainnya juga mencuat saat Dr. Indra dan Elly Sufriadi sebagai salah satu pendiri ARC membacakan sinopsis buku. Mereka membaca dan menceritakan perjalanan ARC dengan suara tertahan karena keharuan mengenang perjuangan ARC yang panjang dan tidak mudah. “ARC bermula dari sebuah ruang yang hanya 4×4 meter,” kenang Indra terbata.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan launching Buku 5 Tahun ARC, Merintis Jalan Baru Nilam Aceh. Buku tersebut ditulis oleh Syaifullah Muhammad, Indra, Rina Sriwati, Elly Sufriadi, Suraiya Kamaruzzaman, Ernawati, Zulfahrizal, Marthunis, Faisal Alfarisy, Adinda Gusti Vonna, dan Sabrina Khairunnisa
dengan Editor Murizal Hamzah dan Karla Amelia. Buku diterbitkan oleh USK Press bersama ARC. Buku ini selanjutka dibagikan secara simbolik kepada 12 orang tamu undangan yang diberikan oleh Rektor USK.

Sesi terakhir acara milad dilakukan dengan melaunching produk inovasi baru turunan nilam Aceh berupa Body Serum Antiaging, Deodoran Penghilang bau badan, dan Parfum Neelam EDP special edition. Acara ditutup dengan foto bersama dari peserta yang hadir.

tidak boleh di copy ya

error

suka dengan artikel ini